News

ByteDance Akuisisi Pengembang Mobile Legends Hampir Rp 58 Triliun

Hobring.com – Perusaan sekaligus pemilik Tiktok, ByteDance dikabarkan memperlebar sayap di industri game dengan mengakuisisi perusahaan pengembang game Mobile Legends, Moonton.

ByteDance menyebut akan mengakuisisi melalui unit usahanya yang bergerak di sektor game yaitu Nuverse. Nilai akuisisi terhadap Moonton dikabarkan menyentuh hampir USD 4 miliar atau sekitar 57,8 Triliun rupiah (asumsi kurs Rp14,431 per 1 dolar).

Lewat akuisisi ini, ByteDance akan memulai persaingannya dengan perusahaan game MOBA lainnya, Tencent. Sebagaimana diketahui, Tencent adalah pemilik dari dua game MOBA yang populer yakni Honor of Kings dan Leage of Legends.

Bukan hanya itu, Tencent juga pengembang dari game battle royale PlayerUnkonws’s BattleGrounds mobile (PUBG). Game satu ini tidak kalah populer karena sangat digandrungi oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Baca Juga:

“Melalui kolaborasi lintas tim dan memanfaatkan pelajaran serta wawasan dari pertumbuhannya yang pesat, Moonton memberikan dukungan strategis yang diperlukan untuk mempercepat penawaran game global Nuverse,” kata ByteDance dalam sebuah pernyataan resmi dikutip dari Reuters.

Selanjutnya, CEO Moonton, Yuan Jing mengatakan Akuisisi ini menunjukkan bahwa ByteDance benar-benar serius dalam mengembangkan bisnis di sektor video game.

“Hari ini, kami mengumumkan kabar baik kepada semua orang bahwa Mutong telah mencapai kesepakatan akuisisi strategis dengan Bytedance, dan Mutong akan bergabung dengan keluarga Bytedance. Setelah akuisisi, Mutong akan mempertahankan operasi independen dan memperkuat integrasinya yang mendalam dengan ByteDance di bidang game dan e-sports. Setelah merger ini, Mutong akan terus beroperasi secara independen, dan saya akan tetap sebagai CEO, dan jalur pelaporan Mutong tidak akan berubah. Selama masa transisi, perusahaan juga akan mengeluarkan bonus transisi tambahan dan memulai program insentif karyawan,” tulis penggalan dari pernyataan resmi dari CEO Moonton dilansir dari Reuters.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button