OtomotifNews

Cara Membedakan Busi Asli dan Palsu

Hobring.comBusi adalah salah satu hal yang dapat mempengaruhi keadaan kendaraan bermotor. Maka kalian harus tahu bagaimana cara membedakan busi asli dan palsu.

Busi adalah salah satu penunjang kendaraan bermotor kalian, namun tahukah kalian, busi palsu diklaim dapat membahayakan pengendara sendiri lantaran dapat menyebabkan percikan api.

Melihat kondisi ini, Technical Support Busi Indonesia, Diko Oktaviano pun memberikan tiga tips untuk dapat membedakan busi asli dengan yang palsu. Adapun tiga hal itu adalah embos tulisan logo, gasket ring, dan kode produksi.

Diko mencontohkannya dengan busi milik NGK, busi NGK yang ditunjukkannya terlihat logo dicetak dengan sempurna dan tebal, ring gasket tidak dapat dilepas tanpa alat bantuan, karena elektroda memiliki presisi dan kerapihan tinggi, serta kode produksi yang terdapat metal shell terdapat hexagon.

Baca juga:

Sebaliknya, pada busi palsu, akan terdapat logo dengan berbahan sticker dan mudah untuk dilepas, ring gasket mudah lepas dengan hanya menggunakan tangan, elektroda tidak berbentuk presisi dan rapi, serta meta shell tanpa dilengkapi dengan kode produksi.

Busi palsu sendiri hanya memiliki tulisan tebal yang hitam dan tidak rapi, berbeda dengan busi original, karena akan dijumpai rapi pada part number dan teratur.

Kemudian keaslian busi dapat dilihat dari terminal nut. Jika ulir busi maka akan memiliki tekstur yang rapi dan halus, dan yang palsu akan memiliki tekstur kasar dan tidak rapi.

Apa dampak busi palsu?

Setelah mengulas beberapa poin mengenai busi palsu, selanjutnya mari kita bahas bagaimana dampak yang diberikan busi palsu pada kendaraan dan pengendaranya. Busi palsu jelas memiliki risiko-risiko tertentu, yakni sulit starter efisiensi bahan bakar berkurang, dan tenaga menurun.

Bahkan busi dapat mengalami overheat dengan tanda elektroda leleh dan akan merusak ruang bakar juga piston, dan akan berujung pada pergantian busi yang sering.

“Bahan busi palsu bukanlah bahan logam, sehingga saat habis akan memungkinkan habis terbakar di ruang bakar. Lelehan material yang tidak habis tersebut akan menimbulkan Surface Ignition atau munculnya api,” ucap Diko dikutip dari Liputan6.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button