Life StyleNews

Pentingnya Bimbingan dan Konseling di Zaman Milenial

Hobring.comBimbingan dan konseling (BK) merupakan proses bantuan dengan tatap muka. Meski zaman telah berkembang namun Bimbingan dan konseling di zaman milenial tetap dibutuhkan oleh masyarakat khususnya para pelajar.

Bimbingan dan konseling merupakan proses pemberian bantuan seorang ahli yang disebut konselor terhadap orang yang memiliki masalah atau lebih dikenal dengan konseli, BK pun dilakukan secara tatap muka atau face to face.

Namun untuk penyelesaian masalah tersebut di Indonesia masih mengalami kesulitan. Sebab diketahui guru BK di sekolah bukanlah seorang mahasiswa yang berasal dari program studi  (prodi) Bimbingan dan Konseling.

Tentunya berbeda jurusan yang ditempuh saat kuliah akan berpengaruh sedikit atau banyak pada siswa yang dibimbingnya. Tapi hal tersebut perlahan mulai memudar dari kasus pendidikan di Indonesia.

Baca juga:

Pasalnya saat ini sudah banyak perguruan tinggi yang memiliki prodi Bimbingan dan konseling. Beberapa universitas tersebut, yakni Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, dan lainnya.

Dengan hadirnya prodi tersebut seolah memberikan masa depan yang cerah pada dunia pendidikan Indonesia, khususnya untuk para siswa karena mendapatkan penangan yang tepat dari guru BK yang memang lulus dari prodi itu.

Tidak hanya itu, di era milenial ini BK juga memiliki peranan penting untuk orang tua dan siswa. Kehadiran guru BK pun dapat menjadi solusi agar siswa atau orang tua mengetahui masalah yang dialaminya.

Guru Bimbingan dan Konseling di zaman milenial

Pentingnya Bimbingan dan Konseling di Zaman Milenial
Sumber: talkspace.com

Di era milenial ini juga untuk dapat menghilangkan kesalahpahaman atas permasalahan anak dan orang tua, konselor atau guru BK wajib ‘melek’ teknologi. Seorang guru BK sendiri tampaknya memang harus menguasai komputer dan aplikasi-aplikasinya.

Pasalnya untuk dapat bertukar informasi dengan orang tua murid dan guru BK, guru BK harus mahir terlebih dahulu dalam teknologi ini. Bahkan bukan hanya untuk bertukar informasi saja. Beberapa aplikasi juga dapat memudahkan pekerjaan guru BK.

Adapun aplikasi yang dapat meringankan pekerjaan guru BK diantaranya adalah SPSS, perlu diketahui SPSS adalah salah satu program yang mempermudah analisis statistik dalam ilmu sosial.

Namun fungsi lain guru BK harus menguasai teknologi bertujuan untuk memahami karakteristik anak didiknya yang akan dibimbing. Sebab setiap anak dalam tahun ajaran yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda.

Hal itu pun disampaikan secara langsung oleh Maharani Ardi Putri, Psikolog Universitas Pancasila pada Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling di Universitas Pancasila Selasa (16/1/18) lalu.

“Guru Bimbingan dan Konseling di Zaman Milenial, harus memahami karakteristik generasi Z, tentunya generasi Z berbeda dengan anak didik zaman dahulu, pendekatan yang dilakukan juga berbeda tentunya,” ucap Maharani pada Republika.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button