NewsWorld

Ini Penyebab Bentrok Palestina dan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa

Hobring.com – Israel kembali melakukan serangan di kompleks Masjid Al-Aqsa dan jalur Gaza hingga berujung jatuhnya korban meninggal dunia, Senin (10/5).

Berdasarkan laporan Reuters, tembakan roket dan serangan udara Israel itu berlangsung hingga Senin malam. Sejumlah ledakan terdengar di dekat Kota Gaza dan sepanjang jalur pantai.

Militer Israel (IDF) meluncurkan serangkaian serangan udara ke Jalur Gaza pada Senin (10/5) malam setelah menerima hujanan roket dari Hamas, fraksi politik besar Palestina.

“Setelah kelompok teroris di Gaza menembakkan rentetan roket ke Israel tengah dan selatan selama beberapa jam, kami baru saja menyerang tiga basis teroris Hamas di Haza,” kata IDF melalui pernyataan.

Bahkan militer Israel juga meluncurkan serangan udara ke sejumlah terowongan dan peluncurkan roket Hamas.

Mereka melakukan serangan sebagai upaya balas dendam setalah Hamas menembakkan puluhan roket ke wilayah mereka.

Kronologi bentrok Palestina dan Israel di Masjid Al-Aqsa

Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk kesekian kalinya kembali menjadi saksi bisu bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel.

Bentrokan itu terjadi di lokasi yang menjadi tempat suci baik bagi umat Yahudi maupun Islam, dikenal sebagai Kuil Gunung. Masalah dan ketegangan di Syekh Jarrah kawasan Yerusalem Timur kemudian menjadi inti konflik terbaru.

Di Syekh Jarrah, keluarga-keluarga palestina bertarung di pengadilan untuk mempertahankan tanah mereka dari pemukim Yahudi yang ingin merebutnya.

Dalam undang-undang Israel tahun 1970 mengizinkan orang Yahudi mengklaim kembali tanah dan properti di Yerusalem.

Kemudian, Israel merebut Yerusalem Timur dari Jordania pada 1967 dan mencaploknya sebagai milik mereka, tetapi sebagian besar komunitas internasional tidak mengakuinya.

Pada hari Senin (10/5) bertepatan dengan Hari Yerusalem, peringatan momen tahun 1967 ketika Israel mengambil alih kota itu.

Aparat Kepolisian Israel sudah melarang warga Yahudi untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati Hari Kemenangan.

Alasan Kepolisian Israel melarang pawai itu karena peringatan Hari Kemenangan tahun ini bertepatan dengan Ramadan. Hal itu bisa memantik aksi kekerasan di Kota Tua Yerusalem.

Namun pada Senin pagi, kaum nasionalis Israel diberi akses ke Kuil Gunung (Temple Mount) yang satu kompleks dengan Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam.

Bagi mereka itu adalah pertunjukan patriotisme, tetapi bagi orang-orang Palestina itu adalah provokasi.

Bahkan suasana Yerusalem sendiri sudah mulai tegang sejak akhir pekan lalu karena keputusan aparat keamanan Israel untuk menutup akses ke Masjid Al-Aqsa.

Keputusan itu menyulut amarah warga Muslim Palestina yang hendak melaksanakan tarawih dan iktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Ratusan warga Palestina lantas menyambangi Masjid Al-Aqsa dan dilaporkan melempari batu ke arah petugas keamanan.

Bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel pun tak terbendung. Berdasarkan data Palang Merah Palestina, setidaknya 305 warga Palestina terluka.

Selain itu, ketegangan juga menyebar ke Gaza di mana Hamas menembakkan roket-roket ke Israel selatan.

Di Gaza, Hamas menyerukan demonstrasi di dekat pagar perbatasan Gaza dengan Israel pada Sabtu (8/5) sebagai bentuk protes atas tindakan Israel di Yerusalem.

Musuh bebuyutan

Tentara militer Israel (IDF) dan Hamas yang merupakan salah satu fraksi politik besar di Palestina yang menguasai jalur Gaza kerap terlibat bentrok. Kedua belah pihak terlibat dalam tiga kali peperangan sejak 2008.

Hamas membenci Israel karena dianggap kerap menindas bangsa Palestina, sementara Israel menganggap Hamas sebagai kelompok teroris yang sering meluncurkan serangan roket ke wilayahnya.

Sejak 2008, kedua kubu sudah terlibat tiga kali perang, dengan gencatan senjata terakhir tahun lalu dimotori Mesir, Qatar, dan PBB. Meski gencatan senjata tercipta, kedua belah pihak masih saling menembakkan mortar, rudal, maupun serangan udara dari IDF.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button