NewsFood

Deretan Makanan Ekstrem Indonesia yang Wajib Anda Ketahui

Hobring.com – Indonesia tak hanya terkenal dengan wisata dan budayanya. Tapi juga popular dengan kuliner dan makanan khasnya.

Setiap wilayah di Indonesia memiliki ciri khas makanannya masing-masing. Tak jarang tiap daerah juga mempunyai makanan ekstrem yang unik dan menarik.

Salah satu contoh makanan ekstrem di Indonesia yang terkenal adalah ulat sagu. Makanan ekstrem yang satu ini merupakan makanan khas dari Papua.

Mungkin sekilas tampak tidak meyakinkan dan tentu saja masyarakat di luar Papua melihatnya sangat tidak nyaman.

Namun siapa sangka kalau ternyata ulat sagu kaya akan protein, omega 3, omega 6, omega 9 dan asam oleat yakni senyawa yang umumnya ada di minyak zaitun.


Baca Juga:


Selain ulat sagu, ternyata ada banyak sekali makanan ekstrem Indonesia yang wajib Anda ketahui.

Nah berikut ini adalah deretan makanan ekstrem Indonesia yang jarang diketahui oleh banyak orang. Apakah Anda berani memakannya?

Cacing Tambelo

makanan ekstrem indonesia
Cacing Tambelo. Foto: Detikcom

Selain mengonsumsi ulat sagu, masyarakat Papua juga suka memakan cacing tambelo. Bentuknya mirip seperti cacing pada umumnya.

Tapi kalau dicermati secara detail, cacing tambelo memiliki kulit yang putih, mempunyai taring, bertekstur lembek dan berlendir.

Masyarakat Papu menanganggap cacing tambelo bukanlah cacing yang biasa kita jumpai. Alasannya karena cacing tambelo tidak akan Anda temukan di dalam tanah melainklan di batang pohon yang telah membusuk.

Warga Suku Kamaro di Timika biasanya mengonsumi cacing tambelo sebagai cemilan sehari-hari. Tak hanya Suku Kamaro, suku-suku lainnya seperti Agats juga mengonsumsinya.

Sebelum dikonsumsi, Anda harus melakukan beberapa langkah. Biasanya masyarakat setempat pertama-tama membersihkan cacing di dalam air.

Selanjutnya memotong kepalanya yang diketahui memiliki taring berbentuk kecil. Setelah menyingkirkan kepala cacing, selanjutnya adalah membelah bagian tubuhnya.

Anda akan melihat cairan cokelat yang diketahui bahwa itu adalah lumpur. Jika sudah dinyatakan bersih, Anda bisa langsung mengonsumsinya tanpa harus dimasak.

Umumnya cacing tambelo terasa seperti ikan cumi-cumi mentah dan tekstur yang lembut membuat kita mudah menelannya. Bagaimana? Apakah Anda berani mencicipnya?

Paniki

makanan ekstrem indonesia
Paniki. Foto: Taste Atlas

Sulawesi Utara khususnya Manado terkenal dengan makanan ekstremnya. Kali ini makanan yang wajib Anda ketahui saat sedang di Manado adalah Paniki yang artinya daging kelelawar.

Hewan yang umumnya beraksi di malam hari dan tidur di siang hari ini dianggap sebagai sajian makanan yang unik dan tentu saja ekstrem.

Sebelum dikonsumsi, kelelawar harus dibakar terlebih dahulu untuk menghilangkan bulu-bulu halus ditubuhnya. Selanjutnya kelelawar harus dicuci sampai bersih.

Berikutnya adalah memotongnya menjadi beberapa bagian. Setelah dipotong, daging kelelawar direbus dengan api sedang untuk membuat dagingnya menjadi lebih empuk.

Biasanya untuk membuat Paniki, juru masak menyiapkan beberapa bumbu rempah. Salah satu bumbu yang wajib dan tak boleh terlewatkan saat proses pembuatan Paniki adalah santan.

Bagi mereka yang telah mencicipinya mengatakan bahwa paniki mirip dengan daging ayam rica-rica. Tapi tekstur dagingnya agak sedikit alot seperti daging burung.

Terkenal sebagai makanan ekstrem Indonesia, paniki nyatanya masih banyak diburu oleh para pecinta kuliner ekstrem. Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tertarik mencicipi masakan ekstrem yang satu ini?

Saksang

makanan ekstrem indonesia
Saksang. Foto: Hita Batak

Bagi Anda pecinta daging babi, makanan ekstrem yang satu ini wajib Anda cicipi saat Anda sedang berada di tanah Batak.

Masyarakat Batak memiliki kuliner tradisional kebanggan mereka khususnya di wilayah Toba yang disebut dengan nama Saksang.

Saksang adalah masakan yang terbuat dari daging babi, daging anjing ataupun daging kerbau. Olahan daging ini kemudian dicincang dan dimasak dengan bumbu khasnya.

Uniknya lagi, Saksang dimasak bersamaan dengan darah hewan tersebut. Darah tersebut dikenal dengan nama margota. Sementara memasak tanpa darah disebut dengan sebutan na so margota.

Saksang biasanya disajikan pada saat upacara adat, keagamaan atau perayaan dan ritual tertentu. Bagi Anda yang gemar mengonsumsi daging babi, Anda wajib banget mencicipi kuliner yang satu ini.

Saren

makanan ekstrem indonesia
Saren. Foto: Daftar Wisata Jogja

Makanan esktrem Indonesia berikutnya adalah saren. Mungkin Anda masih asing saat mendengar makanan yang satu ini.

Saren merupakan makanan yang berasal dari darah hewan seperti sapi, kerbau ataupun unggas seperti ayam.

Cara mengolah darah hewan tersebut yaitu dengan cara menyaringnya untuk menghilangkan bagian yang kasar atau yang disebut dengan nama dideh atau marus.

Setelah disaring, darah tersebut dikukus sampai terbentuk utuh dan padat. Umumnya, saren memiliki tekstur yang sangat lembut seperti tahu yang mudah hancur.

Sebelum mengolahnya menjadi makanan, Anda harus memasaknya dengan penuh kehati-hatian dan pastikan saren dalam kondisi matang sebelum disantap.

Cara lain memasak saren bisa cengan cara ditumis dan lain sebagainya. Beberapa orang percaya bahwa saren memiliki nilai gizi yang begitu tinggi.

Tapi sayangnya jika melihat asal usul saren, sepertinya saren juga memiliki banyak sumber penyakit yang tidak baik jika dikonsumsi oleh tubuh. Jadi jika Anda ingin mencicipinya pastikan Anda memahami kandungannya.

Otak Monyet

makanan ekstrem indonesia
Otak Monyet. Foto: Daily News Indonesia

Monyet atau kera adalah hewan yang seharusnya hidup di alam liar. Populasinya yang semakin berkurang sering kali dikaitkan dengan olahan makanan ekstrem yang disebut dengan nama otak monyet.

Tentu saja makanan ini dianggap sebagai kuliner yang kontroversial. Sebagian orang memilihnya untuk memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Tapi ada juga yang memilih untuk memakannya mentah baik saat monyet itu telah mati maupun saat masih hidup. Orang-orang tersebut percaya bahwa otak monyet dapat meningkatkan kejantanan pria.

Terlepas dari benar tidaknya mengenai khasiat otak monyet. Sudah sepatutnya kita sebagai manusia melindungi hewan-hewan tersebut. Alangkah baiknya kita menjaga mereka agar terhindar dari kepunahan.

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button