NewsHiburan

Fakta Menarik Dari Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ 2021

Gerhana Bulan Total 'Supermoon'

Hobring.com – Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ adalah sebuah fenomena alam yang hanya akan terjadi pada waktu tertentu saja. Pertama kalinya, fenomena alam ini terjadi pada 28 September 2015. Pada tahun ini, gerhana bulan total ‘Supermoon’ akan dapat disaksikan kembali antara tanggal 25-27 Mei 2021.

Tak sedikit orang yang ingin sekali menyaksikan fenomena alam tersebut. Lalu, apa yang membuat gerhana bulan total menjadi sangat menarik untuk disaksikan?

Dilansir dari Space, Gerhana Bulan terjadi ketika Bulan tertutup oleh bayangan dari Bumi di mana terjadinya posisi garis lurus Bumi di antara dengan Bulan dan Matahari. Sehingga, sinar Matahari tidak dapat mencapai secara maksimal ke Bulan karena terhalangi oleh Bumi.

Dalam penjelasan lain bahwa fenomena gerhana Bulan memiliki bayangan yang disebut Umbra (bayangan inti) dan Penumbra (bayangan di sekitar umbar) hal tersebut terjadi karena bidang orbit Bulan berada pada kemiringan sekitar 5 derajat terhadap bidang ekliptika.

Hal itu yang kemudian menyebabkan saat melihat gerhana bulan ada fase penumbra yaitu warna yang suram atau meredup. Kemudian fase umbra yakni bulan bergerak sampai ke zona bayangan inti atau area gelap. Lalu gerhana Bulan Total yang menutupi seluruh area cahaya sehingga tidak ada cahaya yang masuk ke Bumi.


Baca Juga:


Kali ini, Gerhana Bulan Total ‘supermoon’ tampak berbeda dari gerhana Bulan pada umumnya yaitu tampak lebih besar dari biasanya. Alasannya karena Bulan akan mencapai perigee yaitu titik terdekat dengan titik orbitnya ke Bumi.

Waktu Terjadinya Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’

Beberapa wilayah di dunia memiliki waktu yang berbeda-beda untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ pada tahun ini. Hal itu terjadi karena perbedaan zona waktu setiap negara.

Bagi yang berada di zona waktu Eastern Daylight Time (EDT) dapat menyaksikannya pukul 21:21 EDT pada 25 Mei 2021. Sementara bagi mereka yang berada di wilayah Greenwich Mean Time (GMT) dapat menyaksikannya pukul 01:21 GMT pada 26 Mei 2021.

Setelah itu, Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ akan mulai penuh pada pukul 07.11 pagi EDT atau pukul 11.11 GMT. Pada waktu tersebut, pengamat dapat melihat Bulan menjadi tampak lebih besar jika lebih dekat.

 

Lokasi Terjadinya Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’

Selain waktu tertentu untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total, ada kualifikasi lainnya seperti lokasi atau titik tempat tinggal Anda yang turut menentukan apakah pengamat dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ atau tidak.

Untuk wilayah Asia, lokasi paling barat seperti India, Sri Lanka, Tiongkok Barat dan Mongolia adalah lokasi yang hanya dapat melihat Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ di fase penumbra.

Selain itu, untuk wilayah Kolombo dan Sri Lanka hanya dapat melihat di fase bulan terbit yakni pukul 18.23 waktu setempat pada tanggal 26 Mei dan gerhana penumbra akan berakhir pada pukul 19.19 waktu setempat.

Sementara bagi pengamat yang berada di area wilayah Asia Tenggara seperti Bangkok misalnya, Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ akan terlihat tampak kemerahan dengan waktu terbit bulan pada pukul 18.38 waktu setempat dan akan terjadi gerhana setelah tiga menit kemudian.

Bulan kembali muncul dari Umbra pukul 19.52 waktu setempat dan gerhana penumbra dari ‘Supermoon’ akan berakhir pada pukul 20.49 waktu setempat pada tanggal 26 Mei 2021.

