NewsHiburan

Pernah 13 Kali Ganti Nama, Simak Fakta Menarik Jakarta yang Belum Kamu Ketahui

Hobring.com – Bulan Juni ini, usia Jakarta nyaris 5 abad. Dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung, Jakarta kini berkembang menjadi kota metropolis.

Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjadi salah satu kota yang istimewa dan dikenal sebagai salah satu kota tersibuk di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, Jakarta juga mempunyai julukan ‘The Big Durian’ karena dianggap kota yang sebanding dengan New York City.

Bagaimana tidak, aktivitas industri maupun pemerintahan Indonesia berpusat di kota metropolitan ini.

Baca Juga:

Berada di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa, Jakarta memiliki luas wilayah sekitar 664,01 kilometer persegi.

Kota ini merupakan kota terpadat di Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 11.100.929 jiwa pada 2020.

Nah, bertepatan dengan ulang tahun DKI Jakarta yang ke-494 pada 22 Juni kemarin, berikut adalah fakta tentang kota Jakarta yang mungkin belum kamu ketahui.

Fakta Jakarta
Jakarta tempo dulu (beritasatu.com)

13 kali ganti nama

Sebelum dikenal luas dengan nama Jakarta, ternyata kota ini sudah sekitar 13 kali berganti nama. Awalnya pada abad ke-14 kota ini disebut Sunda Kelapa.

Pada 1527 diganti nama menjadi Jayakarta oleh Fatahilah. Lalu pada masa kolonial tahun 1621, Belanda pertama kali membentuk pemerintahan kota yang dinamankan Stad Batavia.

Selanjutnya berubah lagi menjadi Gemeente Batavia, dan Stad Gemeente Batavia. Tidak berhenti disitu, pada masa pendudukan Jepang sejak 1942, kota ini diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.

Setelah kemerdekaan secara berturut-turut, Jakarta berganti nama menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta, Stad Gemeente Batavia, Kota Praj’a Jakarta, Kota Praja Djakarta Raya, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, Jakarta, dan kini menjadi DKI Jakarta.

Fakta Jakarta

Monas bukan maskot Jakarta

Tahukah kamu Monas alias Monumen Nasional sebetulnya bukanlah maskot asli Jakarta, guys.

Maskot sebenarnya adalah patung burung Elang Bondol dan Salak Condet yang ada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, tahun 1989.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 1796 Tahun 1989 tentang Penetapan Salak Condet dan Burung Elang Bondol sebagai Identitas/Maskot DKI Jakarta yang ditandatangani oleh Gubernur Wiyogo Admodarminto.

Pemprov DKI Jakarta kala itu untuk menjadikan salak Condet dan elang bondol sebagai maskot karena keberadaanya yang langka. Tujuannya agar masyarakat lebih mengenal dan melestarikan flora dan fauna tersebut.

Nama pasar sesuai nama hari dalam sepekan

Menariknya, Jakarta punya nama-nama pasar sesuai dengan nama hari dalam sepekan lho, di antaranya Pasar Minggu, Pasar Senen, Pasar Rebo, dan Pasar Jumat.

Sedangkan, Pasar Selasa, Pasar Kamis, dan Pasar Sabtu, namanya tidak terdengar lagi, konon katanya karena terkalahkan oleh nama lainnya.

Menurut cerita, pemakaian nama hari dalam sepekan itu tidak lepas dari peraturan pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Saat itu, mereka mereka hanya membolehkan sebuah pasar beroperasi satu kali dalam sepekan dengan alasan keamanan dan pengunjung pasar dapat lebih mengenal setiap pasarnya.

mall jakarta

Kota dengan jumlah mall terbanyak

Tahukah Anda, bahwa Kota Jakarta merupakan kota metropolitan yang termasuk dalam kota dunia dengan mall terbanyak. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai lebih dari 170 mall.

Beberapa sumber mengatakan rata-rata orang Jakarta menghabiskan waktu sekitar tiga jam setiap kali pergi ke mall.

Baca Juga: Bosan Nonton Drakor? Coba Film Anime Terbaik Sepanjang Masa

Punya banyak museum

Bukan hanya mall, Jakarta ternyata juga punya puluhan museum. kota ini tetap mempertahankan nilai sejarah dan budayanya lewat 47 museum yang tersebar di penjuru kotanya.

Ada Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Layang-layang, Museum Fatahillah, Museum Gajah, Museum Tekstil dan masih banyak lagi.

fakta jakarta
Kebun binatang Indonesia pertama kali didirikan di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada tahun 1864.

Punya kebun binatang pertama di Indonesia

Kebun binatang pertama di Indonesia sendiri dibangun pada 1846, saat masih menjadi koloni Belanda.

Saat itu Raden Saleh, seorang pelukis kenamaan asal Indonesia, menghibahkan pekarangan rumahnya di daerah Cikini, Jakarta, untuk dijadikan kebun binatang dengan luas 10 hektar.

Kebun binatang tersebut diberi nama Planten En Dierentuin yang memiliki arti tanaman dan kebun binatang.

Tak hanya terdapat kebun binatang, di lokasi tersebut juga terdapat tempat rekreasi lainnya seperti taman, bioskop, kolam renang, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 1949, nama kebun binatang tersebut diubah menjadi Kebun Binatang Cikini. Memiliki 100 ekor satwa di antaranya banteng, beruang madu, monyet mantol dan Jawa, kijang, buaya, burung dan lain sebagainya.

Namun sayangnya, posisi Cikini yang berada di pusat kota tidak bisa berekspansi lagi untuk peragaan satwa, maka pada tahun 1964 Kebun Binatang Cikini dipindahkan ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Ragunan).

Itulah 6 fakta menarik soal Jakarta yang sering luput dari perhatian masyarakat. Jakarta memang punya banyak cerita dan keunikannya ya!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button