NewsToys

Tren Fingerboard, Serunya Main Skateboard dengan Jari di Kalangan Remaja

Hobring.com – Menghilangkan rasa jenuh saat bekerja tidak hanya dilakukan dengan camilan atau minuman dingin. Kenyataannya mainan pun bisa mnejadi alat yang efektif ketika stres melanda di jam kerja.

Ada beberapa mainan sederhana yang tidak butuh tempat luas, juga berharga miring, bisa jadi teman kerja yang baik karena fungsinya bisa meredakan stres kamu, seperti fingerboard ini misalnya.

Apa yang terbersit di pikiranmu ketika mendengar kata fingerboard? Kalau yang kamu bayangkan adalah sebuah papan luncur yang bisa dimainkan dengan jari layaknya skateboard. Tebakanmu betul sekali.

Yang hobi bermain skateboard atau sepeda BMX pasti tahu mainan fingerboard. Bentuknya seperti skateboard tapi super mini.

Baca Juga:

Mirip dengan fungsi skateboard, fingerboard atau finger skateboard dilengkapi juga dengan moving wheels, graphics, dan trucks.

Bahkan pada umumnya, fingerboard memiliki variasi lebar antara 29 hingga 33 milimeter dan panjang 10 milimeter (di komunitas Indonesia), untuk memudahkan jari kamu melakukan trick.

Ukurannya yang amat kecil membuatnya bisa dimainkan dengan jari. Itulah sebabnya mainan ini diberi nama fingerboard.

fingerboard

Asal mula fingerboard

Pada mulanya, fingerboard atau papan jari ini pertama kali dibuat secara tidak sengaja oleh Lance Mountain yang lahir pada 1964 dan telah dikenal sebagai seorang pemain skateboard profesional.

Idenya ini sebenarnya hanya diniatkan sebagai sebuah miniatur atau gantungan kunci saja yang Dia buat dengan kayu dan karton.

Sementara untuk rodanya sendiri dibuat dari mainan mobil-mobilan hot wheels dan truck dari besi atau kayu.

Hingga akhirnya perusahaan bernama Tech Deck menaruh antusiasme terhadap gantungan kunci tersebut.

Setelah melakukan berbagai perbaikan, Tech Deck akhirnya memiliki izin untuk memproduksi fingerboard yang dicitrakan nyaman serta rideable.

Dengan alasan menjaga kualitas, Tech Deck mengeluarkan fingerboard yang berbahan dasar plastik, di mana hingga kini bahan dasar tersebut sudah menguasai pasar permainan papan luncur jari ini di dunia.

Pada tahun 2000, papan luncur jari ini mulai diproduksi kembali dengan bahan dasar kayu ringan dengan ukuran lebar kisaran 29 milimeter, dan dimodifikasi demi kenyamanan jari saat memainkan fingerboard.

Tak lama, muncul pula roda dan bearing serta desain yang semakin realistis serta dilengkapi tambahan grip tape yang halus yang benar-benar cocok untuk permainan satu ini.

Keunikan fingerboard

Saat ini, fingerboard telah menjelma menjadi mainan yang popularitasnya juga terus mendunia.

Diproduksinya fingerskate bukan tanpa alasan. Ada beberapa hal menarik sekaligus keunikan yang ditawarkan mainan ini dibanding skateboard asli.

  • Dengan ukurannya yang mini, Anda bisa memainkan permainan ini di mana saja. Apalagi di Indonesia di mana bermain skateboard sangat sulit dilakukan.
  • Kebanyakan pemain skateboard pasti pernah mengalami kecelakaan. Sedangkan fingerboarding jelas tak akan membahayakan Anda.
  • Harganya lebih murah.
  • Memiliki daya tarik dan sensasi asyik tersendiri saat kita memainkannya.

Harga fingerboard bervariasi, tergantung ukuran dan bahan yang digunakan, juga desainnya.

Yang versi murah sekitar Rp 20 ribu rupiah, sedangkan yang bahannya berkualitas, biasanya terbuat dari kayu maple berkisar Rp 70 ribu-100 ribu.

Komunitas fingerboard di Indonesia

Sampai saat ini banyak sekali komunitas permainan fingerboard di dunia, termasuk Indonesia.

Hampir di setiap kota besar di Indonesia memiliki komunitas atau perkumpulan fingerboard asal daerah masing – masing, salah satunya Indonesian Fingerboarding Association (IFA).

Komunitas ini sendiri dibentuk oleh Rama dan Adhi pada Juni 2010. Saat ini, IFA punya jumlah pengikut di fanpage Facebook sebanyak 7.602 orang.

Cara memainkan fingerboard tak beda jauh dengan dasar-dasar bermain skateboard. Tak ada panduan baku soal cara memainkan atau menggerakan papan mini fingerboard.

Tak sekedar meluncur, jari-jarimu bahkan bisa memainkan trick seolah tengah meluncur betulan dengan papan skateboard.

Ada gerakan-gerakan standar, seperti kick flip (memutar papan ke samping), hingga switch alias mengganti fungsi masing-masing jari telunjuk dan jari tengah.

Untuk melakukan lompatan Ollie, pemain harus menghentak bagian belakang papan dengan jari tengah, kemudian ditahan ke depan dengan jari telunjuk. Pemain juga bisa menciptakan gerakannya sendiri.

Untuk kamu yang suka skateboard pastu juga tertarik nyobain fingerboard deh. Kalian bisa ikut nongkrong bersama komunitas yang satu ini. Kalian bisa berkunjung ke Toysmarket yang terletak di Blok M Plaza Lantai 4, guys!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button