NewsLifestyle

Mengenal Apa Saja Jenis Aliran dalam Seni Lukis Beserta Cirinya

Hobring.com – Lukisan merupakan sebuah ungkapan jiwa seseorang yang dituangkan ke dalam media kanvas. Jenis gambar seni lukis tidaklah terbatas, mulai dari alam semesta beserta isinya, bahkan lukisan abstrak sekalipun. Nah, setiap pelukis memiliki aliran gaya dalam lukisannya, apa saja ya?

Seni lukis merupakan turunan dari seni rupa yang cara penggambarannya berwujud karya 2 dimensi, di mana unsur-unsur pokok dalam karya ini adalah garis dan warna.

Seni lukis sudah berkembang sejak ribuan tahun lamanya, dan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Di zaman prasejarah sendiri, manusia purba melukis untuk mengekspresikan jiwanya melalui lukisan di dinding gua.

Pada masa sekarang, seni lukis mendapatkan kemajuan lebih pesat lagi. Bahkan karya-karya seni pun tidak hanya bisa dinikmati lewat pameran di gedung kesenian, tapi juga dapat melalui pameran daring.

Baca Juga:

Di dunia sendiri ada begitu banyak pelukis maestro dan terkenal dengan aliran gaya dalam lukisannya, misalnya Leonardo da Vinci dengan karya agungnya Monalisa.

Saat ini lukisan tersebut masih menjadi perdebatan para kritikus lukisan dunia mengenai makna dibalik lukisan tersebut. Seni lukis telah melahirkan macam-macam aliran yang sempurna dan memiliki kekhasannya masing-masing.

Aliran seni lukis

Aliran seni lukis adalah gaya, genre atau paham khas yang diikuti oleh individu atau kelompok tertentu dalam menciptakan karya seni lukis.

Aliran yang dimaksud ini dapat berupa gagasan pokok yang dicetuskan oleh seseorang, atau mengalir alami muncul sendiri dalam perkembangan seni lukis. Berikut ini adalah beberapa aliran seni lukis dalam sejarah.

aliran seni lukis
Dok/Foto: Aliran seni lukis Romantisme karya JMW Turner

Aliran Romantisisme

Aliran romantisisme adalah aliran yang menggambarkan suatu kenyataan yang ada melalui cara yang lebih dramatisir dan memiliki suasana seperti mimpi.

Dalam aliran ini, pelukis berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan dalam tiap objeknya. Perintisnya di Indonesia adalah pelukis-pelukis di zaman penjajahan Belanda.

Ciri – ciri dari aliran seni lukis Romantisme, yaitu:

  • Sangan dinamis.
  • Mampu menyentuh perasaan, karena kedahsyatan melebihi kenyataan.
  • Ada sebuah cerita dahsyat dan emosional yang terkandung.
  • Mempunyai sifat kontras, tapi meriah.

aliran seni lukis naturalisme

Naturalisme

Aliran naturalisme adalah aliran lukisan yang ingin menggambarkan kembali alam semirip dan seakurat mungkin sesuai dengan referensi yang dilukisnya.

Aliran ini biasa diapresiasi sebagai ajang bagi seniman terhadap alam. Lukisan ini juga yang paling populer dan kebanyakan mengambil tema-tema alami.

Ciri-ciri aliran seni lukis Naturalisme:

  • Mengutamakan kemiripan gambar pada lukisan dengan objek yang dilukis sesuai dengan referensi.
  • Teknik dan kepiawaian seniman menjadi senjata utama.
  • Membawakan tema-tema lukisan yang indah namun berdasarkan kemurniannya.
  • Naturalisme adalah bentuk apresiasi seniman terhadap keindahan alam.
  • Mengangkat tema keindahan pemandangan di sekitar seniman.
Aliran seni lukis realisme The Potato Harvest oleh Jean Francois Millet
Dok/Foto: Aliran seni lukis realisme: The Potato Harvest karya Jean-Francois Millet (Serupa.id)

Realisme

Realisme adalah aliran lukisan yang ingin menampilkan suatu peristiwa, suasana atau model tertentu dengan keadaan sehari-hari, tanpa di dramatisir atau dipilih keadaan paling indahnya saja.

Ciri-ciri aliran seni lukis Realisme:

  • Mengangkat peristiwa keseharian yang dialami oleh orang kebanyakan.
  • Menggambarkan masyarakat dalam situasi yang nyata dan khas dengan lingkungan keadaan sehari-harinya.
  • Karya realis menggambarkan manusia dari semua kelas dalam situasi dan kondisi aslinya.
  • Realisme tidak setuju terhadap subjek seni yang dibesar-besarkan (dramatis) ala Romantisisme.
  • Memiliki detail gambar yang menyerupai aslinya (natural) melalui teknik tinggi yang dikuasai oleh pelukisnya.
aliran seni lukis impresionisme
Dok/Foto: bilik-seni.blogspot.com

Impresionisme

Impresionisme adalah aliran seni lukis yang hanya melukiskan impresi sekilas dari subjek yang dilukis. Aliran ini mengolah lukisan berdasarkan pantulan cahaya dari setiap bagian benda.

Setiap bagian terkecil benda akan memberikan pantulan cahaya berbeda. Oleh pelukis, cahaya yang tampak oleh mata kemudian diterjemahkan otak sebagai bentuk-bentuk tertentu.

Mereka tidak sempat menyelesaikan detail lebih jauh. Namun dari ketidaksempurnaan itu justru muncul bentuk estetis baru yang tidak dimiliki oleh aliran realisme, naturalisme, bahkan fotografi sekalipun.

