News

Eiger dan Kegagapan dalam Merespons Review Gratisan dari Konsumen

Hobring.com – Secara tidak langsung Eiger telah membuktikan diri bahwa mereka begitu gagapnya merespons review gratisan dari konsumen yang membeli produknya.

Betapa konyol Eiger, di bawah payung PT Eigerindo Multi Produk Industri, dalam menanggapi ulasan dari pembelinya sendiri. Seorang Managing Partner Inventure Indonesia, yakni Yuswohady menilai persoalan itu tidak bakal terjadi jika perusahaan tidak gagap.

Perusahaan lokal yang memproduksi peralatan rekreasi alam itu, sebagaimana disadur dari Tirto, gagal dalam memberikan tanggapan positif atas fenomena marketing horizontal, yaitu kegiatan pemasaran suatu produk yang dijalankan sendiri oleh konsumen untuk konsumen lain.

Menurut Yuswo, tren ini tidak bisa dibendung apalagi dengan kemudahan akses berbagai platform media sosial oleh siapa pun.Perusahaan seharusnya sadar kalau ajang promosi sekarang tidak lagi terbatas dari inisiatif mereka sendiri.

Dia menegaskan, Eiger semestinya tahu bahwa pemasaran oleh pihak internal cenderung terbatas karena harus selalu fokus pada sisi baik produk. Sementara, opini konsumen memiliki kekuatan tersendiri karena lebih objektif dan pendapat seperti itulah yang lebih dibutuhkan konsumen lain.

“Perusahaan seharusnya berterima kasih karena produknya dipasarkan tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun. Marketing yang paling ampuh itu horizontal, ketika konsumen bisa mengatakan produk bagus tanpa dibayar.”

Yuswo

Baca juga:

Kronologi Masalah Eiger

Nama Eiger langsung mencuat setelah surat keberatan perusahaan tersebar luas di dunia maya yang menyasar konsumennya sendiri bernama Dian Widiyanarko, karena mereka tidak berkenan dengan kualitas review-nya. Dian sendiri, mengunggah ulasan kacamata merek Eiger ke akun YouTube-nya, yakni duniadian.

Sedikitnya, ada tiga poin yang dipermasalahkan Eiger, antara lain kualitas video kurang baik sehingga menyebabkan produk terlihat berbeda dari yang seharusnya, adanya gangguan suara yang menyebabkan informasi kurang jelas tersampaikan, dan lokasi pengambilan video kurang layak.

“Dari poin keberatan tersebut, kami berharap saudara dapat memperbaiki dan/atau menghapus konten review produk kami yang saudara unggah.”

Tulis HCGA & Legal General Manager Eigerindo Multi Produk Industri, Hendra.

Diketahui, surat serupa ternyata juga menyasar dua pembuat konten lain pada 20 November 2020 dan 30 Oktober 2020. Mereka mempersoalkan dua poin serupa, yaitu terkait kualitas video dan gangguan suara. Namun, tidak ramai di media sosial. Setelah banyak dibicarakan dan direspons negatif, Eiger pada akhirnya buka suara. Sang CEO, Ronny Lukito, meminta maaf secara terbuka.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button