NewsTraveling

Hari Hutan Sedunia, Inilah 5 Hutan Terbesar di Asia.

Setiap tanggal 21 Maret diperingati Hari Hutan Sedunia

Hobring.com – Peringatan Hari Hutan Sedunia jatuh setiap tanggal 21 Maret melalui Konferensi Food and Agriculture Organization ke 16 pada bulan November 1971. Pada tahun 2011, Hari Hutan Sedunia kemudian diresmikan dalam Majelis Umum Sidang PBB dan 2013 merupakan titik awal perayaan Hari Hutan Sedunia dilaksanakan.

Keberadaan hutan menjadi begitu penting untuk keberlangsungan hidup mahluk hidup di dunia. Peran hutan sangat penting salah satunya menyediakan oksigen yang kita butuhkan untuk bernafas.

Selain itu juga, hutan dapat menyerap gas emisi karbon yang memiliki dampak buruk pada pemasanasan global. Tentu itu bukan hal yang kita harapkan, bukan?

Jika hutan menghilang akibat ulah kita, sudah dapat dipastikan kita dan semua mahluk hidup akan mengalami kesusahan dan kesulitan di masa depan. Oleh karena itu, kita wajib menjaga kelestarian dan melindungi hutan untuk masa depan.

Masih berkaitan dengan Hari Hutan Sedunia, berikut adalah 5 hutan terbesar di Asia yang perlu Anda ketahui. Yuk simak ulasannya.

1. Taman Nasional Kinabalu Malaysia

Jika kita ke pulau Kalimantan bagian utara terdapat sebuah Taman Nasional Kinubalu yang memiliki area seluas kurang lebih 300 mil persegi.


Baca Juga:


Taman Nasional Kinabalu terkenal dengan gunung senama yaitu Gunung Kinabalu dengan ketinggian 13.435 kaki.

Dengan ketinggian mulai dari kurang dari 650 kaki hingga Gunung Kinabalu , taman nasional ini menawarkan koleksi tumbuhan dan hewan yang sangat beragam dan khas, termasuk lebih dari 1000 spesies anggrek.

Meskipun terlihat hutan yang kecil, tapi habitat di Taman Nasional Kinabalu bervariasi dengan kondisi dari dataran rendah tropis dan hutan hujan perbukitan hingga hutan sub-alpin, yang memiliki campuran tumbuhan luar biasa yang ditemukan di Himalaya, Australia, dan Tiongkok.

Hal inilah yang membuat Kinabalu menjadi Pusat Keanekaragaman Tumbuhan untuk kawasan Asia khususnya Asia Tenggara. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan karenanya dilindungi, dalam beberapa tahun terakhir telihat perkembangan industri mulai semakin mengancamnya.

2. Hutan Sundarban India

Taman Hutan bakau terbesar di dunia adalah Hutan Sundarbans yang mencakup sekitar 38.000 mil persegi tanah dan air yang melintasi perbatasan antara negara Bangladesh dan India utara

Penuh dengan pohon sundari, hutan itu sendiri hanya mencakup sekitar 40% dari luas Sundarbans. Sedangkan sekitar 50 persennya adalah air dan sisanya terdiri dari bukit pasir dan dataran lumpur.

Taman Nasional Sundarbans ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada akhir tahun 1980-an dengan tiga suaka margasatwa yang didirikan di Sundarbans bagian Bangladesh pada tahun 1997. Sehingga, seluruh area dianggap sebagai Cagar Biosfer UNESCO.

Hutan Sundarban India terkenal sebagai rumah bagi Harimau Benggala dan merupakan salah satu kawasan lindung terakhir di Bangladesh untuk mereka tinggali.

Sementara hutan bakau menawarkan banyak penghuni fauna terkenal seperti babi hutan, lumba-lumba sungai Gangga, ular kobra, ular sanca India, dan buaya serta rumah bagi lebih dari 250 spesies burung.

