NewsTraveling

Wujudkan Wisata Kesehatan Indonesia, Sandiaga Uno Gandeng IDI

Hobring.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno akan menandatangani kesepakatan pembentukan tim untuk mengembangkan wisata kesehatan atau wisata medis (medical tourism) di Indonesia.

“Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama kita akan tandatangani kesepakatan agar dibentuk satu kelembagaan Indonesian Health Tourism Health Council,” ujar Sandiaga yang dilansir dari Kompas.com, Kamis (3/6).

Wisata medis saat ini tengah menjadi salah satu unggulan dalam menarik minat wisatawan di sejumlah negara. Indonesia dinilai memiliki potensi mengembangkan jenis wisata, namun belum dimaksimalkan dengan baik.

Dengan demikian, tim atau disebut sebagai Konsil Wisata Kesehatan akan memiliki banyak fungsi dalam mengembangkan inovasi produk dan kolaborasi layanan wisata kesehatan Indonesia sebagai salah satu pusat daya tarik wisata kesehatan dunia.

Mereka juga akan membangun komitmen dan bersinergi bersama agen perjalanan dan event organizer sebagai penyelenggara lima kluster konsep wisata kesehatan Indonesia.

Adapun kelima kluster wisata kesehatan yang dimaksud, yakni Wisata Medis Indonesia, Wisata Kebugaran, Estetika, Anti Penuaan dan Herbal Indonesia, Wisata Ilmiah Kedokteran Indonesia (MICE), serta Wisata Olahraga Kesehatan Indonesia.

Nantinya, dalam pengembangan destinasi wisata kesehatan itu, Kemenparekraf juga akan berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Rencananya kolaborasi ini pun akan diperkuat dengan nota kesepamahaman.

“Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi langkah kita dalam mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia. Bukan hanya medical tourism, tapi juga health tourism yang mendorong kebugaran, anti penuaan, juga mendorong MICE ilmiah kedokteran untuk dilakukan di Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih, menyambut baik dukungan pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf yang akan mendorong dunia kesehatan Indonesia untuk menjadi target wisata.

Seperti diketahui, wisata medis saat ini menjadi salah satu yang dijadikan unggulan dalam menarik minat wisatawan di sejumlah negara.

Data research and market bulan Maret 2020 menyebutkan, potensi pasar pariwisata medis global hingga tahun 2026 diperkirakan mencapai 179,6 juta dolar AS atau sekitar Rp2.580,4 triliun.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button