NewsLifestyle

Berbisnis Sejak SMP, Inilah Awal Mula Deeway Gembel Mengenal Dunia Ikan Cupang

Hobring.com – Dedi Yusolianto atau yang lebih dikenal dengan nama Deeway Gembel ‘Presiden Ikan Cupang’ adalah sosok influencer tanah air yang namanya sudah tidak asing dikalangan para pegiat ikan cupang di Indonesia.

Dibalik kesuksesannya saat ini, ternyata Deeway Gembel memiliki sebuah kisah yang menarik mengenai pengalamannya di dalam dunia ikan cupang ketika usianya masih remaja.

Perkenalan Deeway Gembel dengan ikan cupang terjadi sejak tahun 1986. Saat itu, ia masih duduk dikelas satu sekolah menengah pertama. Seorang tetangga yang tidak ia sebutkan namanya mulai memperkenalkan tentang bagaimana cara budidaya ikan cupang.

“Saya punya tetangga sudah dewasa. Ngeliat dia ternak ikan cupang. Lalu diajarin sama beliau. Ketika diajarin, saya belanja-belanja,” ujar Dedi Yusolianto ‘Dewaay Gembel’ kepada Hobring.com pada Rabu, (19/05) melalui Zoom.

“Saya kumpulin duit. Sampai saya beli (ikan cupang) aduan dengan harga tiga ribu perak. Pada waktu itu, ikan cupang biasa harganya cuma tujuhpuluh lima perak.”


Baca Juga:


Masih ditahun yang sama, Deeway Gembel menceritakan bahwa ada berbagai kategori dengan harga yang juga bervariasi. Ia mengatakan ada tiga kategori yang disebut Grade A, B dan C.

Dari ketiga kategori itu, harga yang ditawarkan juga bervariatif. Mulai dari Rp 75 untuk kategori Grade C, lalu Rp 150 untuk kategori Grade B dan Rp 300 untuk kategori Grade A.

“Saya waktu itu bisa beli pertama yang Rp 1500, indukan tuh. Lama-lama saya kumpulin lagi dapat yang harganya Rp 3000,”tuturnya.

Pelan tapi pasti, Deeway Gembel bersama seseorang yang dianggap sebagai mentor dalam dunia ikan cupang mulai melakukan budidaya ikan cupang dengan membuat beberapa kolam berukuran 1×1 meter.

Semakin hari, ikan yang dia budidayakan semakin banyak dan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Ketertarikan Deeway Gembel juga semakin menjadi-jadi saat para pembeli datang dari berbagai kalangan untuk membeli ikan cupang hasil budidayanya.

Jika saat ini banyak orang mengenal ikan cupang sebagai bagian dari ikan hias. Lain cerita pada saat Deeway Gembel melakukan budidaya ikan cupang ditahun 80an. Ia justru menjadikan ikan cupang adu atau fighter sebagai lahan budidayanya.

“Tahun segitu masih jenis aduan. (Jadi) yang saya budidaya jenis aduan. Kalau untuk hiasnya saya belum lihat. Aduan itu macam-macam kalau nggak salah ada Singapore, Belgia, Medan Super, Bagansiapiapi,” jelasnya.


Baca Juga:


Pemasaran merupakan salah satu tantangan yang dihadapi Deeway Gembel ketika merintis bisnisnya kala itu. Jika saat ini pemasaran lebih mudah dengan media internet. Namun dahulu ia harus melakukan pemasaran dengan cara yang tradisional.

“Dulu belum ada internet. Untuk pemasaran paling dari mulut ke mulut,” katanya.

Meski demikian, namun minat dan antusiasme pegiat ikan cupang ternyata begitu besar dan berasal dari berbagai kalangan. Deeway Gembel melihat peminat ikan cupang bukan hanya dari usia anak-anak saja. Tapi juga dari berbagai usia seperti usia remaja dan dewasa.

“Jadi saya jual ikan cupang dari anak kecil, remaja sampai kakek-kakek juga ada pada saat itu,” ungkapnya.

Saat ini melihat banyaknya para pegiat ikan cupang membuat Deeway Gembel memiliki pandangan tersendiri terutama pada sebelum dan saat terjadinya pandemi Covid 19.

Jika dahulu pemasaran terpusat hanya dilakukan oleh para pegiat ikan cupang profesional. Sehingga, mereka yang sudah lama di dunia ikan cupang akan mudah meningkatkan penjualan melalui pemasaran dan pengalaman.

Namun setelah munculnya pandemi Covid 19, hobi budidaya ikan cupang semakin meningkat. Tak hanya menjadi tren, ada banyak orang yang kurang berpengalaman dalam melakukan budidaya ikan yang satu ini.

Deeway menyarankan agar para pelaku bisnis ikan cupang khususnya yang pemula untuk lebih memahami tentang ilmu ikan cupang.

Sebab jika seorang pemula memahaminya sebelum mulai berbinis, hal itu bukan hanya berdampak pada kesehatan ikan tetapi juga dapat berdampak pada bisnisnya.

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button