NewsOlahraga

Peringati Hari Perempuan Internasional, Inilah Deretan Wanita Tangguh yang Hobi Olahraga Ekstrem

Hobring.com – Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional di seluruh dunia. Peran perempuan begitu penting dalam keberlangsungan sebuah kehidupan.

Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali perempuan yang telah berkontribusi dan menginspirasi banyak perempuan lainnya. Seiring berkembangnya zaman, kini ada banyak sekali cara untuk turut berperan aktif dalam mengharumkan nama Indonesia salah satunya dengan cara melakukan sebuah hobi.

Pada umumnya, hobi merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan bisa menghilangkan penat dari aktivitas rutinitas sehari-hari yang menjenuhkan. Bahkan hobi bisa dijadikan sebuah ajang prestasi yang membanggakan.

Apa jadinya jika hobi yang dilakukan para wanita tangguh di Indonesia ini adalah hobi olahraga ekstrem? Nah, berikut ini Hobring.com rangkum untuk Anda deretan wanita tangguh di Indonesia yang memiliki hobi ekstrem.

1. Sabrina Sameh

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh SabrinaSameh (@sabrinasameh)

Wanita tangguh yang menyukai olahraga ekstrem dalam dunia balap adalah Sabrina Sameh. Pembalap asal Indonesia ini mengawali kariernya sebagai pembalap motor drag race profesional pada 2012 saat usianya masih 18 tahun.


Baca Juga:


Sabrina keturunan Mesir ini tak hanya memiliki hobi di dunia balapan saja, tetapi ia juga memiliki kesukaan kepada kegiatan alam bebas.

Gadis yang lahir pada 24 Agustus 1994 ini, ternyata sudah tertarik pada dunia balap sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Tak hanya merambah dunia balap motor, ia pun kini tengahh menjajal dunia balap mobil.

Kontribusi Sabrina dalam dunia balap salah satunya adalah menjadi juara 2 pada tahun 2017 di ajang balap NGO Internasional Drag Bike Party 2017. Acara tersebut diadakan di Bangkok Avenue, Thailand untuk kategori kelas Super Matic 200 cc.

2. Mathilda Dwi Lestari dan Fransiska Dimitri Inkiriwang

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh WISSEMU 🇮🇩 (@ina7summits)

Apa yang Anda bayangkan saat mendengar kata Gunung Everest? Pasti sangat sulit dicapai karena gunung tersebut bagian gunung tertinggi di dunia.

Tapi tidak ada yang sulit bagi Mathilda Dwi Lestari dan Fransiska Dimitri Inkiriwang, pendaki gunung asal Indonesia yang membawa Sang Merah Putih ke puncak Gunung Everest.

Kegiatan mendaki gunung sering kali menjadi impian di kalangan wanita, namun tentu saja hanya segelintir orang yang mempunyai skill dan juga pengetahuan mendaki gunung yang benar.

Deedee (sapaan akrab Fransiska Dimitri Inkiriwang) dan Hilda (sapaan akrab Mathilda Dwi Lestari) tergabung dalam tim ekspedisi Wissemu (The Women of Indonesia’s Seven Summits Ekspedition Mahitala Universitas Parahyangan) pada tahun 2018.

Adapun Ketujuh puncak yang telah mereka daki sejak tahun 2014 sampai 2018 oleh tim Wissemu di antaranya:

  1. Carstensz Pyramid (4.884 Mdpl) di Papua Indonesia,
  2.  Elbrus (5.642 Mdpl) di Rusia,
  3. Kilimanjaro (5.895 Mdpl) di Tanzania Afrika,
  4. Aconcagua (6.962 Mdpl) di Argentina,
  5. Vinson (4.897 Mdpl) di Ellsworth Range Antarktika,
  6. McKinley (6.194 Mdpl) di Alaska Amerika Utara dan,
  7. Everest (8.850 Mdpl) di Nepal.

Berawal dari hobi mendaki gunung, jika ditekuni dengan baik hal itu nyatanya telah membawa Deedee dan Hilda menggapai puncak tertinggi di dunia.

Mereka bahkan telah berhasil menginspirasi banyak wanita lainnya bahwa sesungguhnya wanita bisa dan mampu jika ia mau berusaha dengan tekad yang kuat dan kegigihannya.

3. Evania Katiandagho

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh HakunaMatata (@evakeliboo)

Bagi masyarakat di Sulawesi Utara nama Evania Katiandagho mungkin sudah tidak asing lagi. Beberapa tahun terakhir Evania menarik perhatian publik karena hobinya yang ekstrem yaitu olahraga panjat tebing.

Gadis kelahiran 1 Juli 2000 ini mengenal dunia panjat tebing berawal dari ajakan sepupunya untuk melakukan olahraga tersebut.

