NewsTraveling

Rekomendasi Tempat Wisata Religi Muslim di Indonesia

Hobring.com – Bulan Ramadan selalu berkaitan erat dengan aktivitas yang lebih religius salah satunya melakukan wisata religi. Selain dapat lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa, beberapa tempat wisata religi Muslim di Indonesia ini ternyata bisa menambah pengetahuan baru untuk kita.

Adapun tempat wisata religi yang sudah popular di Indonesia adalah Masjid Istiqlal di Jakarta. Menurut beberapa sumber berita menuliskan bahwa Masjid Istiqlal memiliki kaitan erat dengan pasca kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebagai bagian dari situs bersejarah Indonesia, Masjid Istiqlal mengalami banyak perubahan mulai dari era Ir Soekarno sampai saat ini di era Joko Widodo. Oleh karena itu, destinasi yang satu ini bisa dijadikan referensi tempat wisata religi Muslim di Indonesia.

Tak hanya Masjid Istiqlal, rupanya ada beberapa tempat wisata di Indonesia yang bisa dijadikan destinasi Anda saat berpetualang. Berikut ini, Hobring.com akan rekomendasikan tempat wisata religi Muslim di Indonesia. Yuk simak ulasannya.

1. Keraton Yogyakarta

Siapa yang tidak mengenal Keraton Yogyakarta? Tempat dengan nama lengkap Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini adalah istana resmi milik Kesultanan Ngayogyakarta yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Didirikan oleh Sultan Hamengkubuwana I di tahun 1755. Tempat bersejarah yang satu ini merupakan bagian dari cikal bakal Kesultanan Yogyakarta.


Baca Juga:


Kehadiran Kesultanan Yogyakarta tidak lepas dari dinasti Mataram Islam dan berkaitan erat juga dengan Kesunanan Surakarta di Solo, Jawa Tengah. Salah satu bagian dari Kompleks Keraton Yogyakarta yakni Masjid Gedhe Kesultanan adalah tempat wisata religi Muslim paling popular di Indonesia.

Masjid Besar Yogyakarta ini berada di sebelah barat dari Kompleks Alun-alu Utara. Umumnya, masyarakat setempat menyebut Masjid Gedhe Kesultanan dengan sebutan Masjid Gedhe Kauman.

Selain Masjid Gedhe, Keraton Yogyakarta memiliki beberapa bagian bangunan mulai dari Kompleks Pagelaran, Kompleks Siti Hinggil, Kemandhungan Lor, Kompleks Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul, Siti Hinggil Kidul, dan beberapa kompleks lainnya.

2. Makam Sunan Ampel Surabaya

Surabaya adalah kota yang memiliki banyak tempat wisata religi yang popular di Indonesia. Salah satu tempat wisata religi yang tak boleh Anda lewatkan adalah Makam Sunan Ampel yang terletak di Kampung Ampel, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Sunan Ampel adalah salah satu tokoh wali di antara Walisongo yang kehadirannya bertujuan untuk menyebarkan ajaran agama Islam khususnya di Pulau Jawa. Salah satu media penyebarannya yang kita kenal sampai saat ini adalah Masjid Ampel Surabaya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh islamicdesign (@desainislam)

Didirikan pada 1421, Masjid Ampel tak hanya dapat digunakan untuk beribadah saja. Anda juga bisa menikmati kisah sejarah Sunan Ampel dalam masa memimpin dakwahnya di Surabaya.

Anda juga bisa berziarah kubur untuk mendoakan beliau dan mereka yang telah menghadap Yang Maha Esa. Tempat wisata religi yang satu ini ramah untuk anak-anak dan keluarga.

3. Makam Batu Layang

tempat wisata religi
Makam Batu Layang. Foto: Kebudayaan Kemendikbud

Kota Pontianak adalah salah satu kota besar yang berada di wilayah Kalimantan Barat. Jika Anda berkunjung ke kota yang satu ini, sempatkanlah untuk mengunjungi makam Sultan Syarif Abdurrahhman atau makam Batu Layang.

Sultan Syarif Abdurrahhman adalah seorang pendiri sekaligus sultan pertama di Kerajaan Pontianak. Pada saat itu, ia mendapatkan gelar Syarif Abdurrahman Ibnu Al Habib Alkadrie dan mulai memimpin Kota Pontianak di tahun 1771.

Sebagai bagian dari keturunan Arab Hadramaut, kehadiran Sultan Syarif Abdurrahhman tidak lepas dari perannya untuk menyebarkan ajaran Islam di Kota Pontianak.

