NewsOlahraga

Jadi Olahraga Populer di Dunia! Ini Sejarah, Peralatan, dan Cara Bermain Kriket

Hobring.com – Kriket adalah salah satu olahraga yang populer di India, bahkan ada yang beranggapan bahwa kriket sudah seperti agama disana. Kriket sekilas mirip olahraga kasti namun memainkannya butuh teknik memukul bola.

Pemain-pemain kriket kelas dunia banyak yang berasal dari India. Salah satu yang paling ternama adalah Sachin Tendulkar.

Olahraga kriket bukanlah berasal dari India, namun pertama kali dimainkan di Inggris. Awal mulanya olahraga ini diperuntukkan untuk royal family yang berpakaian rapi dan elegan.

Seiring dalam perkembangannya olahraga tersebut berkembang khususnya di negara-negara common wealth dan menjadi kegemaran mayoritas penduduk negara setempat seperti di Australia dan India.

olahraga kriket

Sejarah kriket

Olahraga kriket pertama kali dimainkan di Hamspire, Inggris pada abad ke-16. Ada banyak pendapat yang bermunculan tentang asal muasal olahraga kriket ini.

Di antaranya, seperti spekulasi yang menyebutkan bahwa kriket berasal dari sebuah permainan yang disebut creag.

Baca Juga:

Dahulu, permainan ini dimainkan oleh putra Edward I atau Edward Longhanks yang bernama Pangeran Edward pada tahun 1598.

Barulah 2 abad setelah emunculannya, olahraga kriket mendapat perhatian dan dikembangkan menjadi suatu lembaga olahraga di Inggris, dan saat ini diakui sebagai salah satu olahraga nasional di Inggris.

Dari Inggris, olahraga kriket lantas diperkenalkan ke berbagai negara yang bergabung sebagai negara-negara persemakmuran Inggris dan ke negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu.

Untuk negara-negara persemakmuran, kriket sendiri diperkenalkan oleh para tentara yang tinggal di pangkalan militer, seperti India, Pakistan, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, dan negara-negara lainnya.

Masa keemasan olahraga kriket

Olahraga kriket mencapai masa keemasannya pada dua dekade sebelum perang dunia pertama.

Masa-masa keemasan tersebut telah melahirkan pemain-pemain kriket hebbat yang diingat hingga kini seperti William Gilbert Grace dan Sir Donald George Bradman.

Beberapa tahun setelahnya, barulah pada tahun 1909 dibentuk Dewan Kriket Internasional bernama Internasional Cricket Council (ICC). Saat ini ICC bermakas di Dubai, Uni Emirat Arab yang beranggotakan 106 negara.

Sepuluh negara yang bergabung dalam ICC merupakan anggota penuh yang terdiri dari:

  • Inggris
  • Australia
  • India
  • Bangladesh
  • Pakistan
  • Sri Lanka
  • Zimbabwe
  • Afrika Selatan
  • New Zealand
  • Hindia Barat (West Indies).

olahraga kriket indonesia

Sejarah kriket di Tanah Air

Jika dilihat sepintas, olahraga ini mirip dengan permainan kasti yang sudah sering dimainkan masyarakat Indonesia.

Kemunculan olahraga Kriket di Tanah Air diperkirakan terjadi pada tahun 1880-an yang dimainkan di Monumen Nasional.

Barulah pada tahun 1992 permainan kriket semakin populer sehingga muncul ide untuk membentuk sebuah asosiasi bernama Asosiasi tersebut bernama Jakarta Cricket Aassociation (JCA).

Tidak hanya itu, bersamaan dengan asosiasi tersebut muncul pula kompetisi liga kriket di Indonesia.

Beberapa tahun kemudian, olahraga kriket ini semakin berkembang di Indonesia terutama di kawasan timur Indonesia seperti di Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Pound Fit, Kombinasi Olahraga Sambil Bermain Stik Drum

Olahraga kriket cover
Peralatan kriket (Depositphoto)

Ukuran lapangan dan peralatan bermain kriket

Lapangan kriket berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang tertutup rumput rata mendatar. Umumnya lapangan kriket ini memiliki ukuran sekitar 137 – 150 meter.

