NewsFoods

Buat Jurnal Makanan, Langkah Awal Mulai Makan Sehat Saat Puasa

Hobring.com – Menyusun jurnal makanan atau food journal merupakan salah satu langkah awal kamu untuk memulai pola makan sehat yang bisa diterapkan juga selama Ramadhan.

Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Juwalita Surapsari merekomendasikan sebaiknya kamu membuat food journal atau food diary.

“Pertama, paham dulu bagaimana makanan kita sehari-hari. Kalau langsung atur porsi akan lebih sulit, tetapi kita bsia membuat semacam food diary atau food journal,” kata dokter spesialis gizi klinik Juwalita Surapsari, seperti dilansir Antara, Rabu (28/4).

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah ini menyarankan untuk menulis daftar makanan dan minuman yang dikonsumsi mulai dari bangun tidur sampai malam sebelum tidur.

Tahap selanjutnya, kamu bisa lihat kembali daftar makanan tersebut dan muai memilih makanan dan minuman yang kemungkinan mengandung gula, garam, lemak, dan kalori tinggi.

“Misalnya, pada minum kopi sachet. Kopi ini umumnya memiliki kadar gula tinggi sehingga kita bisa keluarkan dari makanan sehari-hari atau kebasaan konsumsi roti isi coklat, kita bisa ganti dengan pilihan lebih sehat,” jelasnya.

Dia juga menyarankan untuk berhenti menyantap makanan olahan, seperti sosis, bakso, dan nugget karena mengandung lebih tinggi kalori dibanding makanan segar.

“Nilai gizi dan kalori daging sapi segar dengan sosis daging sapi berbeda. Jika dbandingkan, 100 gram daging sapi segar mengandung sekitar 250,5 kalori, sementara versi sosisnya 405 kalori,” jelasnya.

Selain itu, kamu juga bisa mencoba perlahan dengan mengganti nasi putih menggunakan nasi merah. Juwalita mengatakan, nasi merah lebih sehat karena mengandung serat dan beberapa vitamin, serta mineral yang lebih tinggi.

Untuk itu, cobalah merendam dulu beras merah satu jam, baru kemudian diolah menggunakan rice cooker atau diaron.

Terkait pengaturan makan selama Ramadhan, pakar gizi klinik yang juga Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Tirta Prawita Sari dalam surelnya punya rekomendasi khusus.

Dia menyarankan, pada saat buka puasa sebaiknya utamakan mengonsumsi buah-buahan, seperti kurma dan pastikan asupan serat cukup

Protein akan membantu mempertahankan rasa kenyang, maka mengonsumsi kacang-kacangan dan protein hewani yang cukup saat sahur dan berbuka penting dilakukan.

Sementara untuk menu sahur yang disarankan, yakni yang mengadung gizi lengkap dengan protein dan serat yang cukup, tanpa gorengan dan mengandung lemak baik seperti alpukat.

“Tidak perlu terlalu banyak mengonsumsi menu sahur, 30-40 persen dari kebutuhan energi harian sudah cukup. Jangan lupa minum cairan yang cukup ya,” ujar Tirta.

Dia juga berpesan untuk tidak memilih metode pengolahan makanan dengan menggorengnya secara lama karena akan berdampak pada dehidrasi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button