TravelingNews

Memahami Rumah Gadang Kampai Nan Panjang

Bukan bangunan biasa, Rumah Gadang Kampai Nan Panjang yang tanpa paku, semen, atau beton sekalipun bahkan mampu mempertahankan eksestensinya hingga ratusan tahun. Menembus batas dan melampauinya.

Rumah gadang adalah rumah adat Minangkabau yang dibangun diatas tiang-tiang tinggi yang bersendikan batu, didirikan di atas tanah yang sudah diperhitungkan kekuatannya dan tidak dibangun di atas kebun atau persawahan.

Tempat berdirinya rumah ini harus berdasarkan tanah yang keras yang bisa menahan berat dari rumah gadang, sebab pondasinya tidak akan ditancapakan kedalam tanah, namun, bakal diletakkan di atas batu yang pipih.

Sebagaimana diolah dari laman Direktorat Kebudayaan Kemendikbud, Rumah gadang sendiri punya arti rumah besar dengan jumlah kamar mencapai 9, 11, atau lebih, tergantung berapa orang jumlah perempuan di rumah tersebut. Besar-kecilnya bangunan lebih mengacu ke fungsinya.

Atap dari Rumah Gadang Kampai Nan Panjang berbentuk lancip seperti tanduk kerbau yang disebut gonjong, jumlahnya berdasarkan pada besarnya rumah gadang, ada yang bergonjong 2, 4, 6, dan bisa saja lebih. Sedangkan bagian dalam rumah terdiri dari lanjar, anjuang dan kolong.

Lanjar merupakan tempat khusus bagi perempuan untuk menerima tamu (melayani suaminya) baik makan dan minum dan urusan lainnya, sementara anjuang kanan ditujukan untuk kamar para gadis, anjuang kiri ialah tempat kehormatan penghulu pada saat melakukan upacara adat, dan kolong berfungsi sebagai tempat penyiapan alat pertanian atau tempat perempuan bertenun.

Keberadaan rumah gadang adalah kebesaran bagi bumi Minangkabau dengan segala filosofi yang terkandung di dalamnya, hampir dari setiap sudut bangunan mempunyai arti dan makna. Ia sudah jadi bagian dari kekayaan warisan budaya yang mempresentasikan pikiran nenek moyang berlandaskan adat yang kental dan memiliki nilai kreativitas yang tinggi.

Salah satu peninggalan nenek moyang yang masih terjaga dan lestari dari gempuran zaman yang berubah-rubah yaitu Rumah Gadang Kampai Nan Panjang. Ia masih kokoh berdiri sampai sekarang dan menjadi telah bangunan cagar budaya kekayaan bangsa.

Rumah Gadang Kampai Nan Panjang terletak di Kabupaten Tanah Datar, kira-kira berada 13 kilometer dari Batusangkar atau lebih tepatnya berada di Nagari Belimbing, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Bagunannya punyai ciri khas yang sangat unik, seperti pintu jendela kamar yang berbentuk oval dengan jumlah kamar sebanyak 7, hal ini menandakan banyaknya perempuan yang menghuni rumah gadang tersebut.

Pintu Rumah Gadang Kampai Nan Panjang juga tidak kalah menarik, karena tidak memakai engsel pintu yang terbuat dari besi, agar pintu bisa menutup dan membuka, dan yang digunakan yakni poros dengan cara melubangi kayu.

Orang-orang yang mengunjunginya bakal tercengang dengan kemampuan para ahli pendiri Rumah Gadang Kampai Nan Panjang di mana ia dikonstruksi tidak menggunakan paku, namun, menggunakan pasak-pasak yang kuat. Dibalik semua keunikan yang dimilikinya, hal yang paling menonjol adalah mampu mempertahankan eksistensinya selama ratusan tahun.

Sekarang, Rumah Gadang Kampai Nan Panjang telah menjadi sasaran destinasi wisata budaya, dan tercatat sebagai salah satu rumah tertua di Minangkabau yang dibangun sekitar abad ke 16, keberadaannya sudah diwariskan secara turun temurun pada lima generasi suku kampai.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button