TravelingNews

Katakan Selamat Tinggal pada Pantai Pulorida yang Indah di Cilegon

Hobring.com – Proyek PLTU adalah biang keladi atas hilangnya Pantai Pulorida dan Pantai Kelapa Tujuh sebagai tempat wisata di Cilegon karena masuk kawasan pembangkit listrik Suralaya.

Dua pantai yang indah dan telah menjadi pilihan favorit sebagai tempat wisata di Cilegon, yakni Pantai Pantai Pulorida dan Pantai Kelapa Tujuh, sekarang tinggal kenangan. Keduanya ditutup karena masuk dalam kawasan pembangkit listrik Surayala, menyusul proyek PLTU.

Pembangkit listrik bersumber batubara tersebut, sebagaimana dilansir dari Mongabay, sudah terbangun delapan unit. Kini, proses pembangunan insfrastruktur dilaksanakan untuk PLTU perluasan unit 9-10 yang mengusik Pantai Kelapa Tujuh, disulap buat perumahan pegawai.

Padahal, pamor Pantai Pulorida yang kerap disangka aksen lokal untuk Florida, sudah santer sejak 50an. Bahkan, majalah mingguan Star Weekly mengulas khusus dalam edisi no. 388, terbit 6 Juni 1953 silam dengan Judul “Banten Menarik Pelantjongan.”

Baca juga:

Saking ingin mengekspresikan keindahan pantai itu, digunakanlah kalimat pengandaian:

“Seorang ahli sadjak mungkin menampak banjak poezi disepandjang djalan mulai dari Merak sehingga Florida Bay, jakni beberapa KM djauhnja. Di sebelah kiri, njiur melambai-lambai, ombak mendampar-dampar pantai, sedang samudera luas nampak berkilau-kilau dalam warna kebiru-biruan dikedjauhan.”

Star Weekly

Namun, itu adalah gambaran mengagummkan Pulorida dahulu. Sekarang, sisi kiri yang bernama Jalan Nasional 19 ini cuma ada pagar-pagar bergembok. Sanikam, mantan Ketua RT 001/RW 001, Kelurahan Lebak Gede 90an sampai 2000 mengungkapkan, kalau Temposo merupakan nama resmi Pulau Rida (dalam bahasa lokal berarti suka atau senang hati).

“Terkenalnya sih Pulorida, karena orang di sini senang rekreasi di pulau itu, jadi pulau itu dinamakan Rida.”

Sanikam

Sanikam pun mengaku pernah menggantungkan hidup sebagai nelayan di pantai-pantai yang kini hilang. Pulorida sendiri, lokasinya dekat dengan rumahnya di Lebak Gede. Dia mengatakan, banyak orang di sini hidup dari pantai.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button