NewsHiburan

45 Quotes Kartini yang Inspiratif Untuk Motivasi Hidup

Hobring.com – Setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini karena bertepatan dengan hari kelahiran Raden Ayu Kartini atau RA Kartini. Melalui bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, RA Kartini berhasil menginspirasi banyak wanita melalui quotes atau kutipan-kutipannya.

RA Kartini dikenal sebagai seorang pelopor dalam kebangkitan wanita Indonesia di masa kolonial Belanda. Keahliannya dalam berbahasa Belanda, membuat ia terhubung dengan berbagai teman di dunia khususnya di wilayah Eropa.

Kartini adalah sosok yang tertarik pada kemajuan cara berpikir wanita-wanita di Eropa. Hal itulah yang membuatnya berjuang untuk memajukan wanita Indonesia agar memiliki hak yang sama terutama dalam dunia pendidikan.

Meskipun kini Kartini telah tiada, namun perjuangannya masih dapat kita rasakan sampai saat ini. Melalui kutipan atau quotesnya, Kartini seakan tidak akan pernah mati dan selalu menjadi inspirator untuk semua wanita.

Agar semangat perjuangannya dapat melekat dalam jiwa kita. Berikut ini adalah kumpulan quotes Kartini yang inspiratif untuk memotivasi hidup sepanjang waktu.

1.”Barangsiapa tidak berani, dia tidak bakal menang, itulah semboyanku! Maju! Semua harus dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani memenangkan tiga perempat dunia!”


Baca Juga:


2.”Bermimpilah, bermimpilah, dengan hal yang demikian hatimu merasa berbahagia, mengapatah akan tidak?”

3.”Cita-cita itu ialah memperindah martabat manusia, memuliakannya, mendekatkan pada Kesempurnaan.”

4.”Kalau anak laki-laki itu mementingkan diri sendiri, maka itu bukan salah mereka, itu terletak pada pendidikannya, mereka dibuat demikian. Mereka mendapat semuanya, boleh semuanya dan apa yang tidak mereka ambil, itu baik untuk anak-anak perempuan.”

quotes kartini
Foto: Kartini, Kardinah dan Roekmini/KITLV Leiden University Libraries Digital Collections

5.”Perkembangan intelektual masih belum merupakan surat ijazah untuk kesusilaan.”

6.”Hanya sekolah saja tidak bisa memajukan masyarakat. Lingkungan keluarga (orang tua) harus membantu juga. Malahan lebih-lebih dari lingkungan keluargalah, yang seharusnya datang kekuatan mendidik.”

7.”Kata ‘Aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mahu!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.”

8.”Pergilah, bekerjalah untuk mewujudkan cita-citamu. Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk kebahagiaan ribuan orang tertindas oleh hukum yang lalim, dengan faham yang keliru tentang benar dan salah, tentang baik dan jahat. Pergilah, pergilah, tanggunglah derita dan berjuanglah tetapi bekerjalah untuk sesuatu yang kekal.”

9.”Tidak menjadi soal bagaimana caranya mengabdi kepada kebaikan, asalkan baik saja.”

10.”Seorang guru bukan hanya sebagai pengasah pikiran saja, melainkan juga sebagai pendidik budi pekerti.”

11.”Saya malu sekali memikirkan kepentingan pribadi. saya berpikir-pikir dan mengelamun tentang keadaan saya sendiri dan di luar, di sekekliling saya demikian banyaknya orang yang hidup menderita dan sengsara. Seolah-olah udara tiba-tiba bergetar disebabkan oleh suara orang-orang menderita disekeliling saya yang menjerit, mengerang dan mengeluh. Lebih keras lagi dari suara mengerang dan mengeluh terdengar bunyi mendesing dan menderau dalam telinga saya: Bekerja! Bekerja! Bekerja! Berjuanglah membebaskan diri! Baru setelah kamu bekerja membebaskan diri, akan dapatlah kamu menolong orang lain! Bekerja! Suara itu saya dengar terang sekali.”

12.”Hormati segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya.”