Pada masa pemerintahan VOC, Sultan Syarif Abdurrahhman memiliki peran penting untuk membebaskan wilayahnya dari otoriter kolonial Belanda. Sampai saat ini, jasa dan perjuangan Sultan Syarif Abdurrahhman selalu dikenang dengan menjadikan masa awal kepemimpinannya sebagai hari jadi Kota Pontianak.

4. Masjid Terapung Makassar

Salah satu tempat wisata religi yang popular di Indonesia adalah Masjid Terapung Makassar atau Masjid Amirul Mukminin. Masjid yang satu ini adalah masjid pertama yang mengusung gaya serta konsep apung di timur laut Pantai Losari.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh taufiqrahman (@taufiqrahman92)

Masjid yang terletak di Jalan Penghibur No.289, Losari, Kota Makassar ini tak hanya menyuguhkan nuansa religi saja tetapi juga memberikan Anda pengalaman yang menakjubkan tentang Pantai Losari.

Didirikan sejak 2009, Masjid Terapung adalah salah satu destinasi tempat wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Makassar. Beberapa momen terbaik yang bisa Anda datangi untuk mendapatkan foto yang unik adalah saat sunrise atau fajar dan sunset atau senja. Bagaimana? Anda tertarik mengunjunginya?

5. Masjid Agung Natuna

Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Natuna tidak hanya menghadirkan panorama alam yang mengagumkan tetapi juga memiliki sebuah bangunan masjid yang menakjubkan namanya Masjid Agung Natuna.

Didirikan sejak tahun 2007, Masjid Agung Natuna merupakan tempat wisata religi terbaik yang wajib Anda kunjungi saat di Kabupaten Natuna. Secara arsitektur, sekilas masjid raya ini mirip dengan Taj Mahal di India karena bentuk kubahnya yang serupa.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sholihin (@sholihin031287)

Tak hanya itu saja, kemegahan Masjid Agung Natuna dapat terlihat dari barisan shaf di dalam masjid yang dapat memuat hingga 180 jamaah. Tentu bisa Anda bayangkan betapa luasnya tempat wisata religi yang satu ini.

Bahkan kecantikan Masjid Agung Natuna telah masuk ke dalam buku 100 Masjid Terindah Indonesia karya Teddy Tjokrosaputro yang terbit tahun 2011. Jadi, ketika Anda ke Natuna, pastikan Anda singgah ke masjid yang satu ini dan nikmati keindahan Taj Mahal-nya Indonesia.

6. Desa Pegayaman

Provinsi Bali umumnya adalah wilayah yang dianut oleh sebagian besar agama Hindu. Namun siapa sangka kalau ternyata ada sebuah desa dengan mayoritas masyarakat Muslim yang disebut dengan nama Desa Pegayaman.

Terletak lereng Bukit Gitgit tepatnya di Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, desa yang satu ini merupakan salah satu contoh akan hadirnya keberagaman umat beragama.

Hidup rukun, toleransi dan saling bergotong royong antara umat Islam dan Hindu merupakan sesuatu hal yang lumrah saat Anda berada di Desa Pegayaman.

Menurut catatan sejarah yang dikutip dari artikel Tempo.co yang tayang pada Minggu, 19 Juli 2015 menuliskan bahwa masyarakat Bali menyebut diri mereka dengan sebuah sebutan nyama selam.

Nyama artinya saudara sedangkan selam berarti Islam. Sehingga, bila diartikan yakni orang-orang Islam yang menjalankan tradisi Bali. Tempat wisata religi ini bisa dijadikan referensi Anda untuk merasakan bagaimana suasana Islami di Bali dan hidup rukun antar umat.

7. Masjid Tua Patimburak

Peradaban Islam di Nusantara tidak hanya berkembang di wilayah Pulau Jawa, namun juga terus menjamur ke wilayah lain termasuk di Papua Barat.

Salah satu bukti nyata yang bisa kita saksikan sampai saat ini adalah hadirnya Masjid Tua Patimburak di Distrik Kokas, Fakfak, Papua Barat.

Masjid Tua Patimburak adalah salah satu pusat agama Islam dan bagian dari dimulainya jejak sejarah peradaban Islam khususnya di wilayah Papua Barat.

Dalam beberapa sumber menyebutkan bahwa agama Islam masuk ke wilayah Fakfak pada tahun 1606 melalui proses penyebaran kekuasaan Sultan Bacan yang berasal dari Tidore.

Sejak ibangun pada 1870, Masjid Tua Patimburak mengalami banyak peristiwa dan tragedi mulai dari zaman raja-raja di Nusantara, kolonialisme Belanda, penjajahan Jepang sampai di era saat ini.

Tempat wisata religi yang satu ini sangat cocok untuk Anda kunjungi karena tak hanya sebagai tempat ibadah, Anda pastinya bisa menelusuri jejak perjuangan tokoh-tokoh Islam dalam berdakwah.

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button