NewsMusik

Daftar Lagu Indonesia yang Bertemakan Hari Bumi

Peringati 22 April, inilah lagu bertemakan Hari Bumi

Hobring.com – Setiap 22 April diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia. Selain banyaknya ajakan untuk mengubah gaya hidup demi menyelamatkan bumi. Upaya itu juga turut dilakukan oleh para musisi tanah air untuk berkampanye melalui lirik lagu yang memiliki makna mendalam.

Alih-alih menyanyikan lagu yang mengikuti tren masa kini. Para musisi ini justru menyuarakan kegelisahan dan keresahannya terhadap kondisi bumi dengan harapan masyarakat menjadi lebih peduli pada lingkungannya.

Nah bagi Anda yang tertarik untuk mendengarkan musik mereka. Hobring.com akan merekomendasikan daftar lagu Indonesia yang bertemakan Hari Bumi. Kira-kira lagunya siapa saja ya?

1.KotaK – Hijaukan Bumi

Grub band Kotak dikenal sebagai band dengan aliran musik rock pop. Tak hanya menyanyikan lagu tentang cinta, KotaK juga mengampanyekan lagu tentang peduli terhadap bumi.

Lagu Hijaukan Bumi adalah bentuk aksi nyata dari KotaK untuk mengajak Kerabat KotaK atau sapaan penggemar KotaK agar lebih memerhatikan lingkungan sekitar terutama kondisi bumi saat ini.


Lirik lagu, “Lihatlah rasakan sadarlah. Bumi kita semakin tenggelam. Lihatlah rasakan hijaukan. Hijaukan bumi kembali” adalah kalimat yang menjelaskan bahwa kondisi bumi saat ini sedang tidak baik-baik saja dan kita harus berjuang bersama-sama untuk mengembalikan kelestarian alam kita.


Baca Juga:


2.Navicula – Orangutan

Navicula adalah grup musik asal Bali yang terbentuk sejak tahun 1996 dengan mengusung genre folk rock, blues, punk, dan grunge.

Upaya Navicula dalam mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap bumi dibuktikan melalui tur musik yang bernama ‘Borneo Tour’ pada tahun 2012.

Pada saat itu, Navicula menyuarakan persoalan tentang deforestasi yang secara nyata mengancam habitat satwa langka yang berada di Sumatera maupun di Kalimantan. Lahirnya lagu Orangutan adalah salah satu bentuk keresahan dari Navicula terhadap dunia.

Lirik lagu, “Orangutan gila karena manusia gila. Tak betah tinggal di kota. Dia rindu habitatnya di rimba. Orangutan murka mengamuk serang manusia. Manusia bawa senjata. Orangutan tertawa terbang ke surga” adalah potret gambaran yang sering kali terjadi dan bukan hanya sekali atau dua kali saja.

Kasus matinya orangutan akibat ulah manusia adalah kondisi nyata yang akan kita jumpai saat melihat lebih dalam lagi dihabitat aslinya yaitu hutan Sumatera dan Kalimantan.

Jika hal itu dibiarkan secara terus menerus tidak menutup kemungkinan “Orangutan akan jadi legenda” seperti yang disampaikan Navicula dalam lagunya yang berjudul Orangutan.

3.Slank – Nggak Perawan Lagi

Grup musik rock asal Jakarta, Slank merupakan salah satu grup yang memiliki kepedulian terhadap kondisi alam sekitar termasuk pada bumi pertiwi.

Lagu Nggak Perawan Lagi adalah lagu yang menceritakan tentang kondisi lingkungan yang sudah tidak asri lagi. Di mana pantai yang kini penuh dengan sampah, minyak dan kotoran yang berasal dari manusia.

Kritik sosial dari lagu Slank yang satu ini dijelaskan melalui lirik, “Lereng dan pegunungan. Penuh lapangan golf dan villa. Nggak ada yang nahan air. Bikin banjir kota-kota. Lihat hutan dari pesawat. Mana solusi Indonesia? Imagiku hutan rimba. Yang ada botak dan tandus.”

Lagu Slank yang dirilis pada tahun 1994 ini, seakan sedang memberi tahu kepada para petinggi negeri dan mengajak masyarakat untuk dapat lebih merasakan dan melihat bagaimana kondisi alam kita yang terjadi saat ini.

