NewsMusik

Dory Soekamti: Pentingnya Hak Cipta Untuk Musisi

Hobring.com – Penerbit musik atau music publisher adalah penerbitan musik yang berperan untuk mengelola lagu atau musik dan memastikan royalti menjadi tepat sasaran sesuai dengan hak cipta pemiliknya.

Pada umumnya, tugas music publisher adalah membuat kesepakatan dengan penulis lagu atau songwriter. Kemudian mempromosikan lagu yang telah dibuat oleh penulis lagu kepada mereka yang membutuhkan untuk beberapa kepentingan seperti iklan, film, dan lain sebagainya.

Kehadiran music publisher atau penerbit musik adalah upaya untuk melindungi hak cipta dari para musisi khususnya bagi songwriter. Indonesia telah membuat regulasi ke dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014.

Adapun salah satu pembahasan dalam UU 28/2014 pasal 8 yakni perihal hak ekonomi atau hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

Maka yang dimaksud dari manfaat ekonomi dalam hal tersebut adalah royalti dari hak cipta untuk pemilik lagu atau musik.


Baca Juga:


Dalam pengelolaan music publisher terdapat beberapa jenis royalti yang tentunya berpengaruh kepada para pencipta.

Adapun beberapa jenis royalti yang umum ditemukan dalam dunia publishing diantaranya mechanical royalty, performing royalty dan synchronization royalty.

Dory Soekamti, CEO Euforia Music Publisher menjelaskan tentang perbedaan dari ketiga royalti yang biasanya dibicarakan dalam dunia music publisher.

“Mechanical itu royalti penggandaan komposisi dalam bentuk penjualan album baik itu fisik maupun digital,” ujar CEO Euforia Music Publisher, Dory Soekamti kepada Hobring.com pada Kamis (29/04) melalui Zoom.

Alasan mengapa disebut mechanical royalty karena dahulu penggandaan karya dibentuk dalam bentuk vinyl. Selain mechanical royalty, Dory Soekamti juga menjelaskan tentang performing royalties.

Jenis royalti yang satu ini memiliki hubungan yang erat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik dan telah diresmikan pada tanggal 30 Maret 2021 silam.

“Performing adalah ketika lagu ditunjukkan kepada publik tapi yang bersifat komersial. (Nantinya lagu atau musik) bisa diplay atupun dimainkan secara live,”jelas Dory Soekamti.

Kemudian jenis royalti lainnya yang umum dibicarakan dalam dunia penerbit musik adalah synchronization royalty.

Adapun jenis royalti yang satu ini adalah menyinkronkan antara komposisi dan visual. Misalnya, iklan, video game, film, sinetron dan lain-lain.

Menanggapi perihal PP 56/2021, Dory Soekamti sendiri melihat bahwa terbitnya peraturan pemerintah tersebut adalah upaya pemerintah dalam mengatur tata kelola perihal hak cipta bagi para pemilik lagu dan musik.

“Jadi peraturan pemerintah itu sifatnya penjelasan. Semacam pengaturan tata kelolanya saja. Sebenarnya sudah digunakan dalam UU 28 Tahun 2014. Cuman ini (PP 56/2021) lebih mengaturnya aja (secara spesifik).”

“Dan sebenarnya yang diatur disitu (PP 56/2021) adalah praktik yang lazim dan legal di negara manapun. Jadi kalau di Indonesia nggak gitu, aneh juga. Di dunia publishing, di negara lain udah berlangsung sangat lama dan lebih disiplin,”ujar Dory Soekamti.

Dory Soekamti
Dory Soekamti. Foto: Instagram/dorysoekamti

Menurut Dory, UU 28/2014 dan PP 56/2021 secara konsep sudah sejalan dan sesuai dengan harapan dari para pegiat hak cipta dan publisher.

Namun perihal keputusan akhir dan outputnya masih perlu didiskusikan dan dibicarakan bersama-sama oleh sama pegiat hak cipta.

Jika dikaitkan antara peraturan pemerintah dan jenis royalti, maka PP 56/2021 termasuk ke dalam jenis performing royalti.

Menurutnya secara konsep sudah sesuai dengan jalurnya. Namun ia berharap agar dapat terus mengawal selama berlangsung proses penerapan dari peraturan tersebut.

“PP 56/2021 terkait dengan performing royalti. Itu yang mengkoleknya (kolektif) adalah lembaga nirlaba. Menurut saya secara konsepsi sudah on the track. Tinggal nanti kita kawal sama-sama aja prosesnya bagaimana,”kata Dory.

Dory Soekamti berpesan kepada para rekan-rekan musisi di Indonesia untuk bersama-sama membangun kesadaran tentang pentingnya hak cipta. Semoga dengan adanya PP 56/2021 dapat terciptanya keuntungan baik dari musisi dan pihak lainnya.

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button