News

Twitter dan Facebook Cegah Akses Untuk Mantan Presiden AS, Kenapa?

Hobring.comTwitter baru-baru ini membuat heboh. Pasalnya platform logo burung putih tersebut tidak mengizinkan mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk memiliki akunnya kembali.

Akun Twitter Donald Trump sendiri dihapus oleh Twitter usai terjadinya kerusuhan yang dilakukan pendukungnya yang menyebabkan kepungan yang membahayakan di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.

Dilansir CNBC, Ned Senegal menilai penghapusannya akun Trump atau bahkan orang penting lainnya akan tetap dilakukan oleh Twitter untuk menjaga kenyamanan pengguna Twitter lainnya.

“Ini adalah cara kerja kebijakan platform kami, ketika anda dihapus dari Twitter maka komentar anda juga akan dihapus, dan kamu tidak memperdulikan status atau jabatan kalian, entah pejabat publik atau lainnya,” jelas Ned.

Baca juga:

“Kebijakan kami diciptakan untuk membuat orang tidak menghasut kekerasan, dan bila ada yang melakukannya, maka sudah pasti kami harus menghapusnya dan tidak mengizinkan orang yang bersangkutan kembali menggunakan akunnya,” tambahnya.

Perlu diketahui Trump adalah pengguna Twitter yang aktif, bahkan selama menjabat pria berusia 74 tahun itu selalu menggunakan akunnya untuk kampanye, menyelesaikan masalah, hingga mengumumkan berbagai kebijakan. Pada saat pemblokiran, akun Twitter Trump memiliki lebih dari 80 juta pengikut.

Twitter dan Facebook Cegah Akses Untuk Mantan Presiden AS Kenapa 1
Sumber: detikInet

Menariknya penghapusan akun mantan presiden Amerika Serikat tersebut bukan hanya dilakukan oleh Twitter saja. Diketahui Facebook juga menerapkan hal yang serupa dengan Twitter, yakni penghapusan akun Trump.

Meski sudah diblokir oleh Twitter dan Facebook, mantan presiden Amerika Serikat tersebut kembali hadir di media sosial, ia hadir pada media sosial Gab pada Senin (8/2/2021) kemarin.

Di akun media sosial Gab, Trump menyatakan penolakannya untuk menghadiri pemakzulan di Kongres. Undangan yang diberikan pada Trump tersebut berisi ia dituduh menghasut pemberontakan dan berujung kerusuhan di Gedung Capitol, pada Januari lalu.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button