NewsOlahraga

Tenis Meja: Sejarah, Peraturan dan Teknik Dasar Untuk Pemula

Hobring.com – Tenis meja termasuk jenis olahraga yang berbeda dan unik daripada olahraga lainnya. Olahraga ini menggunakan permainan bola kecil yang terbuat dari celluloid.

Permainan ini dapat dilakukan dengan perorangan, 1 lawan 1 (single) maupun berpasangan, 2 lawan 2 (double).  Permainan tenis meja dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Single : putra atau putri (tunggal)
  • Double : putra atau putri (ganda)
  • Double campuran : ganda putra dan putri

Cara bermain teknik meja dengan menggunakan bola kecil dan bet untuk memukul bola. Sesuai dengan standard, bola yang digunakan berbentuk bulat dengan ukuran diameter 40 mm dan berat 2,7 gr dengan warna yang dibolehkan adalah putih atau oranye.

Untuk memainkannya pun membutuhkan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola yang dibatasi oleh net pada sisi tengah meja.

Baca Juga:

Jika kamu tertarik dengan olahraga ini, ada baiknya kamu mengetahui sejarah dan teknik bermainnya. Simak ulasan berikut ini.

tenis meja
Sejarah tenis meja

Sejarah tenis meja

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), tenis meja atau pingpong merupakan miniatur dari tenis rumput yang sering dimainkan di lapangan terbuka.

Dipopulerkan pertama kali di Inggris sejak tahun 1880-an atau abad ke-19, mulanya permainan ini digunakan sebagai alternatif permainan di dalam ruangan saat musim dingin.

Permainan tersebut berasal dari permainan tenis kuno pada pertengahan dengan nama seperti gossima. Kemudian, dikembangkan oleh angkatan bersenjata Inggris yang berkedudukan di India.

Pada abad ke-19, permainan ini sangat digemari di Inggris dan Eropa, selanjutnya Amerika Serikat. Waktu itu namanya masih gossima atau pingpong.

Istilah tenis meja baru muncul sekitar tahun 1921-1922, saat organisasi yang dibentuk tahun 1902 mewadahi para pemain pingpong aktif kembali, namun dibubarkan tahun 1905.

Selanjutnya para perwakilan pemain pingpong dari beberapa negara, seperti Jerman, Hongaria, serta Inggris berkumpul dan membentuk organisasi tingkat internasional.

Organisasi tersebut kemudian diberi nama Federation Internationale de Tennis de Table atau International Table Tennis Federation.

Organisasi ini didirikan pada 1926 yang diprakarsai oleh Dr George Lehmann. Para anggotanya berasal dari Inggris, Swedia, Hongaria, India, Denmark, Jerman, Cekoslowakia, Austria serta Wales.

Hingga pertengahan 1990-an, lebih dari 165 negara telah bergabung menjadi anggotanya. Di Tanah Air, induk organisasi tenis meja Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) yang didirikan pada tahun 1958.

Kejuaraan dunia untuk tenis meja, pertama kali diselenggarakan pada 1926 di London, Inggris. Hongaria menjadi pemenang kompetisi pingpong selama sembilan kali berturut-turut.

Baca Juga: Jangan Coba-coba Lakukan 5 Hal ini Sebelum Olahraga Lari

tenis meja

Peraturan tenis meja

Mengutip laman Pongfit, setidaknya ada 13 peraturan dalam permainan tenis meja:

  • Permainan pingpong dimainkan hingga 11 poin. Umumnya nila terbaik akan diambil tiga dari lima pertandingan.
  • Jika poin seri dengan nilai poin 10-10, maka pemain diharuskan melakukan servis secara bergantian.
  • Jika bola dilempar dan dipukul, namun ternyata pukulan meleset maka poin akan menjadi milik lawan.
  • Jika bola memantul dua kali atau lebih di area lawan serta memantul ke samping bahkan menyentuh garis tepi, maka poin akan menjadi milik pemain.
  • Bola yang di-service harus memantul di bagian kanan area lawan. Khusus untuk pertandingan kategori ganda, tim harus bertukar tempat setelah melakukan pukulan service sebanyak dua kali.
  • Jika saat rally point (permainan berlangsung lama karena para pemain mempertahankan posisi bola) bola terkena jaring atau net, maka lemparan itu akan dianggap sah.
  • Saat pertandingan kategori ganda, kedua pemain wajib memukul bola secara bergantian. Bola pingpong harus dipukul saat memantul pada meja.
  • Jika salah satu pemain memukul bola sebelum memantul, maka poin akan menjadi pihak lawan.
  • Saat rally point atau saat melakukan service, bola memantul ke atas jaring dan mengenai area lawan dan lawan tidak memberikan serangan balik, maka itu akan menjadi poin tambahan untuk pemain.
  • Bagian tubuh yang boleh terkena bola dalam permainan tenis meja adalah area di bawah pergelangan tangan dan jari. Jika bola terkena tangan atau paddle, maka poin akan tetap dianggap sah.
  • Pemain tenis meja tidak boleh menyentuh meja papan kecuali tangan (area bawah pergelangan tangan) yang digunakan untuk membawa bet.
  • Meskipun bola memantul ke samping dan mengenai bagian tepi atas permukaan meja, poin akan tetap dianggap sah
  • Jika wasit tidak hadir selama pertandingan dan pemain merasa kurang setuju dengan hasil pertandingan. “Honor system” dapat diberlakukan hingga semua pemain setuju dengan hasil pertandingan.

