NewsLifestyle

Jangan Asal, Cari Tahu Cara Budidaya Ikan Cupang Untuk Pemula

Hobring.com – Ikan cupang memang tengah menjadi primadona. Ikan mungil ini dikenal akan keindahannya sebagai hewan hias. Cara ternak dan budidaya ikan cupang juga terbilang gampang-gampang susah. Penasaran? Simak penjelasannya berikut ini.

Saat ini banyak orang yang berminat untuk memelihara ikan cupang di rumah. Pasalnya, bisnis ikan cupang juga sedang populer di kalangan masyarakat. Sebab, dinilai memiliki bisnis yang sangat menguntungkan dan mudah untuk dilakukan.

Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok dan habitatnya berada di rawa-rawa, danau dan sungai yang arusnya tenang. Salah satu keistimewaan ikan cupang adalah daya tahannya yang sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen.

Sebagai salah satu ikan hias yang mudah dipelihara, cara budidaya ikan cupang tidak repot. Ternak ikan cupang tidak memerlukan tempat luas dan modal besar, karena bisa dilakukan di rumah saja. Sayangnya, sejumlah orang masih belum mengerti tentang cara budidaya ikan cupang di rumah.

Baca Juga:

Nah, setelah mengetahui jenis-jenis ikan cupang dan ragam makanannya, kamu juga perlu tahu nih cara budidaya ikan cupang berikut ini.

cara budidaya ikan cupang
Shutterstock

Pilih jenis ikan cupang

Dalam dunia ikan khususnya para pehobi ikan cupang bahwa ikan cupang memiliki dua jenis, yakni cupang hias dan cupang adu.

Cupang hias fungsinya sebagai ikan hias yang dapat dinikmati keindahan bentuknya, warna, dan gerak tubuhnya dalam air, berbeda halnya dengan cupang adu yang memang dipelihara untuk diadu dengan ikan cupang adu lainnya.

Untuk membedakan antara ikan cupang hias dengan cupang adu ini ialah dilihat dari bentuk dan gerakannya, jika gerakannya lebih agresif dan cepat, berarti ia ialah jenis ikan cupang adu. Semakin gesit gerakannya, maka ia semakin berpeluang besar untuk menang dalam peraduan ikan cupang, menarik bukan?

Pilih indukan yang berkualitas

Sebelum melakukan pengembangbiakan atau pemijahan, kamu harus memilih indukan ikan cupang yang berkualitas. Hal ini juga akan menentukan agar nantinya ikan cupang yang keluar juga berkualitas. Biasanya indukan ikan cupang yang bagus berasal dari keturunan ungu dengan tubuh yang sehat.

Langkah selanjutnya juga, kamu harus memastikan indukan jantan dan betina sudah masuk ke dalam fase matang atau siap dikawinkan. Berikut ciri-ciri indukan ikan cupang yang sudah siap kawin:

1. Cupang jantan

  • Siripnya panjang dan warnanya terang
  • Bentuk badannya panjang
  • Gerakannya lincah dan agresif
  • Setidaknya sudah berumur 4-8 bulan

2. Cupang betina

  • Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
  • Bentuk badan membulat, bagian perut terlihat membuncit
  • Gerakannya lamban
  • Setidaknya berumur 3-4 bulan

Jika sudah menemukan ciri-ciri tersebut, maka langkah selanjutnya yakni menyiapkan tempat pemijahan atau pengembangbiakan antara si jantan dengan si betina.

ikan cupang kawin

Pemijahan atau pengembangbiakan ikan cupang

Cara budidaya ikan cupang selanjutnya adalah proses pemijahan. Pemijahan adalah proses pembuahan telur oleh sperma sang ikan jantan. Kamu tidak perlu repot untuk menyiapkan pemijahan sang jantan dan betina.

Ikan cupang jantan dan betina bertemu tidak langsung memadu kasih, melainkan harus melakukan proses pendekatan. Setidaknya kamu butuh tiga medium, yakni satu tempat untuk jantan, betina, dan satu tempat untuk kawin mereka.

Jika sudah, kamu masukan ikan jantan dan betina ke wadah masing-masing, lalu isi dengan air. Setelah mereka masuk pada wadah masing-masing, pertemukan mereka berdua dengan mendekatkan wadah bening dan lihat reaksi mereka. Selanjutnya ikuti langkah berikut:

  • Masukkan indukan jantan yang telah siap kawin. Biarkan dia berada satu hari dalam wadah tersebut, nantinya sang jantan akan mengeluarkan gelembung yang berguna untuk melindungi telur-telurnya.
  • Jika sang jantan telah mengeluarkan gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan yang baik pada ikan cupang biasanya pagi dan sore hari.
  • Selanjutnya tutup tempat perkawinan tersebut lantaran indukan ikan cupang merupakan hewan yang tidak suka privasinya diganggu.
  • Setelah perkawinan dan pembuahan selesai, maka telur-telur akan jatuh di dasar akuarium. Segera keluarkan sang betina sebab dia punya kebiasaan aneh memakan telurnya sendiri. Biasanya ikan cupang akan mengeluarkan 100 telur dalam sekali pembuahan.
  • Nantinya, sang jantanlah yang akan melindungi telur-telur tersebut dengan gelembung-gelembung yang sudah ia buat.
  • Setelah kurang lebih satu hari, telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Perlu diketahui, burayak ini masih tidak perlu diberi makan selama tiga hari, sebab nutrisi dari telur masih ada tersisa.
  • Setelah tiga hari kamu bisa memberikan makan berupa kutu air. Pemberian makan jangan terlalu banyak, karena akan membuat air kotor dan burayak malah mati.
  • Selanjutnya, pisahkan indukan jantan dari para burayak setelah dua minggu. Setelah 1,5 bulan biasanya para burayak sudah berkembang sempurna dan bisa dibedakan jenis kelaminnya.

Sekadar informasi, ketika ikan cupang sudah dikawinkan, ikan betina tidak boleh kawin lagi. Namun ikan cupang jantan masih bisa kawin sampai 8 kali dengan interval waktu 2-3 minggu dari perkawinan sebelumnya. Nah, sekarang saatnya kamu tahu apa saja alat dan bahan budidaya ikan cupang, simak ulasannya!

Alat dan bahan budidaya ikan cupang

Selain pengetahuan yang mendalam, keberhasilan budidaya ikan cupang juga tak luput dari persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan. Lantas apa saja ya alat dan bahan budidaya ikan cupang?

  • Persiapan Kolam

Karena jenis ikan ini tergolong berukuran kecil, pembuatan kolam upang tidak memerlukan area yang luas, cukup menggunakan kolam bak. Ukuran luas kolam sekitar 2-4 m2 atau dapat pula menggunakan ember sebagai kolam pemeliharaan.

  • Kualitas air

Faktor penting dalam budidaya ikan cupang adalah kualitas air yang digunakan dalam budidaya. Kualitas air harus selalu terjaga kebersihannya dan terhindar dari zat-zat beracun, seperti amoniak, limbah pabrik, detergen, dan lain- lain. Ikan akan tumbuh optimal jika kualitas airnya baik.

Air pada kolam pematangan gonad sebaiknya diganti setiap 3 hari, serta ikan cupang direndam selama 1 jam dengan air yang telah dicampur garam dapur dan obat khusus cupang yang banyak dijual di pasar ikan dengan dosis secukupnya. Hal tersebut untuk menjaga ikan cupang dari serangan jamur atau penyakit lainnya.

botol kaca

  • Wadah atau botol transparan

Wadah ini cukup mudah untuk kita dapatkan, misalnya kamu bisa memakai gelas transparan atau botol transparan ukuran sedang. Botol ini digunakan untuk langkah penjodohan, nantinya mereka akan saling memandang sebelum disatukan dan tentunya akan memberi kesempatan untuk ikan jantan membuat sarang gelembung.

  • Ember dan Timba

Ember perlu disiapkan untuk tempat penyimpanan pakan ikan cupang. Pakan yang disediakan biasanya berupa kutu air jentik nyamuk hingga cacing. Jadi ember tersebut bisa digunakan untuk meletakkan pakan ikan dalam jumlah besar.

saringan

  • Saringan

Saringan ini digunakan untuk mengambil pakan ikan berupa kutu air atau jentik nyamuk. Selain bisa digunakan untuk kutu air, juga bisa digunakan untuk menyaring artemia nantinya serta pemindahan induk.

  • Daun Pisang dan Seng

Sarana ini dibutuhkan dalam proses pembudidayaan ikan cupang dengan bisnis yang sudah besar. Bahan-bahan ini digunakan untuk menutup kolam.

Selain sebagai penutup, juga berfungsi untuk mencegah paparan sinar matahari secara langsung. Dengan begitu, suhu air kolam dapat terjaga, khususnya dalam penggunaan daun pisang.

selang aerator

  • Selang Aerator

Selang ini berfungsi untuk menggati air burayak ikan cupang. Tidak perlu panjang, kamu cukup membutuhkan satu meter saja untuk budidaya ikan cupang.

  • Pembersih alga

Pembersih alga dapat menghilangkan lumut yang menempel pada kaca. Terkadang warna keruh seperti air kotor sebenarnya adalah lumut yang menempel di kaca akuarium. Pastikan sikat pembersih bisa mencapai dasar tangki akuarium. Itulah cara budidaya ikan cupang yang bisa kamu lakukan. Selamat mencoba!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button