NewsHiburan

Pemprov Jakarta Izinkan Kafe dan Restoran Gelar Live Music, Ini Syaratnya

Hobring.com – Pemprov DKI Jakarta mengizinkan pelaksanaan live music di sejumlah kafe, restoran dan hotel dengan diikuti penerapan protokol kesehatan ketat oleh pengelola kafe dan restoran.

Hal itu disampaikan langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan kebijakan ini diambil berangkat dari adanya permintaan para pegiat seni.

“Selama setahun ini tidak mendapatkan pekerjaan seperti biasanya,” ujar Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Kamis (10/6) lalu.

Baca Juga:

Berdasarkan Surat Keputusan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 381 Tahun 2021, ada beberapa persayaratan dalam penyelenggaraan live musik di antaranya:

  • Memiliki legalitas Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).
  • Jumlah personil live music menyesuaikan luas panggung.
  • Memasang pembatas partisi atau flexyglass pada area panggung.
  • Pengunjung dilarang untuk menyumbang lagu.

“Pengunjung dilarang menyumbang lagu. Jadi pengunjung tidak lagi berinteraksi satu panggung,” katanya.

Selain itu, perizinan live music, Dinas Pariwisata dan Kreatif juga memperbolehkan kegiatan usaha baik rumah makan atau restoran atau bar atau hotel dapat beroperasi kembali.

Dengan pelonggaran tersebut pelaku usaha yang terkait perlu menyiapkan fasilitas yang memadai dengan standar protokol kesehatan, seperti:

  • Menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan melaksanakan 3M, serta mengatur jarak antar kursi makan minimal 1 meter.
  • Kapasitas maksimal pengunjung maksimal 50 persen.
  • Dapat melayani pelayanan pengantaran (Take Away/Delivery Service).

Perizinan live music akan dongkrak bisnis hiburan

Pelonggaran izin pertunjukan musik secara langsung (live music) dengan tetap memperketat protokol kesehatan di kafe, restoran, dan hotel akan mendongkrak bisnis hiburan.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan pelonggaran ini akan berdampak besar di bisnis hiburan.

“Pembatasan yang sudah panjang lebih dari satu tahun ini tentu akan ada dampak besar di bisnis hiburan. Kebijakan ini akan mendorong penyerapan sektor tenaga kerja,” jelas Maulana Yusran.

Meski diizinkan, Dia juga meminta agar pelaku usaha tetap memperhatikan protokol kesehatan agar tidak menjadi klaster baru penularan Covid-19.

“Jika prokes dilemahkan dan kasus meningkat, sama-sama rugi. Bisnis ini sangat membutuhkan interaksi langsung orang yang tidak bisa dikonversi ke digital seluruhnya,” jelasnya.

Mengingat live music selama ini memberikan nilai tambah bagi industri pariwisata, khususnya hiburan di hotel dan restoran.

Sebelumnya, Pemprov Jakarta melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro selama empat belas hari terhitung sejak tanggal 1-14 Juni 2021.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button