OlahragaNews

Evaluasi Timnas Bulu Tangkis Indonesia di Tiga Turnamen Berbeda

Hobring.com – Perjalan timnas bulu tangkis Indonesia di tiga turnemen berbeda skala Asia telah usai. Menurut PBSI, skuad tanah air belum memenuhi target.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah merilis laporan evaluasi timnas bulu tangkis Indonesia yang sempat berlaga di tiga turnamen berbeda skala Asia, antara lain BWF World Tour Finals 2020, Yonex Thailand Open, dan Toyota Thailand Open.

Dalam laporannya, atas dasar hasil yang diraih skuad Indonesia dari ketiga turnamen tadi, timnas belum memenuhi target. Kabid Binpres PP PBSI, yakni Rionny Mainaky, berpendapat bahwa secara menyeluruh memang ada penurunan, khususnya pada daya juang sang atlet.

“Kalau melihat dari permainan pertama di Yonex Thailand Open, ketika mereka harus masuk karantina dulu, kemudian baru latihan, sebetulnya memang tidak terlalu mengganggu. Tapi, seperti tidak bebas dari sisi latihan, dan memang waktu untuk latihannya pun sedikit.” Rionny Mainaky

Selain dari segi teknis, tambahnya, kekalahan skuad Indonesia juga dinilai kurang dari sisi non-teknis. Terutama dalam hal stamina. Namun, menurut Rionny, yang paling utama adalah motivasi para atlet untuk tetap semangat saat berlaga.

“Saya akui juga pemain-pemain lawan terlihat lebih siap bertanding, terutama Chinese Taipei (Lee Yang/Wang Chi Lin) ini. Bukan hanya soal teknis, tapi non-teknis misalnya postur, tenaga, mungkin dari makanan, minuman, dan nutrisinya juga lebih baik. Saya akui mereka lebih stabil di tiga kali turnamen bisa juara. Jadi yang harus dievaluasi bukan hanya dari sisi teknis saja.”

Baca juga:

Rangkuman Laga

Di partai final ajang BWF World Tour Finals 2020, pencapaian Indonesia pada sektor ganda putra berakhir sebagai runner up. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan gagal revans atas juara bertahan Thailand Terbuka, Lee Yang/Wang Chi Lin. Pertandingan selama 37 menit dimenangkan wakil Chinese Taipei tersebut dengan skor 21-17, 23-21.

Pada Yonex Thailand Open, 12-17 Januari lalu, Indonesia mendapat gelar juara di sektor ganda putri lewat kemenangan yang diraih Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Di final, mereka mengalahkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand), 21-15, 21-12.

Kemudian, di sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti keluar sebagai runner up, setelah kalah dari Decaphol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand), dengan rubber game 3-21, 22-20, 18-21.

Sementara itu, dalam kompetisi Toyota Thailand Open, 19-24 Januari silam, tidak ada wakil skuad Indonesia yang lolos ke babak final. Kedua wakil Indonesia terhenti di semifinal. Greysia/Apriyani kalah dari Lee So hee/Shin Seung Chan (Korea Selatan), 16-21, 18-21. Sedangkan Ahsan/Hendra dikalahkan Chinese Taipei, Lee Yang/Wang Chi Lin, 21-14, 20-22, 12-21.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button