13.”Bermimpilah terus, bermimpilah terus, bermimpilah selama kamu dapa bermimpi! Apabila tiada mimpi, apakah jadinya hidup? Keadaan yang sesungguhnya biasanya sangat kejam. Barang kali memang betul apa yang dikatakan orang, bahwa sebenarnya kami harus tinggal seorang diri di sebuah pulau yang tidak didiami manusia! Tetapi jika demikian, orang lalu betul-betul akan memikirkan diri sendiri saja bukan? Saya kira kami harus hidup dengan dan untuk orang banyak. Itulah tujuan hidup, untuk membuat hidup indah! Derita akan meluhurkan, sekurang-kurangnya kalau orangnya baik. Dalam hal lain derita justru akan merendahkan. Juga kami akan berubah. Bagaimana perubahan itu hanya Tuhan yang tahu. Yang kami ketahui hanyalah, kami bukanlah lagi anak-anak yang lela.”

14.”Tiada barang mustahil di dunia ini! Dan sesuatu barang yang hari ini kita teriak-teriakkan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal!”

15.”Tetapi apalah artinya pandai dalam ilmu yang hendak diajarkan itu, apabila ia tidak dapat menerangkan secara jelas kepada murid-murid.”

16.”Kami adalah anak manusia biasa, sangat biasa, campuran antara jahat dan baik, seperti jutaan anak yang lain. Boleh jadi pada saat ini dalam diri kami terdapat lebih banyak yang baik daripada yang jahat, tetapi sebabnya tidak perlu dicari lebih jauh. Orang yang hidup dalam lingkungan yang sederhana, tidak sukar untuk menjadi baik; seolah-olah dengan sendirinya dia akan menjadi baik. Sama sekali bukan hikmat, bukan suatu jasa untuk tidak berbuat jahat; apabila tidak terbuka kesempatan bagi kita untuk berbuat demikian. Kelak apabila kami telah meninggalkan sarang orang tua yang hangat dan aman; berdiri dalam kehidupan manusia sepenuhnya; di situ tidak ada lagi tangan orang tua yang setia memeluk kami. Jika di sekeliling hidup kami angin ribut mengamuk dengan garang, tidak ada tangan yang penuh cinta menopang dan memegang kami. Jika kaki kami goyang, barulah pertama-tama akan nyata, apa sebenarnya kami ini.”

17.”Walaupun saya tidak beruntung sampai kepada ujung jalan itu, walaupun saya akan patah di tengah jalan, saya akan mati dengan bahagia. Jalan sudah terbuka dan saya telah turut merintis jalan yang menuju ke kebebasan dan kemerdekaan perempuan Bumiputera.”

18.”Kecerdasan otak saja tidak berarti segala-galanya. Harus ada juga kecerdasan lain yang lebih tinggi, yang erat berhubungan dengan orang lain untuk mengantarkan orang ke arah yang ditujunya. Di samping otak, juga hati harus dibimbing, kalau tidak demikian peradaban tinggal permukaannya saja.”

19.”Bagaimanapun jalannya, sekali-kali jangan lelah untuk berusaha gigih membela semua yang baik.”

20.”Kita harus hidup bersama-sama dan untuk semua manusia. Tujuan hidup kita ialah membuat hidup lebih indah.”

21.”Dalam hatinya karena perlawanan terhadap keadaan zaman, jiwanya menjadi matang. Ia tidak akan, tidak mau tunduk. Ia harus menempuh jalan baru.”

22.”Untuk mendapatkan kebebasan dan persamaan bagi dirinya, bukankah harus dimulainya dengan memberikan hal itu kepada orang lain?”

23.”Untuk mendapatkan kebebasan dan persamaan bagi dirinya, bukankah harus dimulainya dengan memberikan hal itu kepada orang lain?”

quotes kartini
Foto: Soematri, Roekmini, Raden Mas Adipati Ario Sosrodiningrat (Ayahnya Kartini), Kartini dan Kartinah/KITLV Leiden University Libraries Digital Collections

24.”Bila golongan atas sudah berpendidikan, maka pendidikan seluruh bangsa hanya soal waktu saja.”

25.”Bahwa kebahagiaan perempuan yang paling tinggi, sejak berabad-abad yang lalu bahkan juga sampai saat ini adalah hidup selaras bersama dengan laki-laki.”

26.”Saya cinta kepadamu, saya cinta kepadamu, saya cinta kepadamu, ya saya cinta kepada seluruh dunia, sebab tiap dunia itu baik, tiap orang berbudi baik.”

27.”Tugas manusia ialah menjadi manusia.”

28.”Jika kita tidak mencari pengetahuan maka hidup kita tidak akan bahagia dan kehidupan kita akan semakin mundur.”

29.”Simpati itu bagi kami merupakan kepuasan, kekuatan, bantuan, kegembiraan, hiburan.”

