OlahragaNews

Indonesia Jadi Tuan Rumah Final FEI Jumping World Challenge 2021

Pada bulan September mendatang, ajang berkuda Final FEI Jumping World Challenge 2021 bakal berlangsung di Indonesia yang melibatkan kontestan dari 25 negara.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada minggu kemarin mengumumkan bahwa Indonesia secara resmi terpilih menjadi tuan rumah gelaran Final Federation Equestre Internationale (FEI) Jumping World Challenge (JWC) 2021.

Saat menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Triwatty Marciano di Kemenpora, Menpora RI Zainudin Amali menyatakan dukungan penuh atas ajang yang bakal bergulir pada September mendatang dan berharap Indonesia bisa sukses mengukir prestasi.

Proses Indonesia untuk menjadi tuan rumah dikatakan tidak mudah, Pordasi dinilai telah bekerja keras untuk bisa memenangkannya. Oleh karena itu, Menpora mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Pordasi. Berlokasi di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), kejuaraan ini nantinya akan diikuti 25 negara.

“Saya apresiasi langkah dari Pordasi ini. Proses untuk menjadi tuan rumah tidak gampang. Tentunya ini berita baik. Sekaligus kejuaraan ini bisa mempromosikan bahwa Indonesia siap menggelar kejuaraan kepada negara-negara lain. Saya harap olahraga ini bisa populer di tengah masyarakat, seperti halnya olahraga sepak bola, basket, dan voli.”

Zainudin Amali

Ketua Umum PP Pordasi, Triwatty Marciano, menyambut baik dukungan dari Menpora. Menurutnya, ini merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia yang secara resmi ditunjuk menjadi tuan rumah kompetisi berkuda Final FEI JWC 2021.

“Terima kasih Pak Menpora RI, ini merupakan suatu kehormatan menjadi tuan rumah. Terima kasih atas dukungannya, semoga ini menjadi kebanggaan yang nantinya akan menjadi barometer untuk kita membantu daya tawar Indonesia di Olimpiade 2032.”

Triwatty Marciano

Dia optimis, Indonesia bakal meraih prestasi serta sukses sebagai penyelenggara. Sekarang ini, lanjut Triwatty, pihaknya tengah mempersiapkan atlet supaya dapat terlibat dalam kejuaraan single event internasional tersebut.

“Jadi, nanti lokasi penyelenggaraannya sangat memungkinkan memenuhi syarat dan tentunya menerapkan protokol kesehatan. Setiap negara akan mengirimkan atletnya saja, untuk kudanya akan kita persiapkan. Dan, harus wajib menerapkan protokol kesehatan.”

Triwatty Marciano

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button