Teknik dasar permainan tenis meja

Dikutip dari Megaspin, berikut ini adalah beberapa cara bermain tenis meja yang bisa jadi acuan bagi para pemula.

  1. Cara Memegang Bet

Cara bermain tenis meja bagi pemula yaitu memegang bet. Bet adalah salah satu perlengkapan tenis meja berupa papan pemukul yang sebagian besar terbuat dari kayu. Ketika memegang bet, setidaknya terdapat tiga cara umum, yaitu:

  • Shakehand Grip

Sesuai dengan namanya, cara memegang bet dengan shakehand gripyaitu seperti berjabat tangan. Cara ini paling sering digunakan oleh banyak atlet tenis meja dunia karena dianggap lebih efektif dan memberikan peluang untuk menghasilkan pukulan dan servis yang baik.

  • Penhold Grip

Teknik memegang bet dengan penhol grip yaitu seperti memegang pena atau alat tulis. Caranya adalah memegang pada satu permukaan bet atau tangkai bet saja.

Memegang bet dengan cara ini juga dianggap efektif untuk melakukan pukulan Meskipun demikian, cara ini tidak begitu efektif untuk melakukan pukulan.

Pada umumnya, atlet menggunakan teknik ini ketika melakukan pertahanan saja. Kelebihan dari teknik penhold grip yaitu efektif untuk melakukan pukulan backhand dengan cepat dan juga pukulan forehand.

  • Seemiller Grip

Teknik memegang bet yang terakhir yaitu seemiller grip atau yang biasa disebut jugaAmerican grip. Teknik ini merupakan versi lain dari shakehand grip dilihat dari caranya yang mirip.

Perbedaan dari kedua cara ini adalah cara memutar bet dan sudut yang dihasilkan. Kelebihan dari teknik ini yaitu mempermudah atlet untuk melakukan blok.

Sedangkan kelemahannya adalah sulit melakukan pukulan backhand dari jarak yang jauh dari meja dan juga melakukan pukulan sudut.

2. Langkah kaki (footwork)

Mengutip dari Kajian Pustaka, secara garis besar footwork dibedakan atas nomor tunggal dan nomor ganda. Footwork yang digunakan pada nomor tunggal otomatis digunakan juga pada nomor ganda.

Penggunaan gerakan kaki harus disesuaikan dan diantisipasi dengan jarak antara bola yang datang dengan posisi pemain saat itu.

3. Cara Melakukan Pukulan

Setidaknya terdapat beberapa teknik pukulan tenis meja yang umumnya digunakan oleh atlet tenis meja, yaitu sebagai berikut:

  • Push

Push merupakan teknik melakukan pukulan dengan cara seperti mendorong dengan posisi bet terbuka.

Teknik ini umumnya digunakan ketika ingin mengembalikan pukulan chop dan push itu sendiri dari pihak lawan. Pada dasarnya, teknik pukulan ini dibagi menjadi dua, yaitu forehand push danbackhand push.

  • Drive

Drive adalah teknik melakukan pukulan dengan menggerakan bet dari arah bawah menyerong ke atas dengan posisi bet tertutup.

Pada umumnya, teknik ini digunakan untuk mengontrol dan melakukan pukulan serangan terhadap pihak lawan. Teknik drive ada dua macam, yaitu forehand drive danbackhand drive.

  • Chop

Sesuai dengan namanya, teknik chop yaitu teknik memukul bola yang gerakannya mirip seperti menebang pohon.

Umumnya, teknik chopdigunakan untuk mengembalikan pukulan yang diberikan oleh pihak lawan. Sama seperti push dan drive, teknik pukulan chop juga terbagi menjadi dua, yaitu forehand chop dan backhand chop.

  • Block/Blok

Teknik memukul bola dengan posisi bet tertutup. Biasanya, teknik blok digunakan untuk mengembalikan bola top sprin dan bola drive dari pihak lawan.

  • Service/Servis 

Teknik memukul bola yang digunakan pada saat memulai memulai permainan. Cara melakukannya yaitu memantulkan bola pingpong sekali ke meja terlebih dahulu, selanjutnya bola pingpong harus melewati net kemudian memantul sekali di meja lawan main.

  • Spin

Teknik pukulan yang dilakukan untuk menghasilkan gerakan bola memutar. Caranya yaitu dengan agak memiringkan bet sedikit. Teknik ini biasanya dilakukan sebagai teknik balasan.

  • Lop

Teknik memukul dengan cara melambungkan bola pingpong, lalu dipukul dengan keras dan kuat ke pihak lawan. Tujuannya agar bola tidak bisa dikembalikan lagi oleh pihak lawan.

  • Smash

Teknik memukul bola dengan melakukan pukulan yang keras dan juga tajam. Teknik ini dilakukan agar lawan tidak mampu mengembalikan bola.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button