NewsLifestyle

Tips Sederhana Untuk Memulai Gaya Hidup Minimalis ala Cynthia Lestari

Tips gaya hidup minimalis

Hobring.com – Minimalism lifestyle atau gaya hidup minimalis adalah sebuah gaya hidup yang berasal dari pola pikir dan cara pandang yang berhubungan dengan kesederhanaan.

Tak sedikit orang yang berganggap bahwa konsep decluttering sama artinya dengan gaya hidup minimalis. Lalu, apa itu konsep decluttering?

Decluttering adalah kegiatan yang bertujuan untuk memilih dan memilah barang yang sudah tidak terpakai lagi dan kemudian membersihkannya. Sekilas memang mirip dengan gaya hidup minimalis tapi ternyata tidak.

Cynthia Suci Lestari, Pendiri komunitas Lyfe With Less (LWL) mengatakan bahwa gaya hidup minimalis bukan hanya sekadar decluttering saja. Menurutnya gaya hidup minimalis menyangkut kepada segala aktivitas kegiatan baik yang terlihat maupun tidak.

“Banyak orang-orang soalnya mengira minimalism itu sama dengan decluttering aja, padahal no. Minimalism itu beyond dari situ,” kata Pendiri Lyfe With Less, Cynthia Suci Lestari kepada Hobring.com pada Kamis (27/05) melalui Zoom.

“Bisa ditarik ke lebih besar lagi in the bigger picture gitu ya bahwa minimalism itu sebuah cara pandang, pola pikir dan mindset kita yang membuat kita itu fokus pada apa yang membuat kita esensial. Dan menjauhkan diri kita dari hal-hal yang sudah tidak lagi memiliki value, sudah tidak lagi bermanfaat untuk diri kita.”


Baca Juga:


Sederhananya menurut Cynthia gaya hidup minimalis bukan sekadar decluttering tapi juga tentang bagaimana manusia dapat mencukupkan diri sesuai dengan kebutuhan dan hal-hal yang bermanfaat.

Bagi Anda yang saat ini sedang tertarik mengenai gaya hidup yang satu ini. Cynthia Lestari akan membagikan tips sederhana untuk memulai gaya hidup minimalis yang disebut dengan nama 7R. Yuk simak langkah-langkahnya.

Rethink

Lyfe With Less
Ilustrasi

Saat ini sering kali kita menemukan ajakan untuk peduli terhadap lingkungan dengan menggunakan produk atau barang-barang yang berkelanjutan atau sustainability.

Sebenarnya, nggak ada yang salah dengan produk dan barang tersebut. Tapi yang jadi persoalan adalah saat budaya konsumtif kita semakin tinggi dengan dalih peduli terhadap lingkungan.

Menurut Cynthia hal tersebut dinamakan dengan istilah lapar mata. Kunci dari gaya hidup minimalis pada dasarnya mengetahui dan memahami apa yang menjadi prioritas kebutuhan.

“Kalau misalkan alasannya kita mau mendukung sustainability. Sebenarnya nggak perlu punya mindset kita harus beli sesuatu dulu untuk memulai gaya hidup baik.”

“Kalau mikirin beli baru (itu namanya) belum jadi minimalis. Itu sebenarnya cuman ikut-ikutan trend aja. Itu sebenarnya cuman laper mata sih menurut aku. Tapi kalau secara fungsi, temen-temen pasti udah punya namanya botol tumblr sendiri.”

Mulailah dengan Rethink atau memikirkan kembali. Sebelum Anda membeli sesuatu, pastikan Anda mencari sesuai dengan kebutuhan seperti yang dikutip dari YouTube Lyfe With Less.

Dengan melakukan rethink ternyata dapat membantu kita untuk membuat skala prioritas mulai dari apa yang kita sekadar kita inginkan sampai apa yang paling kita butuhkan.

Refuse

Lyfe With Less
Ilustrasi

Menolak atau refuse adalah langkah berikutnya yang bisa Anda lakukan untuk memulai gaya hidup minimalis. Cara sederhana yang bisa Anda lakukan adalah menolak segala sesuatu hal jika tidak terlalu dibutuhkan.

Misalnya menolak produk yang tidak mendukung gaya hidup minimalis, menolak mengonsumsi botol kemasan sekali pakai dan lain sebagainya.

Reuse

Lyfe With Less
Ilustrasi

Langkah sederhana selanjutnya adalah menggunakan barang-barang yang masih dapat digunakan sampai masa pakainya telah habis.

