ToysNews

Beragam Manfaat dari Permainan Puzzle Bagi Anak-Anak

Puzzle merupakan permainan yang ramah bagi anak-anak, punya beragam manfaat seperti nilai edukatif yang terkandung di dalamnya. Tingkat kesulitannya bisa disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, mulai dari 4 atau 16 potongan.

Mainan bagi anak satu ini memiliki berbagai macam bentuk gambar, tema, dan pola tertentu yang jika disusun dengan benar bakal menjadi gambar utuh. Puzzle sendiri, ada yang terdiri dari 4-6 potongan, dan 6-12 kepingan yang biasanya untuk anak usia dini.

Jenisnya pun bermacam-macam, ada kubus rubik, scabble sebagai permainan menyusun kata, sudoku yang terkait teka-teki logika dengan angka, teka-teki silang, dan lainnya. Di antara kesemuanya, yang paling dikenal ialah jigsaw puzzle.

Manfaat Puzzle Bagi Anak

Saat anak bermain puzzle, ia membutuhkan kejelian dan ketelitian untuk menyusun potongan-potongan gambar supaya jadi satu kesatuan, hal ini tentu sangat bermanfaat bagi perkembangan anak. Lalu, apa saja ragam manfaat permainan puzzle bagi anak? Kalau Anda ingin mengetahui jawabannya, Hobring merangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Melatih Kesabaran dan Ketekunan

Menyusun ulang potongan-potongan gambar pada puzzle dan merangkainya menjadi sebuah gambar yang utuh dapat melatih kesabaran dan ketekunan seorang anak. Dalam permainan ini, anak juga mesti berani mencoba memasang kepingan di tempat yang seharusnya.

2. Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan

Dari gambar, bentuk, dan warna yang terdapat di puzzle bakal mendorong anak untuk meningkatkan koordinasi gerak mata dan tangan. Bagi para orang tua, latihlah buat hati meletakkan potongan puzzle ke tempat yang sesuai secara bertahap.

Sebagai contoh, jika puzzle 6 keping, pertama-tama ajari mereka mengambil dua potongan terlebih dahulu lalu letakkan kembali dengan benar. Kemudian, tambah menjadi empat potongan dan terus berlanjut hingga anak mampu membongkar pasang sendiri.

3. Mengembangkan Kemampuan Motorik

Proses menyusun puzzle dengan mengambil dan meletakkan potongan puzzle pada tempatnya, akan membantu anak dalam hal perkembangan kemampuan motoriknya guna persiapan menulis, menggambar, memakai sepatu, dan makan sendiri.

4. Mengasah Kemampuan Berpikir dan Kognitif

Seperti diketahui, puzzle terdiri dari berbagai macam bentuk, warna, dan ukuran, ini bisa membantu anak berpikir dan mengasah kemampuan kognitifnya dalam mengenal beragam rupa yang terdiri dari kepingan-kepingan untuk disusun suapaya utuh kembali.

5. Memperkuat Daya Ingat

Menyusun ulang kepingan puzzle seperti sediakala, memerlukan konsentrasi dan daya ingat. Disarankan, saat ingin mencopot potongan-potongan puzzle sebaiknya anak diajak mengingat gambar utuhnya sebelum dibongkar.

Misalnya, puzzle yang sedang dimainkan bergambar hewan, arahkan anak untuk merekam di mana saja letak mata, hidung, badan, dan kakinya, sehingga menunjang anak untuk mengingat letak awal dari puzzle tersebut dan memperkuat ingatannya agar bisa menyusun kembali dengan benar.

Catat, semakin sering anak membongkar dan memasang puzzle menjadi bentuk yang semestinya, maka daya ingat dan konsentrasi anak bisa semakin lebih kuat.

6. Melatih Memecah Masalah

Ketika anak bermain puzzle, ia bakal mengamati potongan-potongan gambar atau bentuk yang akan disusun. Dalam prosesnya, mereka akan dipacu kreativitasnya dengan mecoba berbagai cara supaya masalah kepingan puzzle yang berantakan dapat kembali seperti semula.

7. Mengasah Logika

Anak yang memainkan puzzle secara tidak langsung sedang mengasah logikanya sendiri. Contohnya, ada puzzle bergambar sepeda yang terbagi menjadi 6 bagian, ketika memainkannya anak otomatis menggunakan kemampuan logika dalam dirinya, semisal, perihal di mana letak ban pada sepeda tadi.

Begitu juga mengenai bagaimana dia harus meletakkan gambar bagian-bagian sepeda sesuai posisinya. Ban seharusnya diletakkan di bagian bawah, setang atau jok di area atas, dan sebagainya. Semakin sering anak latihan menyusun puzzle, kemampuan logika matematikanya otomatis bakal berkembang.

8. Meningkatkan Konsentrasi

Merekonstruksi ulang puzzle membutuhkan daya ingat serta konsentrasi penuh. Sebab, anak mesti fokus pada potongan-potongan gambar untuk disatukan kembali. Pada titik itulah konsentrasi anak digodok sehingga lambat laun menjadi meningkat.

Terlebih, kalau gambar pada puzzle mempunyai tema yang bervariasi, misalnya suasana taman bermain. Artinya, jika kepingan gambar pada puzzle semakin banyak yang mesti disusun, itu akan lebih melatih anak untuk fokus dan berkonsentrasi untuk menyelesaikannya.

9. Mengembangkan Keterampilan Visuospasial

Kemampuan yang terkait dengan persepsi dan yang berhubungan dengan ruang disebut keterampilan visuospasial. Keberadaannya bisa diasah lewat permainan puzzle, sebab, anak akan dituntut untuk mengenal, mengetahui bentuk, ukuran, warna yang tersemat di dalamnya.

Menariknya, kalau anak balita bermain puzzle secara rutin dapat mengembangkan kemampuan dalam hal keterampilan visuospasial, berdasarkan laporan penelitian dari Universitas Chicago di Amerika Serikat pada 2011 silam.

10. Memperkuat Percaya Diri

Dengan memainkan puzzle, anak-anak bisa memperoleh dorongan guna menyelesaikan dan mencapai sebuah tujuan. Poin tersebut, secara tidak langsung dapat memacu si buah hati agar lebih percaya diri lagi dalam mengatasi tantangan yang dihadapi.

Beri Motivasi pada Anak

Penting bagi orang tua untuk memberikan motivasi kepada anak agar bisa menuntaskan potongan-potongan puzzle. Sebaiknya, contohkan terlebih dahulu bagaimana memecahkan masalah bongkaran puzzle supaya kembali seperti awal, sebelum mengajak anak bermain.

Selain itu, andai anak enggan untuk memainkannya, cobalah untuk mengajak teman sebanyanya agar anak mau melakukannya. Mereka pun bisa bersama-sama memainkan puzzle, dan itu bisa bikin anak melatih dirinya dalam hal bekerja sama, kooperatif, dan saling membantu satu sama lain.

Jangan lupa, jika anak sudah selesai main puzzle dan masih ada bagian-bagiannya yang berserakan, langsung disusun ulang, mengingat acap kali beberapa potongannya hilang ditambah jika itu dimainkan oleh banyak orang dan tidak ada yang mengawasinya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button