NewsMusik

Terjerat Kasus Narkoba, Inilah Kisah Perjalanan Karier Anji eks ‘Drive’

Hobring.com – Musisi asal Indonesia, Erdian Aji Prihartanto atau yang lebih dikenal dengan nama Anji adalah sosok musisi berbakat di Indonesia.

Pada Jumat 11 Juni 2021, Anji tertangkap oleh polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba di sebuah rumah di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo membenarkan terkait tertangkapnya Anji dikediamannya. Ia tertangkap seorang diri dengan barang bukti berupa narkoba jenis ganja.

“Barang bukti yang ada padanya adalah narkotika jenis ganja. Yang bisa kami sampaikan saat ini bahwa nisial EAP atau AN itu adalah Erdian Aji Prihartanto atau Anji,” Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo kepada media pada Minggu (13/06).

Sementara itu, saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus yang menjerat mantan vokalis band Drive tersebut mengenai barang bukti dan lain sebagainya.


Baca Juga:


“Pada saat diamankan yang bersangkutan sedang sendirian. Yang bersangkutan kooperatif di dalam pemeriksaan. Kami pelajari setelah kami menangkap yang bersangkutan dan mengamankan beberapa barang bukti,” ujar Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Ronaldo Maradona pada Senin (14/06) di Polres Jakarta Barat.

“Jadi saya minta dukungannya, minta juga waktunya supaya kami bisa menyelesaikan pemeriksaan ini dengan cepat dan tuntas.”

Sebelum tertangkap oleh Polres Jakarta Barat, Anji pernah memposting sebuah cuitan di laman Twitter miliknya pada 25 Maret 2013.

Dalam cuitannya ia menuliskan, “Gue lebih baik orang make narkoba sendiri, ngerugiin diri sendiri. Dibanding yang melakukan sesuatu, yang mengakibatkan orang terbunuh.”

Cuitan Anji kembali muncul kepermukaan setelah namanya tersandung kasus narkoba dan membuatnya tertahan di Polres Jakarta Barat.

Ia pun harus mendekam di Polres Jakarta Barat dengan melalui berbagai rangkaian pemeriksaan guna mempertanggungjawabkan tindakannya.

Perjalanan Karier

Bakat Anji dalam dunia musik sudah terlihat sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu ia menyanyikan lagu Bintang Kejora pada saat pentas seni sekolah.

Dilansir dari laman Kompas.com, Anji kemudian mulai menekuni bidang musik. Ia sempat membuat grup band saat duduk di bangku sekolah menengah pertama bersama teman-teman sekolahnya.

Namun sayangnya, grup band itu harus bubar lantasan salah satu anggota dari mereka terjerat kasus narkoba. Mimpi bermain musik sempat terkubur kembali.

Sampai akhirnya ia kembali memberanikan diri untuk membentuk sebuah grup band saat ia sedang mengenyam bangku perkuliahan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Grup band itu kemudian diberi nama Yuck Fou dengan posisi sebagai bassist.

Meskipun aktif sebagai musisi di Yuck Fou, Anji juga bergabung dengan beberapa band lainnya seperti Vintage, Rockmotiv dan Clinic Funk.

Sampai pada suatu ketika, Anji lebih memilih untuk bergabung dengan Clinic Funk dan membentuk studio band yang diberi nama Clinic Studio.


Baca Juga:


Pada 2002, Clinic Funk berhasil merekam tiga lagu dalam sebuah album yang berjudul Imperium. Mereka juga terus menorehkan prestasi dan mendapatkan perhatian dari publik.

Orang tua Anji terutama Ibunda menyadari bakat buah hatinya dapat membawa perubahan. Ia pun tak segan-segan untuk turut mendukung pilihan Anji saat memutuskan berkarier dijalur musik.

Pada 2004, Anji berhasil mengikuti ajang pencarian bakat bergengsi yakni Indonesia Idol. Sayangnya, langkah ia terpaksa terhenti pada babak 76 besar.

Meskipun demikian, kegigihan Anji tidak menyurutkannya di industri musik. Ia membentuk band yang diberi nama Menthol. Setelah terbentuk grup band tersebut, Anji pun bertemu dengan Robet, seorang manajer dari band Flow.

Pertemuan itu yang pada akhirnya membawa Anji menggantikan posisi Avant sebagai vokalis band Flow. Pada 2005, band Flow secara resmi berganti nama menjadi Drive dan nama Anji kian melejit sebagai musisi papan atas dengan panggilan Anji ‘Drive’.


Baca Juga:


Selama perjalanan kariernya sebagai vokalis grup band Drive, Anji bersama grupnya berhasil menelurkan beberapa album di antaranya Esok Lebih Baik yang rilis pada 2007 dan diproduseri oleh Piyu Padi.

Kemudian album Kita Untuk Selamanya pada 2008, Ode pada 2008 sebagai album kompilasi, Bintang yang Bersinar pada 2010 dan Seakan di Surga sebagai single yang rilis pada 2011.

Masih di tahun yang sama yakni 2011, Anji mengalami konflik internal dan memutuskan untuk hengkang dari grup band tersebut dan single Seakan di Surga adalah single terakhirnya bersama grup band Drive.

Setelah keluar dari Drive, Anji memilih untuk berkarier secara solo. Album solo perdana yang ia lahirkan pada 2011 adalah Luar Biasa.

Pada 2014, Anji kembali mengeluarkan album solonya yang diberi nama Anji dan pada 2015, Anji resmi mengubah nama panggungnya dengan sebutan Anji Manji. Pada 2016, pertama kalinya Anji Manji merilis single yang diberi nama ‘Dia’.

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button