NewsTech

6 Negara Ini Punya Hacker Terbanyak, Indonesia Urutan Berapa?

Hobring.com – Kebanyakan dari Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah hacker atau peretas. Hacker merupakan istilah untuk seseorang yang telah mempelajari, memodifikasi, menganalisa dan masuk ke sebuah jaringan komputer secara ilegal. Di manakah negara dengan hacker terbanyak di dunia?

Pada dasarnya, hacker atau peretas mengidentifikasikan kelemahan dalam sistem komputer dan mendapatkan akses tidak sah ke data di komputer tersebut. Dilansir dari interestingengineering.com, Sabtu (17/4) bahwa ada tiga jenis utama peretas adalah topi hitam, topi putih, dan topi abu-abu.

Topi hitam adalah peretas stereotip “jahat” yang biasa Anda kenal. Mereka biasanya masuk ke bisnis dan mencuri detail data rahasia, Anda. Mereka memiliki kebiasaan untuk menyisipkan suatu virus pada sistem dan mencoba untuk mengobrak-abrik isi sistem untuk kepentingan jahat dan tidak terpuji.

Sebaliknya, peretas topi putih adalah mereka yang berkeinginan untuk membantu bisnis Anda dan berusaha menemukan masalah dalam sistem keamanan.

Sementara peretas abu-abus adalah mereka yang memiliki semua keterampilan peretas topi hitam dan putih tetapi bertujuan hanya untuk bersenang-senang. Mereka tidak ingin mencuri uang atau informasi ataupun membantu orang lain.

Di dunia ini hacker telah tersebar diberbagai seluruh dunia, bahkan setiap negara pastinya memiliki seorang hacker. Berikut ini ada 6 negara yang diklaim sebagai negara yang memiliki mayoritas hacker terbanyak di dunia, di antaranya:

China

Negara Asia yang satu ini memang dikenal dengan kemajuan teknologi dan ekonominya. Dengan tingkat 41 persen dari serangan siber dunia, China ditempatkan di atas.

Tentu saja, hal tersebut tidak mengejutkan bagi kebanyakan orang. Pasalnya, tujuan dari serangan peretas China sebagian besar adalah untuk meretas jaringan AS dan sekutunya.

Bukan sekedar untuk bersenang-senang, penyerangan ini juga dicurigai disponsori negara terhadap pemerintah dan bisnis asing.

Hacker China mengincari 48 perusahaan kimia Amerika Serikat dan Inggris. Bahkan hacker China diperkirakan lebih berpeluang kaya daripada bandar narkoba.

Para peretas China pernah dicurigai melakukan serangan cyber Airbus, dengan tujuan rincian teknis pada A400M militer dan Airbus penumpang A350 pada September 2019.

Amerika Serikat

Negara dengan hacker terbanyak pada posisi kedua dimenangkan Amerika Serikat. Pasalnya, targetnya bukan hanya akun media sosial namun juga sistem keamanan. Mereka memegang 10 persen dari lalu lintas serangan siber dunia.

Kelompok yang terkuat di Amerika adalah Topi Abu-Abu, Wikileaks, Anonymous. Namun yang paling menonjol adalah Topi Abu-Abu karena pusat Anonymous ada di Brasil.

Pada Juni 2019, Presiden Trump memerintahkan serangan cyber terhadap sistem senjata Iran, lalu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran yang diserang dengan Trojan untuk mengganggu sentrifugal.

Turki

Sebuah negara dengan skill dan mental tinggi adalah ciri khas hacker asal negara Turki. Turki berhasil menempati posisi ketiga dengan tingkat 4,7 persen dari serangan siber global. Peretas Turki telah meningkatkan aktivitas mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Tim peretas terkenal di Turki, di antara “Tim Ayyıldız,” yang didirikan tahun 2002 lalu. Kelompok ini berhasil meretas situs web Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Kemudian pada Desember 2015 lalu, mereka kembali meretas situs web kelompok peretas Anonymous.

Rusia

Negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin ini memang dikenal sebagai rumah bagi 30 kelompok hacker berkemampuan tinggi. Sekitar 4,3 persen dari lalu lintas serangan hack global dihasilkan dari Rusia.

Meskipun peringkat ke-4 dalam daftar, mereka mampu dan mereka meretas jaringan paling aman di dunia. Pada April 2015, CNN melaporkan bahwa komputer mereka menembus bagian sensitif Gedung Putih.

Bukan hanya itu, negara ini dituding melakukan peretasan terhadap berbagai pihak dengan disponsori oleh negara. Tak heran, jika nilai pasar gelap kejahatan dunia maya-nya bernilai Rp29 triliun.

Mereka juga melakukan peretasan terhadap situs web paling aman di negara-negara seperti Prancis, Jerman, Inggris, dan banyak lagi.

Brasil

Brasil berhasil masuk dalam daftar negara dengan jumlah peretas terbanyak di dunia. Setelah Olimpiade 2016 di Rio, yang memiliki serangan cyber dari peretas Rusia, peretas Brasil menjadi fokus dunia.

Brazil memegang jumlah serangan cyber terbesar, dengan pangsa 3,3 persen dalam serangan global, di belahan bumi selatan.  Umumnya hacker dari Brasil mengadaptasi alat dan teknik dari Eropa Timur.

Kemudian alat dan teknik tersebut dikombinasikan dengan perangkat lunak dari Rusia, sehingga membuatnya lebih kompleks dan sulit ditangkal.

Indonesia

Negara yang sangat besar dan memiliki banyak penduduk di dunia mustahil kalau tidak ada hacker. Fakta ini mungkin mengejutkan. Namun nyatanya, Indonesia juga menjadi sarang peretas hebat di dunia.

Bukti yang mencengangkan terlihat ketika perselisihan Blok Ambalat antara Indonesia dengan Malaysia, pada perayaan kemerdekaan Malaysia tepatnya tanggal 31 Desember 2010.

Hacker Indonesia menutup 500 website pemerintahan, website terkemuka di malaysia, universitas, pendidikan. Dengan tertutupnya website-website tersebut Malaysia dalam sehari rugi kurang lebih Rp.7,5 Triliun.

Laporan BBA tahun 2016 menyatakan jumlah peretasan dari Indonesia terus meningkat. Secara keseluruhan, jumlahnya mencapai 38 persen dari semua insiden di seluruh dunia pada tahun 2014 lalu.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button