Batas luar area permainan ditandai dengan boundary (pembatas) yang sanggup berupa pagar, ujung tribun penonton, tali tambang, dan atau garis di rumput.

Di tengah lapangan terdapat pitch berbentuk persegi panjang. Pitch adalah permukaan rata selebar 3 meter, dengan rumput lebih pendek dari lapangan bab luar.

Pada setiap ujung pitch ada struktur target yang disebut wicket atau gawang. Jarak antar wicket yaitu 22 yard (20 m). Ada beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam pertandingan kriket, diantaranya yaitu:

  • Bat atau tongkat pemukul
  • Bola
  • Gawang atau Wicket
  • Helm
  • Pelindung lutut
  • Sarung tangan
  • Sepatu

Posisi dalam olahraga kriket

Ada lima bagian dalam olahraga kriket, yaitu memukul bola (batsman), melepas bola dari atas dan tangan lurus (bowler), menjaga (fielder).

Selain itu, ada menangkap (catching), penjaga stump (wicket keeper). Nilai yang dikumpulkan oleh si pemukul (scoring), dan wasit (umpire).

Seorang pemukul memukul menggunakan kayu pemukul (bat), sarung tangan (gloves), pelindung kaki (pad), pelindung daerah vital, dan pelindung kepala (helmet).

Cara memainkannya

Panjangnya permainan cricket tergantung dengan sifat pertandingannya. Jika melakukan pertandingan Test Match maka pertandingan dilakukan selama 5 hari berturut.

Jika melakukan One Day match maka pertandingan dilangsungkan dalam satu hari dengan jatah 50 overs per tim.

Pada kejuaraan kriket dunia, ODI (One Day International) test dalam satu babak memiliki 90 over yang berarti 540 bola. Sedangkan pada ketentuan umumnya, setiap babak hanya memiliki 50 over yang berarti 300 bola.

Dalam satu tim terdapat 11 pemain pada setiap pertandingannya. Biasanya komposisinya 6 batsman dan 5 bowler.

Khusus untuk bowler biasanya per tim memilih kemampuan bowler yang beragam, mulai dari fast bowler, fast medium bowler hingga spinner.

Berikut ini cara bermainnya:

  1. Ketika pertandingan dimulai, tim penjaga masuk ke dalam lapangan, kemudian disusul dua pemukul masuk ke lapangan.
  2. Kedua pemukul berdiri di depan stump masing-masing yang berada di atas lapangan atau pitch. Posisi kedua pemukul saling berseberangan.
  3. Pemukul pertama siap memukul bola dan pemukul kedua siap untuk lari ke ujung stump lainnya, yaitu ke arah pemukul pertama. Kemudian, ia berlari kembali jika bola belum diambil oleh regu fielding.
  4. Jika salah satu pemukul mati, maka ia digantikan oleh pemukul lainnya dan begitupun seterusnya. Pemukul yang sudah mati tidak dapat memukul bola lagi.
  5. Setiap pemukul berusaha memukul bola sebanyak mungkin untuk mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya.
  6. Setelah itu, tim A dan tim B bertukar posisi. Tim B menjaga bola dan tim A memukul bola.
  7. Jika salah satu tim memperoleh nilai lebih tinggi daripada tim lainnya, maka tim tersebut dikatakan menang selama perpindahan (over) yang ada.
  8. Akan tetapi, jika tim A memukul bola dan semua pemukul mati atau out sebelum over ditentukan habis, maka permainan selesai dan terjadi pertuakaran posisi.
  9. Tim B akan berusaha untuk memukul dan mengejar nilai yang dikumpulkan oleh tim A untuk memenangkan pertandingan saat ketinggalan angka.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button