30.”Kami yakin, apabila seseorang berani memulai, banyak yang akan mengikuti.”

31.”Kalau ada kepentingan besar, kepentingan kecil harus diabaikan.”

32.”Akan lebih banyak lagi yang tidak belajar dan tidak melihat apapun dapat berfikir dan merasa seperti kami tetapi penderitaannya bukan main.”

33.”Pandai itu tidak merupakan kebahagiaan untuk setiap orang. Celakalah apabila orang dapat berfikir tetapi tidak boleh; apabila orang dapat merasa, mampu dan mau, tetapi tidak boleh. Lebih baik tetap bodoh saja.”

34.”Belajar pada usia yang matang ada pulalah keuntungannya. Kami sekarang mengerti jauh lebih baik dan memahami segala sesuatu. Dan banyak hal yang dulu bagi kami mati sekarang menjadi hidup. Kami tertarik terhadap sangat banyak hal yang dulu tidak kami pedulikan, semata-mata hanyalah karena kami tidak mengerti. Alangka bahagia kami, apa bila sekarang ada seseorang yang dapat menerangkan hal-hal yang sangat menarik itu kepada kami. Guru-guru yang diam itu sekarang harus menjawab semuapertanyaan kami. Hari ini ada “bahasa”. Anak-anak heran melihat apa yang kami lakukan, mereka tidak dapat mengerti apa yang kami lakukan. Aduhai! Bilakah saat yang bahagia itu akhirnya akan tiba, saat dimana bagi dunia kami boleh memeluk studi sebagai pengantin kami.”

35.”Percayalah akan masa depan.”

36.”Bagi kami tiada hari kemarin, tiada hari besok. Hanya hari sekarang yang nikmat, yang penuh cahaya bahagia yang ada! Keindahan demikian banyak membuat kepala saya pusing, membuat saya takut! Aduh, alangkah hebatnya kekecewaan kelak, bila mimpi dan angan-angan kami sekarang hilang lenyap jadi asap belaka.”

Quotes kartini
Foto: Roekmini dan Kartini/KITLV Leiden University Libraries Digital Collections

37.”Bila orang hendak sungguh-sungguh memajukan peradaban, maka kecerdasan pikiran dan pertumbuhan budi harus sama-sama dimajukan.”

38.”Adalah suatu pertolongan dan bantuan besar sekali bagi orang laki-laki jika perempuan berbudi tinggi dan terpelajar.”

39.”Alangkah besarnya kekuasaan pengaruh kebangsawanan pikiran dan budi, sehingga perubahan yang amat besar dalam kehidupan manusia yang sangat banyak dapat diwujudkan dalam waktu beberapa jam saja olehnya.”

40.”Hidup, alangkah penuh teka-teki dan rahasia kamu!”

41.”Kami hanya akan hidup untuk diri kami sendiri, sedang kami ingin hidup untuk masyarakat, mengabdikan diri sama sekali kepadanya.”

42.”Alangkah senangnya apabila kita mempunyai uang banyak; kita dapat membuat orang lain bahagia sekali.”

43.”Dan terhadap pendidikan itu janganlah hanya akal yang dipertajam, tetapi budipun harus dipertinggi.”

44.”Sebab barang siapa tidak dapat merasakan sakit, dia juga kebal terhadap rasa gembira. Barang siapa tidak menderita, tidak juga dapat merasakan nikmat yang sesungguhnya.”

45.”Adakah yang lebih hina lagi selain bergantung kepada orang lain? Apabila sebelumnya ia mempelajaru suatu kepandaian, maka sekarang ia sudah bebas dan berdiri sendiri! Dan nasib yang bagaimanakah yang menantinya kalau dia masih hidup? Tentulah dia harus kawin.”

RA Kartini hadir tak hanya sebagai seorang wanita bangsawan, namun ia lahir sebagai penggerak dalam perjuangan masyarakat Indonesia pada masa kolonial.

Kutipan atau quotes Kartini telah membuktikan bahwa dirinya yang tak akan pernah menyerah hanya karena sebuah keadaan. Semoga melalui tulisannya, semangat Kartini akan selalu menjadi motivasi hidup khususnya bagi para wanita di Indonesia.

FITRA

Content writer sejak 2015 sampai sekarang. Hobi traveling dan petualangan. Suka membaca dan koleksi buku-buku sejarah. Saat ini sedang menempuh magister Hubungan Internasional di Paramadina University. Nature enthusiast and blue lovers. Find me on Instagram!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button