NewsLifestyle

Jadi Primadona, Ini Habitat dan Asal-Usul Ikan Cupang Masuk Indonesia

Hobring.com – Ikan cupang atau betta fish memang menjadi ikan hias favorit bagi sebagian orang. Warna dan bentuknya yang unik mampu membuat orang tertarik membelinya. Sebelum memeliharanya, sebaiknya Anda harus tahu habitat ikan cupang.

Ikan cupang sendiri termasuk salah satu jenis ikan hias maupun ikan aduan yang sudah populer sejak lama. Banyaknya keistimewaan yang dimilikinya membuat ikan cupang banyak diminati oleh para penggemar akuatik.

Pada habitat asalnya, asal-usul ikan cupang berasal dari beberapa negara di Asia Tenggara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya.

ikan cupang kawin

Asal-usul ikan cupang

Seperti yang dikatakan sebelumnya, ikan cupang berasal dari beberapa negara di Asia Tenggara. Di habitat yang sesuai, ikan cupang dapat tumbuh dan berkembang biak secara optimal.

Adapun karakteristik perairan yang sesuai ditunjukkan dengan beberapa parameter seperti keasaman (pH) air, suhu perairan, serta kesadahan.

Bisa dibayangkan, habitat cupang alam yang tenang dan teduh akan mudah ditemui di daerah yang banyak ditumbuhi pepohonan.

Tempat ikan cupang biasanya hidup berkelompok dengan habitat di rawa-rawa, telaga, danau, dan sungai dengan perairan arus tenang.

Jika dilakukan pengukuran, umumnya perairan seperti ini mempunyai beberapa karakteristik, yaitu pH 6,5—7,5, kesadahan air berkisar 5 – 12 dH, dan suhu air 24 – 30 derajat Celcius.

Di kalangan penggemar sendiri, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang liar, cupang aduan, dan cupang hias. Namun, tahukah Anda dari mana asal-usul ikan cupang di Indonesia?

Ternyata sebelum menjadi tren sekarang, ikan cupang sudah diminati dan populer sejak tahun 90-an. Bahkan ikan ini, sering dijadikan ajang aduan hingga dipelihara sebagai ikan hias.

Sejarah ikan cupang di Indonesia

Dalam sejarahnya ikan cupang dahulu sekali hanyalah ikan yang hidup di daerah persawahan. Tapi sekarang sudah sangat berbeda dari bentuk aslinya, karena ikan cupang sudah bermutasi menjadi ikan yang lebih cantik & menarik.

Mengutip dari buku Budi Daya Ikan Cupang karya Sunari, memelihara ikan cupang menjadi kegemaran dan sudah menjadi populer sejak tahun 1960-an. Saat itu bukan menjadi ikan hias, melainkan menjadi ikan aduan sebagai hiburan.

Untuk melatih ikan cupang aduan, tak jarang orang memberi pelatihan di luar logika, seperti dijemur tanpa air. Tak hanya di Indonesia, faktanya ikan cupang juga diminati dan menjadi primadona di luar negeri.

Diketahui, sejak tahun 1970-an para importir ikan hias mendatangkan cupang dengan bram, memiliki ekor dan sirip pendek.

Selain itu, ada juga ikan cupang slayer yang memiliki sirip dan ekor panjang yang merupakan cikal bakal cupang hias yang dikenal saat ini.

Baru pada tahun 1990-an mulai muncul varietas baru ikan cupang yang bentuk tubuh, sirip, dan warnanya lebih beragam dan unik.

Para penggemar cupang memadukan atau mengkawin silangkan mereka menjadi ikan yang lebih bervariasi bentuk & warnanya. Cupang hias jenis baru ini mempunya ekor yang dihiasi tulang yang lebih menonjol keluar.

Ada yang berbentuk duri panjang yang biasa disebut jenis serit, ada juga yang berbentuk setengah bulan atau biasa yang disebut Cupang Half Moon.

Baru pada pertengahan tahun 1990-an, cupang hias mulai diperlombakan dan dipamerkan keindahan fisiknya.
Seiring adanya kontes ikan cupang, konon ikan yang kita kenal sebagai ikan aduan perlahan berubah menjadi ikan hias yang memiliki warna dan bentuk ekor yang memukau.

Ciri khas ikan cupang adalah kemampuannya bernapas dengan jalan mengambil oksigen langsung dari udara, yang dikenal dengan nama pernapasan labirin. Oleh sebab itu, ikan cupang mampu hidup di habitat yang memiliki sedikit oksigen.

Di Indonesia sendiri terdapat cupang asli,salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan Kalimantan Timur.

cara merawat ikan cupang
Dok/Foto: Jakmall.com

Cara mencari ikan cupang

Ikan hias Cupang yang memilki warna terang dan bentuknya yang indah, sering ditemukan dalam botol kaca atau toples kecil di toko ikan. Namun tahukah Anda di mana mencari ikan cupang?

Ikan dengan berbagai warna dan corak ini ditemukan di perairan dangkal yang dipenuhi lumpur dan hidup dalam ekosistem dengan biodiversitas yang sangat tinggi di kawasan Asia.

Namun, ikan cupang alam juga dapat hidup pada daerah dengan intensitas hujan yang bervariasi hingga pada musim kemarau.

Secara lebih detail ikan ini umumnya ditemukan hidup pada saluran irigasi sawah dan saluran kecil sungai, yang memiliki iklim tropis.

Area yang menjadi tempat tinggal ikan cupang biasanya dangkal atau hanya berupa genangan dan dipenuhi oleh vegetasi di sekitarnya.

Jika Anda memelihara ikan cupang, tentu tidak kaget dengan sifatnya yang suka melompat. Hal tersebut merupakan naluri yang dimilikinya ketika di alam untuk berpindah dari perairan yang dangkal ke badan air yang lebih besar.

Perlu Anda ingat bahwa ikan cupang memang dapat hidup dalam wadah yang kecil, seperti botol atau toples karena menyerupai habitat aslinya di alam, namun ikan tersebut cenderung akan sulit berkembang.

Ikan cupang yang sehat secara fisik dan nggak stres punya warna cerah dan sirip yang indah. Sebaliknya, cupang yang sakit dan stres punya warna yang terlihat kusam, pudar, juga akan terlihat menggumpal dan lemas.

Salah satu tanda paling jelas kalau ikan cupang bahagia adalah mereka akan membangun “sarang” dari gelembung. Gelembung ini biasanya akan berkumpul di permukaan akuarium.

Hal ini terutama dilakukan ikan cupang jantan saat mereka merasa senang dan aman dengan lingkungannya. Namun kalau nggak ada sarang gelembung di akuarium, bukan berarti ikan cupangmu nggak bahagia, ya!

Mereka akan membuat sarang gelembung pada waktunya masing-masing, yaitu bisa dilakukan setiap hari atau setiap enam bulan.

Demikianlah habitat dan asal-usul ikan cupang atau betta fish masuk Indonesia. Apakah Anda sudah mulai tertarik untuk memelihara ikan cupang di rumah?

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button