4.Fiersa Besari – Alam Bukan Tempat Sampah

Musisi asal Bandung, Fiersa Besari yang lebih dikenal dengan nama Bung Fiersa adalah seorang musisi sekaligus penulis buku yang semakin popular lewat buku yang berjudul Garis Waktu.

Tak hanya pandai meramu tulisan dan menjadikannya sebuah buku. Bung Fiersa juga ahli dalam bernyanyi dan menciptakan sebuah lagu dengan makna yang mendalam.

Salah satu lagu yang mengandung kritik sosial adalah Alam Bukan Tempat Sampah yang menggambarkan tentang bagaimana ulah manusia saat ini yang lebih egois tanpa peduli terhadap lingkungan sekitar.

Lirik lagu, “Laut bukan tempat sampah. Gunung bukan tempat sampah. Alam bukan tempat sampah. Jadikan bumi lebih indah” adalah sepenggal lirik untuk mengajak masyarakat agar lebih menyadari tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

5.NAIF – Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia

Naif merilis lagu yang berjudul Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia dalam album Titik Cerah pada tahun 2002.

Lagu ini menggambarkan tentang manusia yang sudah tidak peduli terhadap bumi. Manusia cenderung berlomba-lomba membangun gedung pencakar langit, tapi lupa untuk menanam pohon.

Seperti yang sudah kita ketahui, pohon sangat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup seluruh mahluk hidup di dunia. Sebagai penghasil oksigen terbaik, pohon adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh semua mahluk.

Lirik lagu, “Udara segar yang dulu ada. Kini tak pernah lagi kurasakan” menggambarkan bahwa banyak pohon yang tumbang begitu saja dan kepedulian kita terhadap alam mulai menurun karena memprioritaskan pembangunan gedung bertingkat.

6./rif – Pelangiku Sirna

Lagu Pelangiku Sirna adalah bentuk kesedihan bagi grup band /rif. Pasalnya, lagu ini menceritakan tentang hutan yang hilang akan rimbanya dan langit yang tak cerah karena polusi.

Inilah potret nyata yang dihadapi oleh masyarakat khususnya di ibu kota. Setiap hari menghadapi polusi udara, dampak dari efek rumah kaca sampai minimnya oksigen karena tak ada lagi hutan yang tumbuh dengan subur.

Lagu Pelangiku Sirna adalah kondisi di mana tak ada lagi keindahan yang dapat kita temukan di bumi karena ulah dari manusia itu sendiri.

7.Iwan Fals – Pohon Untuk Kehidupan

Penyanyi legendaris, Iwan Fals, selalu menghadirkan lagu-lagu yang mengandung sarat akan sebuah kritik sosial baik itu kepada sesama manusia bahkan kepada para penguasa.

Lagu Pohon Untuk Kehidupan secara gamblang menceritakan bahwa semua mahluk hidup membutuhkan pohon sebagai bagian dari keberlangsungan kehidupan.

Iwan Fals mengajak penikmat musik untuk merenungkan tentang pentingnya sebuah pohon sesuai dengan lirik, “Andai esok kiamat tiba. Tanam pohon jangan ditunda. T’rus tanam jangan berhenti. Alam lestari. Hidup tak bakal berhenti.”

8. Barasuara РGuna Manusia 

Barasuara adalah grup musik asal Jakarta yang mengusung genre folk rock, pop, dan blues. Lagu Guna Manusia adalah salah satu lagu Barasuara yang ada di dalam album Pikiran dan Perjalanan yang dirilis pada tahun 2019.

Lagu ini menceritakan tentang keresahan dari Barasuara terhadap masalah turunnya permukaan tanah. Hal itu digambarkan dalam lirik yang berbunyi, “Cengkareng Barat 26, 6 cm. Pantai Mutiara 24, 7 cm. Ancol 12, 9 cm
Kelapa Gading 20 cm. Kebayoran Baru 13, 9 cm. Hitung mundur gerus tepian. Hingga hunian tinggal lautan.”

Kehadiran lagu Guna Manusia adalah upaya Barasuara untuk dapat terus menyadarkan orang banyak tentang betapa memprihatinkannya bumi kita dan pentingnya untuk terus menjaga serta melestarikan lingkungan disekitar kita.

Nah itulah deretan daftar lagu Indonesia yang bertemakan Hari Bumi. Semoga setelah mendengarkan lagu-lagu tersebut, kita bisa menjadi lebih peduli lagi terhadap bumi terutama lingkungan sekitar kita ya. Selamat Hari Bumi!

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button