MusikNews

4 Lagu Reggae Indonesia yang Kental Akan Kritik Sosial

Hobring.com – Reggae Indonesia juga mengenal musik-musik dengan instrumen perlawanan, beberapa musisi tanah air genre ini tidak ragu menyematkan kritik atas masalah kehidupan kita.

Ada banyak sekali lagu-lagu berlarian reggae di Indonesia yang memiliki lirik kritis terhadap keadaan sosial tanah air, bait-bait di dalamnya berbicara seputar kemiskinan, ketidakadilan, ketimpangan, rasisme, anti perang, anti penjajahan, hingga sikap menolak sistem yang kapitalistik.

Isu-isu semacam tadi, menjadikan genre musik reggae cukup populer oleh khalayak, dentuman instrumen yang khas pun bisa bikin pendengarnya menggoyangkan kaki sampai kepala guna menikmati irama yang disajikan para musisinya.

Aliran musik yang berasal dari tanah Jamaika ini, sebagaimana dilansir dari laman Berdikari Online, sejak lahirnya memang identik sebagai instrumen protes. Atas dasar itulah, Hobring bermasksud memperkenalkan kepada pemirsa perihal 4 lagu reggae Indonesia yang kental akan kritik sosial. Penasaran? selengkapnya di bawah ini.

Baca juga:

Steven & Coconut Trees – Serenada

Pada dasarnya, lagu reggae satu ini adalah penghormatan untuk seseorang, di mana sebenarnya dibuat oleh Iwan Fals yang dilatunkan bersama Ritta Rubby pada tahun 1984. Barulah Steven & Coconut Trees di album Other Side di tahun 2005 menyanyikan Serenada.

Jika mengamati liriknya, serenada ini seperti dipersembahkan bagi orang-orang tertindas, misalnya saja tercantum dalam dua bait pertamanya: “Aku ingin menyanyikan lagu, buat orang-orang yang tertindas.” Pun diperkuat dengan lirik: “Di lorong-lorong jalan, di kolong-kolong jembatan, di kaki-kaki lima, di bawah menara, kau masih mendekap derita.”

Ras Muhamad – Siempre

Tercipta pada tahun 2007, lagu Siempre yang dibuat oleh musisi Ras Muhamad ini masuk dalam koleksi album Reggae Ambassador. Ia merupakan tribute untuk pejuang revolusioner Amerika latin yang dikaguminya, yakni Ernesto Che Guevara.

Ras Muhamad sendiri, telah membaca kisah dan perjuangan pahlawan kelahiran Argentina itu. menurutnya, Che sebagai pejuang pentung revolusi Kuba adalah pahlawan kaum tertindas. Kata Siempre yang menjadi judulnya terinspirasi dari lagu “Hasta Siempre” yang dinyanyikan oleh musisi asal Kuba, Buena Vista Social Club.

Tony Q Rastafara – Kongkalikong

Lagu reggae ini melafaskan kritik terhadap perilaku pejabat-pejabat yang korup dan mengabaikan nasib rakyat di Indonesia. Berjudul Kongkalikong, Tony Q Rastafara membuatnya pada tahun 2010 yang masuk dalam album Kurang Tambah.

Menurut bait lagunya, tugas pemimpin adalah menjalankan mandat rakyat, yakni mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Bukan sibuk memperkaya diri sendiri, apalagi korupsi dan saling sikat untuk memperebutkan proyek.

Shaggy Dog feat Iwa K – Putra Nusantara

Diluncurkan bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2016 silam, lagu reggae berjudul Putra Nusantara dari Shaggy Dog yang dinyanyikan bersama dengan rapper Iwa K ini bicara tentang nasib anak-anak Indonesia yang tidak bisa menikmati pendidikan karena biaya yang terlampau mahal.

Akibatnya, anak-anak tersebut harus menjadi anak jalanan dan berjibaku dengan kerasnya kehidupan kota. Liriknya yang menggambarkan itu sangat jelas: “Badan hitam legam terbakar matahari, sehitam warna langit kota yang penuh polusi, seharusnya mereka berada di sekolah, tapi sekolah mahal bagi mereka yang tak punya.”

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button