3. Hutan Sumatera Indonesia

Hutan hujan terbesar di Pulau Sumatera terdiri dari tiga taman nasional di antaranya, Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Secara bersamaan mereka adalah rumah bagi hampir 10.000 mil persegi hutan lindung UNESCO.

Hutan hujan Sumatera telah menampung banyak spesies langka dan terancam punah. Adapun hewan penting yang ditemukan di sana termasuk Harimau, Gajah, Orangutan, Macan Dahan, Beruang Madu dan beberapa lainnya.

Dalam beberapa dekade terakhir, Hutan Hujan Sumatera juga merupakan salah satu hutan yang paling terancam punah di dunia.

Beberapa fakta menyebut bahwa Hutan Hujan Sumatera mewakili area deforestasi paling cepat dalam sejarah di dunia ini. Diperkirakan bahwa lebih dari setengahnya hutan tersebut telah ditebang dalam beberapa tahun terakhir atas nama perkebunan karet, kertas, dan kelapa sawit.

Industrialisasi dan korupsi terus menjadi musuh yang berat dan ada banyak LSM serta masyarakat yang terus berjuang untuk menyelamatkan hutan-hutan tersebut.

4. Cagar Alam Nasional Xishuangbanna Tiongkok

Hari Hutan Sedunia, Hutan Terbesar di Asia
Foto: Visit Yunan China

Membentang sekitar 930 mil persegi (lebih dari 80% di antaranya tertutup hutan) Cagar Alam Nasional Xishuangbanna China memiliki ekosistem hutan tropis langka yang mencakup banyak hutan perawan.

Situs ini diakui sebagai Cagar Biosfer dan Manusia Internasional UNESCO pada tahun 1993. Memiliki lebih dari 50 spesies tumbuhan langka, dan terdapat beberapa spesies hewan yang terancam punah, termasuk gajah Asia , harimau Indo-Cina, dan owa.

Iklim Xishuangbanna sangat lembab. Karena cagar alam ini dikelilingi oleh pegunungan, cagar alam ini terlindung dari angin utara yang dingin dan terbuka dari kelembapan laut. Curah hujan tahunan berfluktuasi dari 40 hingga 80 inci setahun.

Medannya memiliki banyak perbukitan, dengan cekungan hijau subur di antara mereka. Ia juga memiliki banyak penyeberangan sungai yaitu sistem Sungai Lancang.

5. Hutan Hujan New Guinea

Meskipun Papua New Guinea sudah bukan masuk ke dalam wilayah Asia karena sudah bergabung dengan wilayah Australia. Namun peran hutan-hutannya sangat penting termasuk Hutan Hujan New Guinea.

New Guinea sendiri diperkirakan memiliki ada sekitar 13.000 lebih spesies tumbuhan yang lebih banyak dari pulau manapun. Papua New Guinea juga memiliki lebih dari 10.000 spesies yang dapat dideskripsikan, sedangkan New Guinea Indonesia yang meliputi provinsi Papua Barat dan Papua hanya memiliki 7.616 spesies saja.

Sebuah studi baru-baru ini di jurnal Nature menemukan bahwa New Guinea memiliki lebih banyak spesies tanaman daripada pulau lain mana pun di Bumi.

Hutan New Guinea relatif masih utuh dan para peneliti mengatakan daftar spesies adalah langkah untuk melindungi mereka dari ancaman yang membayangi pertanian skala besar, penebangan dan pembangunan jalan.

Hutan bagaikan sumber kehidupan untuk semua mahluk hidup. Anda bisa mendapatkan oksigen sekaligus air secara gratis. Tugas kita semua hanyalah melindungi, menjaga kelestariannya dan menjauhkannya dari tangan-tangan tidak bertanggungjawab.

Hari Hutan Sedunia bukan sekadar perayaan dan peringatan yang dilakukan setiap setahun sekali. Namun sebuah evaluasi untuk kita semua bahwa sejauh mana kita melindungi dan menjaganya.

Sumber: Mongabay, Green Global Travel

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button