News

7 Fakta Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak di Bali

Hobring.com – Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di wilayah utara Bali masih terus dilakukan, Sabtu (24/4). Kapal TNI yang memiliki kemampuan mencari benda di bawah permukaan air dikerahkan untuk melacak kapal selam Nanggala-402.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membenarkan insiden itu. Ia mengatakan, kapal selam milik TNI Angkatan Laut (AL) itu diperkirakan hilang di perairan Selat Bali, Rabu (21/4) sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali, sekira pukul 03.00 pagi.

“Baru (dapat) izin menyelam, setelah diberi clearance, langsung hilang kontak. Kita terus lakukan pencarian dan kita mengerahkan kapal spike untuk mencari posisi Nanggala di mana,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Rabu (21/4).

Baca Juga:

Berikut ini adalah fakta-fakta terkait kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di Selat Bali tersebut!

Kapal Selam KRI Nanggala 402 2
Dok/Foto: Detik.com

Kapal diduga tenggelam di Palung Bali

Kapal selam KRI Nanggala-402 diduga hilang di palung kedalaman 700 meter di Laut Bali. Dugaan tersebut muncul setelah kapal selam buatan Jerman 1979 itu dilaporkan hilang kontak, Rabu (21/4).

Hadi mengatakan kapal selam Nanggala terakhir bisa melakukan komunikasi pukul 04.30 WIB. Kala itu kapal selam tersebut sudah tak bisa dikontak.

“Terakhir komunikasi ketika 04.30 mau laksanakan penembakan sudah tidak ada komunikasi,” kata Hadi.

Dijadwalkan ikut latihan penembakan rudal

KRI Nanggala-402 dijadwalkan ikut dalam latihan penembakan rudal di Laut Bali, Kamis (22/4). Latihan itu sendiri dihadiri langsung Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Kapal selam ini hilang kontak saat sedang melakukan latihan penembakan torpedo yang mengangkut lebih dari 50 orang.

Kapal diduga alami blackout

Kapal selam milik Indonesia tersebut diduga mengalami blackout alias mati listrik total. Hal itu pula yang mengakibatkan awak kapal tak dapat melakukan proses kedaruratan.

Menurut TNI AL, proses blackout tersebut dimungkinkan terjadi saat kapal berada di posisi menyelam statis. Akibat hal tersebut, kapal selam KRI Nanggala 402 diduga tenggelam ke kedalaman 600 hingga 700 meter.

Kapal Selam KRI Nanggala 402 1

Kapal selam tua buatan Jerman

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut kapal tersebut batan Jerman pada 1979. Kapal selam KRI Nanggala-402 ini mengambil nama dari senjata pewayangan Nanggala.

Kapal tipe tipe U-209/1300 ini dibuat oleh pabrikan Howaldtswerke, Kiel, Jerman, pada tahun 1981. KRI Nanggala-402 menjadi salah satu kapal selam andalan Indonesia yang memiliki berat 1.395 ton dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter.

Sekadar diketahui, TNI AL saat ini mempunyai lima armada kapal selam. Tiga di antaranya baru buatan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co. Ltd (DSME), Korea Selatan, yaitu KRI Nagapasa 403, Ardadedali 404, Alugoro 405. Sedangkan dua unit kapal selam lainnya merupakan buatan Jerman dan sudah berusia tua.

Kelajuannya mencapai 46,3 kilometer per jam

Dengan mengandalkan mesin diesel elektrik, kapal selam ini mampu melaju di bawah laut dengan kecepatan lebih kurang 25 knot, atau setara dengan kecepatan 46,3 kilometer per jam.

Dijuluki monster bawah laut

Kapal selam KRI Nanggala-402 ini aktif melakukan sejumlah misi penegakkan kedaulatan, hukum, dan keamanan di laut. Saat latihan operasi laut gabungan pada 8 April sampai 2 Mei 2004, kapal ini menunjukkan kemampuannya sehingga dijuluki ” Monster bawah laut”.

Kapal selam itu menunjukkan kemampuan mutakhirnya dengan menembakkan torpedo dan berhasil menenggalamkan KRI Rakata yang dijadikan sebagai sasaran tembakan.

Seluruh kapal pencari dikerahkan lacak KRI Nanggala-402

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengarahkan seluruh kapal milik TNI untuk melakukan pencarian. Bahkan dalam upaya pencarian kapal selam yang hilang tersebut, Indonesia telah meminta bantuan Singapura dan Australia. Kedua negara tetangga tersebut diminta untuk mengerahkan kapal penyelamat kapal selam yang mereka miliki.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button