NewsLifestyleTraveling

Alasan dan Fakta Menarik Edelweis, Bunga Abadi yang Nggak Boleh Dipetik

Hobring.com – Baru-baru ini unggahan salah satu publik figur yang tengah memegang bunga edelweis menuai kritikan dari netizen di media sosial. Pasalnya di Tanah Air, Edelweis merupakan salah satu bunga yang tidak boleh dipetik, kenapa ya?

Sesuatu yang lazim ditemukan saat pendakian adalah bunga Edelweis. Bunga yang memiliki nama latin Anaphalis javanica ini tumbuh di gunung-gunung Indonesia. Kecantikan bunga ini membuat banyak pendaki ingin membawanya pulang ke rumah.

Namun, kamu perlu tahu memetik bunga Edelweis adalah tindakan yang dilarang dalam aktivitas pendakian.

Bahkan tak main-main, pengelola pendakian gunung menerapkan sanksi tegas bagi mereka yang nekat melakukannya.

Salah satunya pihak Basecamp Gunung Prau via Igirmranak yang mewajibkan sanksi 100 kali lipat untuk pendaki yang kedapatan merusak tanaman (memetik Edelweis) selama pendakian.

Selain itu, Gunung Gede Pangrango yang merupakan kawasan konservasi, memberikan saksi yakni penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp100 juta bagi pendaki yang memetik bunga Edelweis.

Insiden bunga Edelweis dipetik dari asalnya bukan pertama kali terjadi. Hampir setiap tahun insiden serupa ditemukan dan menjadi perbincangan di media sosial.

bunga edelweis
Dok/Foto: Shutterstock

Mengapa bunga Edelweis tidak boleh dipetik?

Ada beberapa alasan kenapa bunga Edelweis dilarang dipetik. Salah satunya adalah karena keberadaannya di kawasan konservasi.

Secara perundang-undangan, segala sesuatu baik hewam maupun tumbuhan yang ada di kawasan konservasi dilindungi dalam undang-undang.

Adapun larangan memetik bunga Edelweis juga tercantum dalam peraturan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 33 ayat (1) dan (2) tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem yang mendasari pelarangan pemetikan bunga berkelopak putih ini karena bunga Edelwis tumbuh di kawasan konservasi.

Selain itu dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, Edelweis juga menjadi salah satu bunga yang masuk dalam daftar dilindungi.

bunga edelweis 3

Fakta bunga Edelweis

Ketinggian, lebar dan usia yang pernah tercatat

Dilansir dari Kompas.com, di Gunung Sumbing, Jawa Tengah pernah ditemukan tanaman Edelweis memiliki tinggi mencapai 8 meter dan diameter lubang lebih dari 15 centimeter. Temuan itu didapat dari catatan Ammir Hamzah dan M.Toha (The Muntain Flora of Java).

Hanya tumbuh di Pegunungan

Bunga Edelweis termasuk tumbuhan endemik yang tumbuh di pegunungan tertentu yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Umumnya, bunga ini tumbuh dengan ketinggia sekitar 2.000mdpl, bergatung dengan suhu udara dan kelembapan itu sehingga membawanya turun tentu hanya akan membuat bunga ini layu dan mati.

Tanaman yang familiar di kalangan pendaki

Edelweis banyak tumbuh di gunung-gunung Indonesia. Maka dari itu, tanaman ini sudah familiar di kalangan pendaki.

Beberapa gunung yang menyajikan hamparan padang Edelweis antara lain Gede Pangrango di Alun-alun Suryakencana, Gunung Sumbing menjelang puncak, Gunung Lawu via Candi Cetho di Pasar Dieng, dan Gunung Merbabu di Sabana 2.

bunga edelweis 4

Disebut Bunga Abadi

Hal ini dikarenakan karena di dalam bunga edelweis terkandung hormon yang bisa mencegah kerontokan kelopak bunga, yaitu hormon etilen. Dengan ini edelweis pun dapat mekar sampai 10 tahun lamanya.

Edelweis juga terkenal dengan keindahannya dan tidak mudah layu, sehingga dijuluki pula sebagai sebagai bunga abadi.

Waktu mekar

Bunga Edelweis umumnya memiliki waktu mekar April-Agustus, tepatnya ketika musim hujan telah berakhir. Pada waktu tersebut, pancaran matahari yang intensif sangat baik untuk proses perkembangan Edelweis.

Ditemukan di Indonesia lebih dari 200 tahun yang lalu

Bunga Edelweis di Indonesia ditemukan pertama kali oleh naturalis berkebangsaan Jerman bernama Georg Carl Reindwardt ketika berada di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.

Ia menemukan bunga ini pertama kali pada 1819 yang berarti Edelweis sudah ada di Indonesia lebih dari 200 tahun.

bunga edelweis 5

Sudah dibudidayakan

Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang bunga Edelweis sebagai suvenir, hal ini ternyata bisa dilakukan. Salah satu kawasan budidaya Edelweis terletak di dataran tinggi Dieng.

Budidaya ini dilakukan dengan cara menanam anakan yang tumbuh dari biji dan tersebar di sekitar pohon induknya. Anakan Edelweis kemudian ditanam di media tanah liat berkapur atau berpasir dengan pH 4-7.

Selain itu, bunga Edelweis dapat ditemui juga di Desa Wisata Edelweis, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Di sana Edelweis dibudidayakan sekelompok petani dan dijual kepada wisatawan sebagai buah tangan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button