Misalnya membuat meja atau kursi dari ban bekas, memanfaatkan kaleng bekas sebagai telepon mainan anak-anak dan masih banyak lagi.

Repair

Lyfe With Less
Ilustrasi

Ada barang yang rusak? Kalau masih bisa diperbaiki, kenapa tidak? Memulai gaya hidup minimalis dengan memperbaiki barang-barang yang rusak merupakan cara yang tepat.

Selain memperbaikinya, melakukan repair bisa membantu kamu lebih hemat dalam hal pengeluaran. Sebab selalu ada pilihan untuk diperbaiki sebelum membeli yang baru.

Recycle

Lyfe With Less
Ilustrasi

Asah kreativitas dengan memaksimalkan barang-barang yang ada disekitar kita untuk dijadikan sebuah prakarya yang memiliki nilai.

Cara paling sederhana dari recycle untuk memulai gaya hidup minimalis adalah melakukan gerakan Rp 0 atau nol rupiah.

Sesuai dengan maknanya, gaya hidup minimalis adalah pola pikir. Sehingga mengubah pola pikir dengan memanfaatkan apa yang ada disekitar kita adalah cara yang tepat untuk memulai gaya hidup minimalis.

“Temen-temen bisa memulainya dengan nol rupiah. Temen-temen bisa ngecek ke sekeliling temen-temen. Cek dulu apa yang sebenarnya bisa pilah dan eliminasi. Jadi untuk memulai gaya hidup apapun deh, nggak cuman gaya hidup minimalis,” jelas Cynthia.

“Nggak perlu mikir harus punya apa dulu nih. Apakah harus punya reusable bottles dulu? Apakah harus punya stainless straw dulu? Nggak. Tapi yang benar adalah temen-temen harus punya mindsetnya dulu.”

Tujuannya agar barang dapat dimanfaatkan kembali dalam bentuk lain. Beberapa contoh dari recycle adalah membuat tas dari bungkus-bungkus plastik sekali pakai, membuar sendal dari plastik bekas yang telah dihancurkan, dan membuat buku dari koran atau kertas bekas.

Reduce

Lyfe With Less
Ilustrasi

Reduce adalah langkah untuk mengurangi barang-barang yang tidak terpakai dengan cara decluttering.

Seperti yang sudah kita pahami bahwa gaya hidup minimalis bukan hanya decluttering saja. Tapi jika Anda sudah melakukannya berarti Anda termasuk sudah melakukan gaya hidup minimalis.

Regift/Resell

Lyfe With Less
Ilustrasi

Preloved secara sederhana diartikan sebagai barang bekas pakai yang umumnya sudah tidak terpakai lagi oleh pemiliknya tapi masih layak untuk digunakan.

Dalam komunitas Lyfe With Less, salah satu program yang mendukung adanya aktivitas Regift atau Resell disebut dengan nama Saling Silang.

“Saling Silang adalah satu hari teman-teman boleh menjual atau kasih gratis ke sesama member (Lyfe With Less) hasil dari decluttering mereka. Kegiatan ini ditujukan supaya teman-teman rajin dan rutin melakukan decluttering,” ujar Cynthia.

Selain program Saling Silang, Lyfe With Less juga memberikan ruang diskusi kepada sesama pegiat gaya hidup minimalis yang dinamakan LWL Sharing Community.

Kegiatan tersebut adalah aktivitas diskusi antar member Lyfe With Less di telegram. Tak hanya itu saja, Cynthia juga membuka kelas intensif yang disebut dengan nama LWL Class.

Nantinya melalui LWL Class, Cynthia akan memberikan ilmu dan pengetahuan tentang gaya hidup minimalis dan lainnya kepada para peserta setiap bulan.

Cythia Lestari berharap bagi Anda yang baru saja memulai gaya hidup minimalis untuk tidak perlu takut memulainya. Menurutnya, tak sedikit yang mengira gaya hidup minimalis cenderung esktrim.

Padahal menurut Cynthia, gaya hidup minimalis sangat menyesuaikan setiap individu masing-masing. Hal yang paling penting adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai gaya hidup minimalis sebelum memulainya.

Saat Anda sudah berani mengambil perubahan besar dalam hidup dengan mengadopsi gaya hidup minimalis. Itu artinya Anda sudah turut mengambil peran untuk menyelamatkan bumi dan lingkungan sekitar.

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button