Meski awalnya tidak terlalu tertarik dengan olahraga ekstrem ini, namun Evania yang kala itu mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba panjat tebing di daerahnya.

Tak disangka hal itu ternyata membuahkan hasil yang tak terduga dengan masuknya Eva ke babak final. Sejak saat itulah, Eva mulai mengikuti ajang lomba panjat tebing di daerahnya dan sering mendapatkan juara.

Selain memiliki hobi panjat tebing, Eva juga suka sekali dengan mendaki gunung. Salah satu gunung yang pernah ia tapakki yaitu Gunung Klabat. Gunung tersebut merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Utara.

4. Maria Selena

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @mariaselena_

Apa yang Anda bayangkan saat mendengar Puteri Indonesia? Pasti tidak jauh dari keanggunannya saat berjalan di atas panggung sampai pesona kecantikannya yang mengagumkan.

Nah apa jadinya jika seorang Puteri Indonesia memiliki hobi olahraga ekstrem seperti yang dilakukan oleh Maria Selena?

Jika biasanya olahraga jet ski dimainkan oleh para pria, kali ini jet ski berhasil dimainkan dengan apik oleh Puteri Indonesia 2011 yang satu ini.

Wanita kelahiran 24 September 1990 ini tak hanya jago olahraga jet ski saja. Ia bahkan punya keahlian lain di bidang olahraga yaitu sebagai pemain basket.

Alumni Institut Teknologi Bandung ini juga kerap kali membagikan momen serunya saat bermain jet ski di media sosial pribadi miliknya.

Tak hanya memiliki paras yang memesona, Maria Selena juga memiliki kepribadian yang sportif dan tentu saja berhasil menginspirasi wanita lainnya. Wah, salut deh!

5. Vanesha Prescilla

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Vanesha Prescilla (@vaneshaass)

Wanita tangguh berikutnya yang memiliki hobi olahraga ekstrem adalah Vanesha Prescilla. Siapa sangka, pemeran Milea dalam film Dilan 1990 ini ternyata sangat menyukai olahraga off road.

Gadis kelahiran Jakarta, 25 Oktober 1999 ini menyukai olahraga ekstrem off road sejak ia duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Sejak menyalurkan hobinya di off road, Sasha (sapaan Vanesha Prescilla) mengaku mendapatkan banyak pelajaran yang berharga salah satunya adalah menjadi lebih berani dan percaya diri ketika melakukan suatu tindakan ataupun keputusan.

6. Defia Rosmaniar

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh DefDef (@defiarosmaniar)

Masih ingatkah Anda pada salah satu atlet muda asal Indonesia yang menyumbangkan emas pada ajang Asian Games 2018 kategori olahraga taekwondo?

Kalau masih belum ingat, Hobring.com akan kembali mengingatkan Anda kepada seorang gadis muda bernama Defia Rosmaniar.

Nama Defia semakin melejit bak roket yang diterbangkan ke angkasa pasca kemenangannya pada ajang bergengsi Asian Games di tahun 2018.

Ia berhasil memboyong medali emas yang dia persembahkan untuk Indonesia. Perjuangan Defia tentu tidaklah mudah.

Gadis kelahiran 25 Mei 1995 ini mulai belajar taekwondo sejak tahun 2007 berkat mengikuti jejak saudaranya. Pada 2013, Defia pertama kalinya mengikuti Sea Games yang mana acara ini adalah ajang multi-event olahraga di tingkat internasional.

Saat itu usianya baru 18 tahun dan ia berhasil memperoleh medali perunggu dari tim putri dan pasangan campuran.

Pada tahun 2017, Defia kembali mewakili Indonesia pada ajang Asian Games Indoor and Martial Arts dengan memenangkan medali perunggu dalam acara individu wanita. Ia juga merupakan bagian dari tim wanita Indonesia yang mendapatkan medali perak dalam ajang tersebut.

Nama Defia Rosmaniar semakin melambung tinggi setelah memenangkan medali emas pertamanya pada kategori olahraga Taekwondo di Asian Games 2018.

Buah kerja keras Defia selama bertahun-tahun akhirnya menghasilkan sesuatu hal yang membanggakan. Tentu saja, hal itu juga bagian dari kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.

Nah itu dia deretan wanita tangguh yang memiliki hobi olahraga ekstrem mulai dari taekwondo, off road sampai panjat tebing dan mendaki gunung tertinggi di dunia.

Selamat Hari Perempuan Internasional untuk seluruh wanita di dunia. Terima kasih kepada para perempuan di garda terdepan baik itu tenaga medis maupun non medis yang tanpa mengenal lelah berjuang bersama para pejuang yang saat ini sedang melawan Covid-19.

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button