LifestyleNews

Tentang Long Covid yang Wajib Diketahui

Hobring.com – Long Covid membuktikan jika Covid-19 punya dampak yang luas, bukan cuma seputar sistem pernapasan, namun, juga hampir seluruh bagian tubuh.

Long Covid atau Long-term Covid merupakan suatu keadaan di mana seorang penyitas Covid-19 yang sudah dinyatakan negatif dan tidak menular masih merasakan berbagai keluhan yang sangat menyiksa dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Long Covid bukanlah istilah medis, sebab hingga saat ini penelitian tentangnya masih terus berlangsung. Seperti diolah dari publikasi Covid Survivor Indonesia, Fenomena ini sendiri diperkenalkan oleh gerakan penyitas Covid-19 di seluruh dunia.

Menurut WHO, sebagian orang bisa mengalami beberapa gejala yang bisa bertahan atau kambuh pada hitungan minggu atau bulan sejak tahap pemulihan awal. Hal ini juga dapat terjadi pada penyitas yang punya gejala ringan.

Baca juga:

Asal Istilah

Istilah Long Covid pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Elisa Perego asal Lombrady, Italia. Dia adalah seorang peneliti sekaligus penyitas Covid-19 yang masih merasakan berbagai keluhan dan menggunakan kata “Long Covid” untuk menggambarkan keadaan yang masih dialaminya selama terdampak virus.

Laporan Keluhan

Sejauh ini, daftar keluhan terkait Long Covid yang dilaporkan mencapai lebih dari 200 macam keluhan meliputi seluruh bagian tubuh, mulai dari ujung rambut sampai ujung jari kaki. Long Covid pun sudah dilaporkan berdampak pada Neuropsikiatri termasuk kesehatan mental para penderitanya.

Yang Berisiko Alami Long Covid

Semua penyitas punya peluang mengalami Long Covid, begitu juga kelompok OTG dan anak kecil. Risiko bakal meningkat kalau pernah memiliki lebih dari 5 gejala awal, merasakan gejala yang tergolong berat, berusia 55 tahun ke atas, pernah punya komorbid (penyakit bawaan), dan memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) tinggi.

Apakah Bisa Disembuhkan?

Belum ada terapi yang komprehensif terkait pengobatan Long Covid. Beberapa gejala dilaporkan mengalami perbaikan setelah beberapa bulan, tetapi, ada juga yang tidak. Penelitian terbaru menyatakan bahwa gejala yang masih menetap hingga di bulan ke-6 dan masih berlangsung seperti rasa kelelahan, gangguan tidur, kecemasan, dan depresi.

Kemudian, penderita juga disebut mengalami kekambuhan gejala dengan poia yang bermacam-macam. Sebanyak 52,8% mengalami kambuh dengan pola yang tidak beraturan. Sementara itu, laporan penyebab kekambuhan terbanyak antara lain aktivitas fisik 70,7%, stres 58,9%, olahraga 54,9%, dan aktivitas mental 46,2%.

Long Covid membuktikan jika Covid-19 punya dampak yang luas, bukan cuma seputar sistem pernapasan, namun, juga hampir seluruh bagian tubuh dan tindakan pencegahan sangat dianjurkan. Keluhan pada fenomena ini membutuhkan penanganan multi disiplin dan penelitian yang komprehensif.

Ia pun berpotensi mengancam produktivitas penderitanya sehingga tidak hanya berdampak pada faktor kesehatan saja, tetapi, juga pada factor sosial-ekonomi. Sudah ada banyak penyitas yang dilaporkan mengalami tekanan di tempat kerja, pengurangan upah, hingga pemecatan karena dianggap tidak produktif lagi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button