Ciri-Ciri aliran seni lukis Impresionisme:

  • Gambar pada lukisan tidak detail, lukisan hanya tampak mirip jika dilihat dari jauh.
  • Palet warna yang cerah dan kontras berdasarkan teori pengelompokan lingkaran warna.
  • Fokus melukis pantulan cahaya pada subjeknya, bukan subjeknya sendiri.
  • Menggunakan teknik kuas yang disebut dab yang merupakan istilah luar untuk cocolan sambal.
  • Tidak menggunakan warna hitam.
Aliran seni lukis Fauvisme
Dok/Foto: Aliran seni lukis Fauvisme: fauvisme: Turning Road karya Andre Derain (Serupa.id)

Fauvisme

Fauvisme menggunakan gaya yang hampir mirip dengan impresionisme, namun menolak ide dasarnya, yaitu peniruan alam. Fauvisme membuat warna menjadi unsur seni yang independen.

Seni lukis ini menggunakan warna-warna cerah, sapuan kuas kasar, gambar yang disederhanakan, emosional, dan ekspresif. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, saking ekspresifnya pelukis aliran fauvism, seorang kritikus seni bernama Louis Vauxcelles sampai menjuluki mereka binatang buas.

Ciri – ciri dari aliran seni lukis Fauvisme Nan Kontras, yaitu:

  • Warna yang dipakai terlihat gak jelas kalo dibandingkan dengan aslinya.
  • Lukisan yang memakai warna liar dan juga kontras.
  • Penggunaan garis dalam lukisan ini terligat sederhana dan terkesan jelas bahkan kuat.

Aliran seni lukis Ekspresionisme

Ekspresionisme

Ekspresionisme adalah aliran yang mengutamakan ekspresi individu seniman terhadap apa yang diingat, dilihat dan dirasakannya. Bisa dikatakan ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa.

Seni lukis aliran ekspresionisme umumnya menggunakan warna yang kuat untuk mengekspresikan jiwa, penderitaan, emosional, dan spiritual.

Ciri-ciri liran seni lukis Ekspresionisme:

  • Tidak mengutamakan kemiripan objek yang dilukis.
  • Sapuan kuas yang berani dan ekspresif (bekas kuas dibiarkan tampak dan tidak ditutup-tutupi).
  • Teknik menggambar yang tampak naif (amatir) namun tetap memiliki komposisi yang baik.
  • Mementingkan ekspresi jiwa individu seniman dibandingkan dengan mengkopi alam.
  • Menggunakan warna sebagai simbol untuk suatu hal, bukan sebagai pewarna objek saja.

Aliran seni lukis Kubisme

Kubisme

Kubisme adalah aliran seni lukis yang memuat beberapa sudut pandang dari suatu objek dalam satu gambar yang sama, sehingga menghasilkan terfragmentasi dan terdeformasi.

Seni lukis ini telah menggebrak dunia seni lukis, menggambarkan cara pandang baru yang berseberangan dengan perspektif konvensional.

Aliran kubisme adalah gaya abstrak pertama seni modern yang menggambar obyek-obyek dari bentuk geometris seperti kubus yang dibentuk menjadi kolase. Pablo Picasso adalah seniman lukis yang berkecimpung di aliran ini.

Ciri-ciri aliran Kubisme:

  • Menggunakan beberapa perspektif sekaligus dalam satu gambar.
  • Melakukan deformasi dan dekonstruksi terhadap objek yang di lukis seperti posisi mulut tertukar dengan posisi hidung.
  • Menyederhanakan objek menjadi mirip dengan bentuk geometris.
  • Mengeksplorasi bentuk terbuka dan memadukan latar dengan objek didepannya.
  • Pada fase kedua Kubisme, banyak menggunakan benda sehari-hari sebagai kolase (potongan koran, dsb).
Aliran seni lukis Surealisme
Dok/Foto: The Persistence of Time oleh Salvador Dali (wikiart.org)

Surealisme

Surealisme adalah aliran yang menghadirkan gambar objek nyata dalam keadaan yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata, sehingga citranya seperti dalam mimpi.

Aliran surealis menggambarkan hal baru yang imajinatif yang tidak dibatasi oleh pemikiran rasional dan dianggap mewakili pikiran bawah sadar manusia yang liar.

Lukisan surealis seringkali terlihat asing karena mengambarkan suatu benda dengan bentuk yang aneh ditempat yang tidak seharusnya.

Ciri-ciri aliran seni lukis Surealisme:

  • Memuat gambar objek nyata dalam keadaan tidak nyata.
  • Pencitraan seperti dalam mimpi.
  • Memiliki kontras tinggi, dalam artian: terdapat wujud besar yang bersebelahan dengan wujud kecil.
  • Memainkan imaji yang terdapat dalam mimpi dengan dunia nyata.
  • Tampak seperti fantasi namun tetap berpegangan pada referensi dunia nyata.

Aliran seni lukis Abstraksionisme

Abstraksionisme

Aliran seni lukis ini adalah salah satu gaya seni yang sulit untuk dipahami. Gaya abstrak sebenarnya merupakan kebalikan dari aliran realisme.

Pelukis bisa mengurangi subjek pada warna, bentuk, maupun pola yang dominan. Penekanan dalam aliran abstrak ada pada cara melukis penafsiran seniman akan ensensi suatu objek alih-alih melukis detail yang terlihat.

Ciri – ciri dari aliran seni lukis Abstraksionisme:

  • Menampilkan unsur yang gak terbatas.
  • Garis, bentuk, dan warna ditampilkan secara alami tanpa adanya unsur mengindahkan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button