Indonesia akan dapat melihat Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ pada pukul 18.11 WIB. Kemudian mencapai puncaknya pada pukul 18.18 WIB. Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ mengalami fase umbra berakhir pada 19.52 WIB. Selanjutnya parsial berakhir pada 19.52 WIB dan penumbra berakhir pada 20.49 WIB.

Sementara pada saat gerhana penumbra dan parsial di mulai yaitu pukul 15.27 WIB dan 16.44 WIB, para pengamat di wilayah Indonesia tidak dapat menyaksikannya karena berada di bawah cakrawala.

Bergerak ke Asia Timur, Tokyo dapat melihat secara keseluruhan dari fase umbra gerhana bulan total setelah bulan terbit pada pukul 18.37 waktu setempat. Diperkirakan, bulan akan terlihat sedikit agak gelap karena fase penumbra sudah dimulai.

Pada pukul 18.44 waktu setempat, para pengamat di Tokyo akan dapat melihat bulan menyentuh umbra. Titik tersebutlah gerhana bulan total ‘Supermoon’ akan berubah menjadi merah dan berada di fase gerhana penuh pada pukul 20.11 serta menjadi tampak lebih besar pada pukul 20.18 waktu setempat.

Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ yang Spesial

Hal yang menarik dari Supermoon pada tahun ini adalah Bulan tampak kemerahan. Oleh karena itu, Gerhana Bulan Total disebut dengan nama ‘Blood Moon’. Hal itu disebabkan karena atmosfer pada Bumi.

Atmosfer Bumi cenderung menyebarkan cahaya biru yang menjadi salah satu alasan mengapa langit tampak biru dari tanah. Saat Bumi melintas di antara Matahari dan Bulan, chaya dari Matahari akan melewati atmosfer Bumi dan cahaya biru mulai tersebar.

Alasan lainnya adalah adanya pembiasan cahaya dan difokuskan kepada Bulan. Artinya, udara dari Bumi layaknya sebuah lensa raksasa. Kemudian cahaya bertemu dengan Bulan dan dipantulkan kembali pada Bumi. Hal itu yang menyebabkan kenapa Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ tampak seperti ‘Super Flower Blood Moon’.

Para pengamat mengatakan bahwa Bumi akan mengalami gerhana Matahari dan dikelilingi oleh cincin merah dari sinar Matahari yang dibiaskan.

Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ juga dapat disaksikan secara online. Adapun beberapa platform menyediakan sarana fasilitas siaran langsung atau streaming melalui akun mereka salah satunya adalah Time and Date.

Selain Time and Date, ada juga Badan Antariksa Eropa atau The European Space Agency (ESA) yang juga turut menyiarkan siaran langsung dari platform YouTube mereka.

ESA akan mulai pada pukul 09.30 GMT dan akan berlangsung selama dua jam dan berakhir sekitar lima menit setelah fase penuh Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ berakhir.

Karena wilayah Eropa tidak dapat melihat gerhana bulan secara langsung, maka ESA menayangkan siaran langsung dari Commonwealth Scientific Industrial Research Organization Australia serta fasilitas luar angkasa ESA di New Norcia, Australia Barat.

Beberapa astronom, ilmuwan, insinyur, dan pakar lain dari Eropa dan Australia akan memberikan komentar langsung selama siaran web ESA diantaranya:

1.Suzy Jackson, New Norcia Station Manager, CSIRO
2.Ines Belgacem, planetary scientist, ESA
3.Malcolm Davidson, ESA Earth & Mission Sciences Division
4.Juergen Schlutz, ESA Moon Strategy Officer
5.Elodie Viau, ESA’s director of telecommunications
6.Loredana Bessone, ESA astronaut trainer
7.Gianfranco Vicente, head of ESA’s Automation and Robotics group
8.James Carpenter, Exploration Science Coordinator, ESA
9.Karen Lee-Waddell, director of the Australian Square Kilometre Array (SKA) Regional Centre

Bagaimana? sudah siap menyambut Gerhana Bulan Total ‘Supermoon’ esok hari? Pastikan Anda tepat waktu dan jangan sampai kelewatan ya!

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button